Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Meri


__ADS_3

Setelah puas dengan acara mereka sendiri, Diandra dan yang lainnya pulang meninggalkan lokasi acara pernikahan Yanti dan Bobby yang malah menjadi ajang lamaran mendadak si pria kebun anggur dan si gadis super market.


Yanti dan Bobby entah bagaimana nasib rumah tangga mereka saat ini. Yanti setidaknya sadar bagaimana sifat asli Bobby yang dengan mudahnya beralih kembali pada Ara bahkan mengatakan kata kata menyakitkan itu.


Sedang Bobby, dia dicap sebagai seorang pria bajingan bahkan hal ini sampai ke stasiun berita sebagai top trending dalam pencarian berita.


Joel dan Ara akan segera menikah, namun tidak terburu buru sebab masih ada beberapa orang yang harus dibalas selain mantan Ara.


Mereka semua kembali ke kediaman keluar Park.


Tiba di rumah keluarga Park si Bumil sudah terlelap karena kelelahan, David menggendong tubuh istrinya dan membawa wanita itu ke lama mereka, sedangkan Otniel langsung mencari putra Kecilnya yang tidak ikut serta ke acara besar itu.


Joel dan Ara juga Langsung menuju kamar mere masing masing Karena terlalu lelah.


Hari sudah malam dan sudah waktunya untuk beristirahat dengan tenang.


David membaringkan tubuh Diandra, dan mengganti pakaian istrinya. Dengan telaten calon Papa itu membersihkan dan mengelap tubuh istrinya agar nyaman saat tidur.


Tangannya mengusap perut buncit Diandra, masih jelas diingatnya kejadian kemarin yang benar benar membuatnya kesal saat Nani mencoba mendekati dirinya di depan istrinya.


" Ck... buat apa wanita sialan itu datang kesini!" kesal David.


Dia menatap Diandra yang terlelap, " aku akan menjaga kalian sayang, wanita sialan itu harus segera dibasmi, jika tidak anak dan istriku barisan dalam bahaya," gumam David.


Setelah merapikan istrinya dan memastikan Diandra nyaman dalam tidurnya, David beranjak menuju ruang kerjanya.


Malam malam begini dia keluar dari kamar membiarkan Diandra tidur dengan tenang.


David berjalan mendekati kamar Otniel.


tok... tok.... tok...


Terdengar langkah kaki membukakan pintu kamar itu.


" Hoaammm...ada apa?" tanya Otniel yang sudah memakai piyama tidurnya.


" ikut aku Niel, ada sesuatu yang harus kita selesaikan, ini tentang wanita kemarin," ucap David dengan serius.


Seketika mata Otniel langsung melek saat mendengar David menyinggung wanita yang berani menghina Diandra.


" Baiklah, tunggu aku mengamankan Edward, dia bisa bangun nanti," ucap Otniel.


" Baiklah kutunggu di ruang kerja," ucap David yang dibalas angguk kepala oleh Otniel.


Setelah dari kamar Otniel, dia beranjak menuju kamar Joel, dia ketuknya pintu kamar pria itu.


" Ada apa?" tanya Joel yang kebetulan ingin keluar menuju dapur.

__ADS_1


" Ada yang ingin kubicarakan, ikut aku ke ruang kerja, ini soal wanita itu," ucap David dengan nada datar dan dingin.


" Baiklah," jawab Joel.


Ketiga pria itu kini berkumpul di ruang kerja di lantai satu, David juga menghubungi Vasko karena masalah ini berhubungan dengan Diandra.


" Ada apa? disana pasti sudah malam kenapa kalian belum tidur?" tanya Joy yang menjawab panggilan David.


" Haih... dimana Vasko? ada yang harus kita bahas, ini soal Diandra," ucap David.


" Diandra? apa ini berhubungan dengan waniga yang terobsesi denganmu itu? ck... dia bisa membahayakan Diandra, tunggu sebentar ku panggil kan Vasko dia sedang memasak," ucap Joy dari seberang sana.


" Wahh Vasko jadi suami takut istri ya hahahah," ejek Otniel yang membuat Joel dan David menatap pria itu.


" Yang jomblo gak akan paham!" ketus mereka berdua.


" Cihh... selalu saja yang jomblo jadi tumbal!" ketus Otniel.


" Ada apa ini, sebulan tak bertemu kalian, mulut si dodol ini makin cerewet saja," ucap Vasko yang datang dengan memakai Appron berwarna merah muda dengan motif strawberry.


