Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Akhirnya


__ADS_3

Mereka semua menatap ibu hamil itu dengan mata terbelalak terkhususnya Luna dan keluarganya.


Luna berdiri dan berjalan mendekati Diandra, “Nak apa benar, kamu gak salah? Kamu tau dari mana ?” tanya Luna, wania itu tampak terkejut dan berharap kalau Diandra tidak salah.


“Benar lo Ma, emmm... sebentar ya biar Diandra minta kak Niel kirim foto masa kecilnya, ” ucap wanita itu sambil berjalan ke arah David.


“Pinjam ponsel kak,” ucap Diandra.


David memberikan ponselnya pada Diandra.


“Ponsel Dian gak ada?” tanya Vasko.


“Pecah kak heheh,” kekeh wanita itu.


Diandra mengirim pesan teks pada Otniel untuk mengirimkan foto masa kecilnya pada dirinya, “Aku pernah lihat foto masa kecil kak Niel waktu Dian pinjam ponselnya untuk nonton, Foto Kak Niel bersama seorang pria , waktu Dian tanya, katanya itu foto kak Niel dengan Papa angkat Kak Niel yang sekarang di Jerman,” jelas Diandra sambil mengirim pesan teks sebanyak banyaknya pada Otniel.


“Orangtua angkat? Apa dia tidak memiliki orangtua kandung?” tanya Christoper.


“Tidak, Otniel korban penculikan di masa lalu, dia ditemukan berlumuran darah di jalanan oleh Papa angkatnya,” jelas Joel yang sudah mengetahui identitas asli Otniel.


Mereka semua terdiam, Luna menatap suaminya, dia berharap ini benar benar anaknya Alvaro, anak kecilnya yang hilang dan dinyatakan meninggal.


“Berapa usia Niel sekarang?” kali ini Gama yang bertanya.


“25 Tahun Pa,” jawab David.


Deghh....


Mereka semua tak bisa lagi berkata apa pun, usia dan kisah hidupnya sama persis dengan Alvaro kecil yang di culik 20 tahun silam.


Ting....


Pesan masuk ke ponsel yang dipegang David, Diandra membuka pesan itu,” nah ini dia, persis sama,” ucap Diandra menunjukkan foto itu pada mereka semua.

__ADS_1


Luna mengambil ponsel itu dari tangan diandra, dia terkejut bukan main, jantungnya berdegup kencang, matanya membulat tak percaya, pantas saja dia merasa dekat dengan dokter tampan itu saat pertama kali melihat Otniel.


“Sayang i...ini Alvaro... hiks hiks hiks... ini anak kita,” ucap Luna menghampiri suaminya sambil menunjukkan foto seorang anak kecil yang duduk dipangkuan seorang pria keturunan jerman.


Gama sama halnya dengan Luna begitu pun dengan si Kembar, mereka ingat dengan jelas wajah adik kecil mereka yang dinyatakan meninggal 20 tahun lalu.


“Ini dia, ini Alvaro...” ucap Christan.


“Diandraaaa.... buat apa sih fotonya? Kakak lagi nyetir kamu kirim pesan sebanyak banyaknya dasar kamu ini,” gerutu seseorang yang bari tiba di rumah itu .


Mereka semua menatap Otniel, seluruh keluarga menatap pria tampan itu, Luna menangis dia berlari memeluk Otniel begitu juga dengan Gama , dia memeluk Otniel dengan erat.


“Nak, hiks hiks hiks... ini mama, ini mama sayang, ini mama, kamu anak mama hiks hiks hiks...” Luna menangis sambil memeluk Otniel.


Dokter tampan itu terkejut mendengar ucapan Luna, dia bingung dengan situasi ini, dia baru pulang tau taunya diakui sebagai anak oleh orang yang membuat jantungnya berdegup kencang setiap kali menatap matanya.


“Kak Niel.... mereka orangtua kakak, orangtua kandung kakak,” ucap Diandra sambil menunjukkan foto keluarga itu.


Otniel menatap foto itu, dia sama terkejutnya, apalagi saat melihat dirinya yang masih kecil ada di foto itu, Niel menatap Luna yang sudah melepas pelukannya, mata pria itu membulat, bagai di beri sebuah kejutan super besar, Otniel diam membisu sambil menatap Luna, Gama dan si kembar satu persatu.


“Apa ini benar? Hiks hiks hiks... ini Mamaku? Mama yang kucari selama ini, Mama yang melahirkanku? Dan keluargaku? Ahhh.... Mamaaa....” Otniel menangis tersedu sedu sambil memeluk Luna dengan erat, begitu juga dengan Gama dan si kembar mereka turut memeluk keduanya dengan erat.


