
Sesuai permintaan Diandra, rapat besar dilakukan dan seluruh dokter yang menjadi kandidat yang beruntung untuk menjadi calon dokter yang akan mengoperasi Otniel kini sudah berkumpul di dalam aula presentasi.
Namun ada yang aneh dengan mereka, beberapa diantara mereka tampak mengalami luka lebam di bagian wajah, ada yang memakai gips di tangan dan memakai penyangga leher.
Ada yang matanya kena perban, ada yang kakinya pincang dan bermacam- macam dan yang paling parah dari semua itu adalah dokter Arsi kepala bagian departemen bedah syaraf yang mengeluarkan Chelsea dari tim.
Pria itu tampak memiliki bendol bendol kemerahan di sekujur kulitnya, tangan kirinya tampak memakai penyangga tangan yang menggantung di lehernya dan terlihat benar benar kacau.
Chelsea juga turut masuk di dalam ruangan itu, dia menatap heran semua senior yang ada disana dan hanya dia junior yang ikut bersama Jerry, Andre dan Friska dokter dibawah didikan Otniel yang diminta ikut dalam rapat untuk mengawasi semua kandidat selama Otniel belum tiba di ruangan itu.
Chelsea duduk di kursi paling belakang di barisan ruangan presentasi, dia sedikit gugup, entah kenapa dia dipanggil juga ke ruangan itu, padahal jelas dia menolak tawaran Otniel untuk mengoperasi pria itu meskipun hal tersebut merupakan kesempatan besar untuk menunjukkan kemampuan serta menerapkan semua ilmu yang dia pelajari selama ini.
“Astaga kenapa akau kesini? Kenapa juga namaku ada daam daftar itu, aku kan sudah menolak tawaran dokter itu,” batin Chelsea seraya menggigit gigit kuku di ujung jarinya.
“Hei rileks saja, kau tidak sedang menghadapi ujian negara kenapa harus gugup seperti itu, kau samapi pucat,” tegur Jerry yang duduk di dekat Chelsea bersama dua rekannya yang lain.
“Ehh.. sejak kapan kalian duduk disini?” tanya Chelsea yang memang tidak menyadari kehadiran jerry dan kawan kawan disana.
“Sejak tadi Nona, apa yang kau khawatirkan sih?” ucap Andre menatap heran pada Chelsea.
“Eh.. i.. itu.. bu.. bukan apa apa,” ucap Chelsea seraya menggaruk tengkuknya sendiri.
“sudahlah, para senior sudah stanby disini, mereka akan menerkam kita kalau terlalu menonjol,” ucap Friska.
“hmm.. kau benar,, tumben kau pintar, oh iya kan sudah dicuci otak oleh dokter niel hahahhahah..” goda Andre.
“Ck.. kau diamlah, pak dokter Otniel akan selamanya ada di hati dia panutanku huhuhuh...” seru Friska.
“Cihhh dasar,” ejek Jerry.
Mereka semua sudah berkumpul disana, rumor tentang Chelsea yang menjadi kandidat dalam daftar dokter berpotensi yang akan mengoperasi Otniel tersebar begitu cepat ke telinga seluruh senior apalagi senior senior Chelsea di bidang departemen bedah syaraf.
__ADS_1
Banyak dari mereka yang menampakan tampang kesal dan marah dengan Chelsea yang menurut mereka sok tau dan tak menghormati yang lebih senior padahal mereka juga yang mengusir Chelsea dari departemen itu.
Saat melihat Chelsea disana tak segan segan merek mengejek gadis itu.
“Cihh naif sekali kau dokter culun mengikuti pertemuan senior ini, ahahahha apakah kau sudah kehilangan job setelah diusir dari departemen bedah syaraf?” ejek dokter Aris yang selalu saja merasa kalau dirinya yang paling hebat diantara semua dokter disana.
“Cihhh kenapa kau membawa timmu yang buruk itu kesini dokter Aris, apa kau ingin tertimpa bencana lagi? Dia kan hampir membunuh seorang pasien karena bertindak di luar kendalimu, apa kau juga ingin menumbalkan kami yang ada disini,” tukas yang lain.
“Heh bukan aku yang membawa si bodoh itu kesini, lagi pula dia bukan timku lagi, aku tak maslah jika kalian berbaik hati untuk mengambilnya dari sini itu pun kalau kalian mau memungut sampah tak berguna itu,”ketus dokter Aris sambil menggaruk garuk tubuhnya.
“ahhh kurasa ini adalah kesempatan yang bagus untuk menunjukkan betapa hebatnya aku di departemen bedah syaraf, aku yakin Dokter Otniel akan memilihku nanti, kami itu sudah dekat seperti sahabat sejati, jadi aku yakin hahahhaah,” celetuk dokter Aris dengan nada sombong seperti biasa.
