Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Video


__ADS_3

Seorang gadis muda tengah terkulai lemas di atas lantai. Tubuhnya memar dan disirami dengan tepung dan telur. Ruangan minim pencahayaan dan udara lembab.


Tampak dari bentuk ruangan kalau itu adalah sebuah kamar mandi seperti kamar mandi hotel atau gedung besar. Air mengalir terus menerus membuat pakaiannya basah, lemah tak berdaya duduk di sudut ruangan sempit dan gelap itu.


" To... tolong... uhuk... uhuk..." Suara Ara terdengar lemah, sakit dan menyedihkan, air matanya tak berhenti mengalir, tubuhnya sakit dan dadanya terasa sesak ingin dia bergerak tapi rasanya sangat sulit.


Ceklek...


Pintu kamar mandi dibuka dengan kasar, tampak sosok manusia bertubuh besar memasuki ruangan itu. Mata Ara menangkap sosok itu, dia seketika itu bergetar ketakutan saat melihat sosok hitam dalam ruangan itu masuk kesana.


tap...


Lampu kamar mandi dinyalakan, tampak sosok pria bertubuh besar dengan mata melotot dan tubuh kekar dengan tato memenuhi lengannya masuk ke dalam kamar mandi itu bersama dua orang gadis.


" Hera sayang," ucap pria yang tak lain adalah Max itu sambil memeluk Hera dengan sensual.


" Bersihkan dia, aku ingin menyicip lehernya saja," ucap Max dengan nada berat pertanda kalau dia sedang Hor** sekarang.


" Ck... jangan sampai kau menyentuhnya, pria pria hidung belang itu tidak akan mau kalau dia sudah tidak perawan!" ucap Hera sambil menatap kesal kepada Max yang sedang memeluk nya dari belakang.


" Aku hanya ingin lehernya sayang, itu terlihat menggoda hahahah," ucap Max sambil tertawa menatap Ara.


" Cihhh hyper!" umpat Hera.


" Sudah sana cepat lakukan!" ucap Max.


Hera dan temannya mendekati Ara sambil menyeringai dengan senyuman liciknya. mere berjalan sambil menatap Ara yang sudah bergetar ketakutan.


" Hahahahha.... hahhahaha hai Ara apa kabarmu hah? enak tidur disini tiga hari? uhhh kau pasti lapar Iya kan hahhah..." Hera tertawa sambil menatap wajah gadis itu.


Dia berjongkok di depan Ara sambil menyeringai bersama temannya.


"Kita apakan Ra? " tanya temannya.


" Kita bersihkan lah Vivi hahahaha... mau diapain lagi, dia juga harus makan supaya setidaknya buah dadanya itu sedikit berisi hahahha," tawa Hera begitu keras.


" Dasar kau gila, sama saja kau dengan Max!" umpat Vivi.


" Sama apanya hahahah, sudah ayo kita bereskan atau dia akan marah nanti," ucap Hera.


"Mau kalian apakan aku... uhuk...uhuk!" lirih Ara sambil menangis, dia bergetar ketakutan melihat mereka berdua.

__ADS_1


Hera menyeringai, dia berdiri dan mengambil air di dalam ember.


Byurrrr.....


Satu ember penuh mereka siramkan ke tubuh gadis malang itu membuat Ara gelagapan karena tiba tiba disiram dengan air yang sangat dingin bahkan dinginnya menembus tulang tulang.


Jangan lupakan aksi mereka direkam kamera yang dipegang rekan mere yang lainnya. Miris begitu menyakitkan saat gadis itu diperlakukan tak senonoh oleh mereka.


"Hahahhaha.... jadi ini saja kekuatan gadis tercantik se SMA D? hahahah menjijikkan karena.melihatmu terus menjadi nomor satu jal5ng!" umpat Hera sambil menatap Ara dengan tajam.


Alasan Ara di bully oleh kelompok itu karena dia adalah gadis tercantik semasa SMA, dia adalah gadis dengan prestasi baik, kejadian yang membuat mereka marah adalah saat Max menyatakan perasaannya pada Ara tetapi gadis itu dengan lantang menolak Max.


Karena hal itu terjadi, Hera menggunakan kesempatan itu untuk menyiksa Ara sejak mereka SMA. Hanya gara gara masalah sepele Ara dipukuli, dibully dan disiksa secara mental dan fisik selama bertahun-tahun.


" Hei kemarikan kameranya kita harus mereka baju dalamnya, dia akan terlihat seksi dengan air mengalir di tubuhnya, mungkin para hidung belang itu akan memberikan harga yang tinggi hahahha," ucap Hera.


