
Diandra tengah berada di dalam ruangan santai, dia baru saja pulang dari lahan pertanian milik Joel karena tiba tiba merasa pusing, Joel mengantarkannya ke rumah secara langsung dan kembali lagi setelah memastikan Diandra aman di dalam rumah itu.
Dia memberikan pesan pada anak buahnya untuk menjaga dan memperketat perlindungan Diandra karena Vasko sedang di Club, Otniel bertugas dan David tengah dalam perjalanan bisnis.
Diandra memijit pelipisnya, wajahnya begitu pucat, padahal barusan dia sudah baik baik saja, bahkan Joel memastikan kalau dia sudah baikan dan tidak pusing lagi setelah makan siang dan meminum obat.
“Kenapa aku tiba tiba pusing lagi, padahal kak Joel udah kasih obat tadi , tapi pusingnya kembali lagi,” gumam Diandra sambil memijit pelipisnya.
“Kak David kapan pulang? Kenapa aku merasa akan terjadi sesuatu yang besar? Ahhhkkk.... kumohon kalian cepatlah pulang, aku takut,” gumam Diandra yang tiba tiba memiliki firasat buruk.
Namun tiba tiba Diandra merasakan nyeri yang sangat hebat di bagian perutnya sampai membuat wanita itu menggeliat kesakitan, awalnya biasa saja seperti nyeri saat datang bulan, namun lama kelamaan semakin sakit dan tak tertahankan.
“Akhhh.... sa..sakit.... arhhhhh.... Kak David..... to... tolong aku.... ahhhhh ini sakit sekali,” Diandra meringkuk di atas sofa, dia memegang perutnya yang terasa sangat nyeri, keringat dingin mengalir deras dari pelipisnya, wajahnya kembali pucat dan kepalanya pusing.
“Akhhh.... sakit.... ini benar benar sakit, “ rintih Diandra bahkan air matanya sampai menetes karena perutnya benar benar sakit, dia tak bisa menahan rasa sakit itu.
Wanita itu mencoba meraih ponselnya, dia menghubungi suaminya yang setaunya sedang bekerja paruh waktu. Dengan tangan gemetar dan wajah pucat, Diandra menghubungi David.
“Halo sayang,” jawab David dari seberang sana, dia sampai menghentikan rapat sejenak untuk menjawab panggilan istrinya.
“Kak.... tolong aku... arkkkkk.... ini sakit.... kak.... aarrhhhh.....” Diandra meringis kesakitan, dia tidak kuat menahan rasa sakit itu hingga dia kehilangan kesadarannya, tampak bercak darah di atas sofa, wanita itu benar benar lemas dan tak berdaya.
“Sayang kamu kenapa? Diandra,” teriak david namun tak di dengar oleh Dian yang sudah pingsan.
“Halo .... sayang ... Diandra.... sayang.... ya Tuhan ada apa dengan Diandra.....” seketika itu David panik dia benar benar ketakutan saat ini, belum lagi dia tengah berada di luar kota untuk menyelesaikan urusan bisnisnya, dia benar benar panik sekarang, Diandra tak lagi menjawab panggilannya.
Di dalam ruangan rapat, David menghentikan rapat sepihak, bahkan Joy sampai kaget karena tak biasanya David bekerja seperti ini.
“Maaf saya tak bisa melanjutkan rapat ini, jika kalian ingin memutuskan kerja sama ini silahkan, saya ada urusan yang sangat urgent,” ucap David yang langsung beranjak keluar meninggalkan mereka.
__ADS_1
Brakkkk...
Kolega bisnis David marah besar karena merasa di permainkan oleh sang Nicholas yang misterius.
“Anda benar benar tidak profesional, mana boleh berakhir begitu saja tanpa kata sepakat, kami sudah jauh jauh datang kesini tetapi begini cara kerja anda,” teriak kolega bisnis David yang tidak setuju dengan keputusan David, padahal sebentar lagi tujuannya tercapai.
“Maaf tuan Ben saya harus melakukan ini, anda bisa berbicara dengan asisten saya, tidak cukup waktu untuk membahas ini sekarang,” ucap David yang tak ingin mengulur waktu lagi karena istrinya dalam keadaan urgent saat ini, dia harus segera kembali atau setidaknya menghubungi sahabatnya untuk memeriksa keadaan Diandra saat ini.