“Oihshhhh... si monyet tua sialan itu,” gerutu Jerry sambil mengarahkan kepalan tangannya ke arah Aris.
“ck... mereka pasti meninggalkan slot penyimpanan tata krama dan hati nurani mereka di gudang penyimpanan, perilaku mereka seperti binatang bahkan lebih rendah dari itu,” ketus Friska yang juga kesal mendengar kata kata para senior yang tak ada habisnya mengejek dan merendahkan Chelsea di hadapan semua orang.
“ohohooo... ternyata praktek cuci otak dokter Otniel berhasil pada si dodol ini hahahha... selamat untukmu hahaha” goda Andre lagi.
“wleekk dasar otak kerbau hahahahhaha.... wleeekkk,” ejek Andre lagi.
“Haihh dasar dua orang ini, hei Chelsea tak usah ditanggapi, kedua orang ini memang agak sinting, mereka itu sepasang kekasih tapi agak gila hahaha,” celetuk Jerry.
Chelsea sedikit terkejut, dia bahkan tak berpikir kalau Andre dan Friska adalah pasangan kekasih karena merek malah terlihat lebih cocok menjadi sahabat.
“Enak sekali mereka berdua, satu tempat dengan kekasih, bisa dekat dan bercanda tanpa harus menunjukkan kalau mereka aadalah pasangan kekasih, kalau tujuan mereka membuatku iri, maka tujuan itu berhasil dengan nilai sempurna,” batin Chelsea sambil menghela nafas berat.
“Selain nasib pekerjaan yang tragis,” menatap para senior yang terus bergunjing tentang dirinya, “Nasib percintaan juga tak kalah tragisnya, haihhh bagaimana bisa aku malah menyukai dokter psikopat itu, haihhh sudah gila kau Chelsea, tapi apa waktu itu dia mendengarkan kata kataku tidak ya?” batin gadis itu lagi.
“Aku mengakui perasaanku di depan si Richard yang gak ada kabarnya sampai sekarang, tapi apa dia mendengarnya? Atau haihh apa dia tidak punya perasaan padaku? Aduhh kenapa kau jadi dilema begini sih?” batin Chelsea lagi seraya memukul mukul kepalanya sendiri, bingung menghadapi situasinya saat ini dan bagaimana menyelesaikan semua maslah yang dia hadapi.
“Hei Chelsea ada apa dengan mu?” panggil Jerry.
__ADS_1
Chelsea tersentak,”ehh aku tidak apa apa, aku hanya heran melihat penampilan para senior yang berantakan, kenapa mereka semua bisa terluka di waktu yang sama? Ini benar benar aneh,” ucap Chelsea.
“ahh kau benar, ini aneh,” ucap Jerry.
Tak beberapa lama kemudian, beberapa pengawal masuk ke dalam ruangan aula presentasi dengan membawa Otniel yang duduk di atas kursi roda , sebenarnya dia bisa berjalan, hanya saja terlalu malas untuk menggerakkan kakinya, sepertinya sifat kanak kanaknya kembali lagi.
“Dokter Niel datang,” mereka semua bergumam menatap Otniel yang duduk di atas kursi roda.
Sementara itu, Otniel masuk bersama Varrel sang direktur rumah sakit, bersama wakil direktur yang tak lain adalah istrinya sendiri yaitu Jessika, bersama Diandra,David, Vasko dan kedua bocah tengil yang menempel di dekat Otniel.
Seluruh mata tertuju ke arah mereka semua.
Namun saat masuk ke dalam ruangan, betapa terkejutnya Otniel, Varrel, Jessica, Vasko dan David saat melihat penampilan mengerikan dari para dokter senior yang berkumpul disana.
“apa apaan ini? Kenapa ruangan pertemuan ini malah dipenuhi dengan orang orang sakit?” ucap David dengan mata terbelalak.
Diandra, Edward dan Emily tertawa cekikikan menatap para dokter yang duduk dengan luka di sekujur tubuh mereka kecuali beberapa orang dokter yang sudah mereka tandai.
“astaga apa yang dilakukan Diandra dan kedua bocah ini sampai sampai mereka semua berpenampilan begitu buruk,” batin Otniel seraya menatap Diandra dan kedua anak kecil itu.
“Ya ampun istriku berulah lagi,” batin David seraya menepuk kepalanya.
“Astaga anak ini memang benar benar ya,” batin Vasko.
"jadi untuk ini Diandra minta ijin waktu itu, astaga!!" batin Varrel.
.
.
.
__ADS_1
Like, Vote dan komen