"Ja..jangan... kumohon.... jangan..." lirih Ara.


"Hahahha rasakan wanita kampung!" umpat Hera.


Hera merekam tubuh Ara, dengan sengaja merobek pakaiannya dan menyibakkan roknya membuat pakaian dalam terekspos, tak sanggup melawan.


Dia sudah disana selama tiga hari tanpa makan dan minum hanya saja ajak belum juga menghampirinya.


Ara pasrah, diancam dan dipukuli setiap hari.


Beberapa menit kemudian Ara sudah diganti pakaiannya dengan pakaian berbahan minim, dia diikat di tengah ranjang, lagi lagi kamera dinyalakan.


Max masuk dengan tatapan lapar, dia menatap Ara dan naik ke atas ranjang itu memulai aksinya menikmati tubuh Ara. Bagi pria ini *** adalah kebutuhan utamanya yang tidak bisa dia lewat kan barang sehari pun.


Max mencumbu tubuh atas Ara mengigit leher gadis itu dan mencicipinya sesuka hati.


tangannya menjalar kemana mana, menggerayangi tubuh Ara. Dia benar benar sudah menggila, hanya karena mengingat kalau Ara akan menghasilkan uang dia tidak menyetubuhi gadis itu karena klien mereka menginginkan gadis perawan.


Tubuh Ara bergetar ketakutan dia menangis tersedu sedu saat Max menyentuh tubuhnya, takut dan hancur itu yang dirasa gadis itu sekarang.


" Sialan hanya karena kau menghasilkan uang, aku harus menahan diriku arhkkk ini menyebalkan, kenapa juga kau sangat menarik sayang hmm?" ucap Max dengan suara berat pertanda dia benar benar sudah menegang di bawah sana.


" Hahaha... ini akan jadi promosi yang hebat Max, kau melakukannya dengan benar!" Hera tertawa, dia juga menyaksikan tubuh Ara digerayangi oleh Max yang kelaparan.


"Sial, aku tak bisa menyentuhnya Hera!" geram Max sambil beranjak dari tempat tidur itu meninggalkan Ara seperti sampah dengan tubuh bagian atas yang terbuka.

__ADS_1


" Kan ada aku sayang," ucap Hera sambil meletakkan tangan Max di dadanya sendiri. wanita itu sama gilanya dengan Max, sama sama Hyper ***.


Max menyeringai," aku butuh dirimu sayang," ucap Max sambil menarik tangan Hera dan membawanya ke kamar lain untuk melakukan hubungan terlarang mereka itu.


Betapa hancurnya hati Ara, dia benar benar menyedihkan, tubuhnya yang lemah diangkat oleh rekan Hera yang lain.


" Kasihan, kau yang membuat dirimu begini Ara, kau yang menolak Max!" ucap Vivi sambil memakaikan pakaian gadis itu.


" Rambutmu ini sepertinya tidak diperlukan lagi Iya kan hahhaha..." tangan Vivi terangkat, dia mencukur rambut Ara dengan kasar, membotaki kepala gadis itu bahkan tak peduli kalau Ara merintih kesakitan.


" Jangan... jangan... hiks hiks hiks... tolong lepaskan aku!" teriakan Ara yang lemah terdengar di ruangan itu.


Tangisan kepiluan diantara tawa puas melihat tubuh Ara disiksa dan direndahkan. Bahkan perlakuan binatang tidak sekejam itu.


...****************...


Brakkk.... Brakk... Brakk


" Sialaaaaannn!!!!!" pekik Joel saat mengingat kembali semu video dimana Ara disiksa dan diperlakukan tak manusiawi oleh orang orang itu.


Vasko dan David saling menatap, mereka sedang berada di dalam mobil menuju rumah sakit bersama Joel, Otniel dan Edward.


" Hei tenanglah, disini ada Edward!" ucap David.


" Bagaimana bisa aku tenang mengingat semua kelakuan bejat mereka David!" ucap Joel.


Vasko memegang pundak Joel," tenanglah!" hardik pria itu.


Joel menghela nafas berat, hancur hatinya melihat apa yang dialami oleh Ara selama ini, sakit hatinya melihat kekasihnya dipermainkan seperti seorang jal4ng.


" Kau harus tenang agar bisa membalas mereka satu per satu Joel !" ucap Vasko dengan tegas.


" Selalu gunakan kepala dingin untuk melawan orang orang seperti mereka Joel, Ara butuh dirimu!" tambah Otniel.


Joel mengangguk pelan dia benar-benar akan menggila saat ini tapi beruntung dia bersama sahabat sahabatnya.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😊😉


__ADS_2