" pffthh hahhaha...." ketiga pria itu tertawa melihat penampilan aneh yang jarang ditunjukkan si leader Mafia itu.


" Ada apa denganmu? kenapa.kau malah jadi aneh hahahahah..." ejek David.


" bwahahahah... si mafia jadi boneka Barbie hahahah...." Otniel Tertawa terbahak-bahak melihat Vasko.


" Apa dia mual muntah atau tiba tiba pusing?" tanya Otniel.


" Ya dia mengalami itu," ucap Vasko.


" Mungkin dia hamil, apa kalian sudah periksa?" tanya Otniel yang membuat mereka semua menatap pria itu.


" Heh ingat aku ini dokter tapi bukan gadungan seperti yang dikatakan si mama Gorilla itu," ketus Otniel.


" Kami sudah periksa, dokter mengatakan kalau itu hanya karena masuk angin dan kebanyakan makan, tapi hampir tiap hari dia mual.muntah," ucap Vasko.


" Kau periksa dimana?" tanya Otniel.


" Pada Dokter Meri, dokter yang biasa menangani aliansi," ucap Vasko.


" Meri? Ck...


" Vasko kusarankan kau cepat pulang dan jangan berhubungan dengan Meri, aku tak percaya pada wanita itu," ucap Joel tiba tiba memotong pembicaraan mereka.


" Ada apa memangnya?" tanya Vasko.


" Kami sedang di penthousenya, dia tampak baik aku percaya padanya," ucap Vasko sedikit heran.

__ADS_1


"Ck... cepat pergi dari sana, kenapa juga kau tidak beri kabar pada Kami dasar bodoh, hari ini kalian pulang, Jangan bilang padanya!" ketus Joel.


Mereka semua merasa heran dengan ucapan Joel.


" Hai Vasko, dimana Joy, aku punya makanan untuk nya!" ucap Seseorang yang baru masuk ke dalam rumah.


" Ahh kau tiba Mer, Joy sedang makan, " ucap Vasko.


" Makanan apa itu?" tanya Vasko.


" Kue nanas, dia yang minta padaku tadi," ucap Meri.


" Nanas?" gumam David.


" Tapi Joy tidak suka nanas," gumam Joy yang bisa didengar oleh Vasko karena dia memakai earphone.


"Jangan biarkan Joy memakan benda itu Vasko, bukan apa apa, aku sedikit curiga dengan wanita itu, sejak awal kenal dengannya semakin hari dia semakin aneh," ucap Otniel.


"Meri, bisa beri aku kuenya, aku ingin," ucap Vasko.


" Eh tapi ini untuk Joy," ucap Meri.


" Tak apa nanti belikan lagi," ucap Vasko yang langsung berdiri dan mengambil kue itu.


" Nanti kita lanjutkan aku membereskan ini dulu," ucap Vasko yang dianggukkan oelh ketiga sahabatnya.


Joel, David dan Otniel saling menatap, sepertinya memang ada yang aneh.


" Apa tidak salah jika kita menaruh curiga pada wanita itu?" ucap David.


" Tidak, karena memang sejak bergabung dengan aliansi Black Rose, Meri tampak menaruh hati pada Vasko, " ucap Otniel.


" ya kau benar ,Dan lagi yang dikatakan Vasko tadi sepertinya agak aneh,melihat Joy bukan tukang makan tapi porsi makannya naik, Joy tak menyukai makanan manis, Joy juga tidak sembarang makan sampai bisa mual mual setiap hari," tambah David yang mengenal jelas Joy.


" Jangan sampai Joy kenapa kenapa, sebaiknya aku menghubungi Sean untuk memperketat penjagaan Joy," ucap Joel.


" Ck...ada ada saja masalah yang harus kita hadapi, kalau sampai perempuan itu berani berbuat sesuatu pada adikku akan kupatahkan tulang tulangnya itu!" ketus David.


" Masalah Nani juga harus diselesaikan, jangan sampai dia mengusik Diandra, Edward saja sudah diejeknya," tambah Otniel.


Sepertinya ketiga pria itu punya banyak PR saat ini. Joel dengan pembalasan dendam, David dengan adik mantannya, Otniel dengan nasib jomblonya dan mengurus Edward, serta Vasko dengan dugaan dugaan mereka.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😊😉


__ADS_2