“Halangi dia,” ucap Tuan Ben yang membuat Joy dan David menggeram kesal.
Tuan Ben memerintahkan anak buahnya untuk menghalangi jalan David sebab dia merasa dipermainkan oleh David. Empat orang pria bertubuh besar menghalangi jalan David membuat pria itu kesal dan marah.
David mengeraskan rahangnya, dia berbalik menatap tuan Ben, “Sialan.... singkirkan anak buahmu itu sebelum kau pulang tanpa nyawa dari ruangan ini tuan Ben,” teriak Dev dengan kemarahan yang benar benar telah membuncah.
“Tidak sebelum kita menyelesaikan bisnis ini,” ucap tuan Ben bersikeras.
“Joy segera hubungi Vasko dann yang lainnya, minta mereka memeriksa diandra, kita akan terlambat, aku akan menghabisi bajingan ini dulu,” ucap David yang dianggukkan oleh Joy.
Dengan cepat gadis itu melakukan perintah David tanpa banyak bertanya sebab David sudah benar benar marah saat ini.
Joy segera menghubungi Vasko, Joel dan Otniel dan memberitahukan apa yang dikatakan oleh David tadi.
Sementara mereka bergerak disana, David menatap tajam ke arah tuan Ben,” Apa maumu bajingan? Kerja sama hah? Aku tidak akan melakukannya, kontrak ini batal,” ucap Dev dengan nada kesal.
Kenapa saat istrinya sedang butuh bantuannya, ada saja yang mengganggu dirinya, benar benar telah menyita banyak waktunya.
“Saya hanya ingin menjalin kerja sama dengan anda tuan, bukankah akan lebih menguntungkan dari pada urusan anda itu,” ucap Ben dengan sombongnya, dia adalah seorang pria yang seusia dengan vasko, memiliki sebuah perusahaan besar dan terkemuka di Filipina namun kesombongannya begitu tinggi.
“Sialan kau, beraninya kau memerintahku bajingan, akan kuhancurkan hidupmu bahkan seluruh keluargamu, jika sampai istriku kenapa kenapa karena kau mengambil waktuku maka habis kau bangsat,” ucap David sambil mencengkram leher pria itu.
__ADS_1
Mendengar ucapan David membuat ben menyadari kalau dia melakukan kesalahan besar karena berani mengganggu seorang tuan Nicholas.
Bughhh.... bughhh....
Dua pukulan telak mendarat di perut dan pelipis pria itu yang seketika membuatnya terhuyung jatuh ke atas lantai.
“Sa...saya hanya...” Ben berhenti berbicara saat melihat tatapan maut dari pria bertopeng di depannya itu, sungguh dia salah telah mempertaruhkan nyawanya di hadapan seorang tuan nicholas.
“Kak David cepatlah, Kakak Ipar tidak di rumah,” teriak Joy panik, dia baru saja di beritahu oleh Joel kalau Diandra hilang dan tidak berada di rumah.
Mendengar itu David semakin khawatir, dia benar benar panik saat ini, ingin dia menghajar habis habisan pria di depannya itu namun akal sehatnya masih normal, dengan cepat David naik ke atas gedung dimana helikopter sudah stanby kapan pun David ingin menggunakannya.
Jantung David seperti dihujam ribuan belati yang sangat tajam saat mendnegar kalau istrinya tidak di rumah, sebenarnya aoa yang terjadi pada Diandra, benar benar membuat David ketakutan saat ini.
Joy mengikuti David dari belakang dia sama khawatirnya dengan David, sebab keamanan kakak iparnya di pertaruhkan disini, mereka tidak tau siapa saja yang sudah mengetahui identitas David yang sebenaranya.
Atau bisa saja musuh musuh Vasko, joel dan Otniel mengintai Diandra selama ini, banyak kemungkinan yang bisa terjadi dan mereka tak bisa memastikan mana yang benar dan salah.
Dengan cepat David dan Joy berangkat dengan helikopter meninggalkan kota itu, sedangkan Ben kini sedang meratapi nasibnya karena telah berani bermain main dengan tuan Nicholas.
Namun mendengar kalau tuan Nicholas yang misterius sudah menikah membuat Ben tersenyum, dia akan menjual berita ini ke media asing dan memanfaatkannya dengan memunculkan rumor buruk tentang tuan Nicholas pria misterius bertopeng itu.
.
.
.
Like, Vote dan komen.
__ADS_1