Semuanya terharu melihat keluarga itu kembali berkumpul, siapa sangka kalau mereka akan dipertemukan kembali dengan cara seperti ini, berpisah selama dua puluh tahun dan saling mencari selama itu juga, akhirnya takdir mempertemukan mereka dengan cara yang tidak disangka sangka.


Niat untuk mengamankan Diandra di Indonesia justru membawa kejutan besar bagi mereka, semua rahasia mereka di bongkar saat itu juga, waktu yang sangat singkat namun semuanya berlalu dengan cepat. Siapa sangka semua kejadian ini akan terjadi .


“Ini Mama sayang, hiks hiks mama merindukanmu, mama merindukan anak mama, Alvaro anak Mama, hiks hiks hiks ...” Luna menangis tersedu sedu.


Otniel menatap wajah mamanya, dia menangkupkan kedua tangannya dan menatap wajah cantik yang kini memerah karena menangis sambil menatap Otniel yang jauh lebih tinggi dari dirinya.


“Ahhh mamaku cantik sekali hiks hiks hiks... akhirnya aku menemukanmu, aku merindukan Mama hiks hiks hiks, aku sudah sempat berpikir saat pertama kali bertemu kalau Mama adalah mama kandungku karena wajah ini yang selalu muncul dalam mimpiku, aku mengingat Mama dengan jelas, dan memang benar kau adalah Mamaku... ahhh Mama ku ,” Otniel kembali memeluk Luna dengan air mata berjatuhan.


“Selamat datang kembali anakku sayang, mama benar benar merindukanmu, Mama sangat merindukan kamu, kami semua merindukan kamu,” ucap Luna.

__ADS_1


“Anak ku yang tampan sudah besar sekarang, bahkan dia lebih tinggi dariku , selamat datang nak,”ucap Gama sambil memegang pundak Otniel.


Christan dan Christo juga sama terharunya dengan kedua orangtuanya, mereka juga bahagia setelah menemukan adik mereka meskipun sempat ragu namun kenyataannya Otniel adalah Alvaro di masa kecil.


Semua yang ada di dalam ruangan itu turut menangis melihat pertemuan keluarga itu setelah berpuluh tahun.


“Semuanya bahagia, aku terharu hiks hiks hiks....” lirih Diandra sambil menangis.


“Kau hebat sayang, kau bisa langsung mengingat wajah Otniel kecil, aku juga bahagia akhirnya Mama Luna dan Papa Gama tak lagi diliputi dengan kesedihan , ini berita sukacita sayang,” ucap David sambil memeluk istrinya dengan lembut.


Sementara mereka melepas kerinduan, Joel berkutat dengan laptopnya mengawasi markas besar Dark Horse yang kini tengah gusar karena sistem keamanan mereka di hack oleh orang misterius.


Tuan Besara berjalan mondar mandir kesana kemari, dia benar benar ingin membunuh seluruh ahli IT yang dirantainya di dalam ruangan komputer yang digunakan untuk meng-hack data data dari seluruh dunia untuk menjalankan bisnis illegalnya.


“KENAPA KALIAN SAMPAI KEBOBOLAN BAJINGAAAAAANNN....” Teriakan pria tua itu menggelegar di dalam ruangan besar yang diisi oleh sekitar 20 ahli IT yang sejak kecil sudah bersamanya, semuanya adalah anak anak berbakat dan memiliki talenta khusus yang dia peralat sebagai senjata untuk mengekploitasi seluruh bisnis di dunia.


20 orang itu adalah anak anak yang diculiknya di masa lalu, jika Otniel tidak hilang maka pria tampan itu akan bernasib sama dengan mereka, bahan ketiga anak Alena pun akan mengalami hal yang sama jika sampai Alena lengah dan tidak melindungi anak anaknya.


Semuanya bekerja bagai mesin, diberi makan dan bekerja lalu ke kamar mandi dan tidur hanya 4 jam sehari dengan waktu bergilir, mereka diperalat sebagai senjata untuk membangun kerajaan bisnisnya.


“Tuan ada pesan,” teriak salah seorang ahli IT itu.


Besara berjalan lalu menatap komputer itu,


“Hai Besara sudah puas bermain mainnya? “


Tertanda : The Lunar


Degh...


.


.

__ADS_1


.


Like, Vote dan Komen


__ADS_2