Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Telepon


__ADS_3

Diandra menatap wajah otniel yang melamun dengan mata berkaca kaca,”Ada apa dengan kak Niel? Apa dia melihat hantu? Atau kesurupan hantu melankolis? Ohh ayolah Dian jangan ngaco,” ucapnya dalam hati.


Pletak..


“Kak Nieeelll...” pekik Diandra sambil memukul bahu Otniel


“Ehh buset dah kenapa neng? Ada apa kenapa teriak teriak sih hampir budeg aku ini Dian,” ucap Otniel terkejut bukan main karena ulah Diandra.


“Heheh, Kakak sih nangis, kak David nelpon nih, aku udah cantik belum?” tanya Diandra.


“Nangis? Siapa yang nangis Neng, ck dasar ada ada saja, Kamu udah cantik, cepat di jawab keburu di tutup entar, “ ucap Otniel sambil melirik ponsel Diandra yang sedari tadi bergetar getar karena panggilan dari David.


“Kakak barusan nangis kan, ngaku aja, dasar dokter cengeng,” ejek Diandra, “ Kau....” Geram Otniel, tapi apa daya Dian sudah menjawab panggilan suaminya.


“Halo sayaaaaaang..... wahh kamu cantik sekali hari iniiii... aku rinduuuu maaf tidak menghubungimu segera, bagaimana kesehatanmu? Baby kita bagaimana sayang? Kamu sehat kan? Kamu makan yang benar kan? Kamu cantik sekali,” ucap David dari seberang sana.


“Huaaaa.... Kak Daviiiidd... Dian sama Baby kangen bangeeettt.... kenapa gak angkat telpon Diandra, kak Vasko sama yang lain juga gak bisa dihubungi kakak jahat huaaaaaa... hiks hiks hiks... Dian khawatir, kakak baik baik saja kan, dian mimpi buruk hik shiks hiks.... kangen banget,” ucap Diandra sambil menangis tersedu sedu.


David merasa bersalah, namun apa boleh buat, beberapa hari ini keadaannya tak memungkinkan untuk menghubungi istrinya, dia masih lemah karena baru menjalani operasi, ini pun dia memaksakan tubuhnya untuk menghubungi sang istri.


“Maaf sayang, aku tidak sengaja, aku sangat sibuk, beberapa hari ini aku mengejar pekerjaan agar bisa segera pulang ke Indonesia dan kita bisa tinggal lebih lama disana,” ucap David.


“hiks hiks hiks... setidaknya beritahu Diandra, aku sangat khawatir karena tak ada pesan maupun panggilan dari dirimu, kau tau tidak aku bermimpi kakak di tusuk orang dan berlumuran darah, aku ketakutan karena mimpi itu hiks hiks hiks....” tangis Diandra semain kencang justru membuat Otniel yang duduk di sampingnya menjadi panik karena orang orang melihat mereka.


“iya maaf maaf sayang, aku salah tak akan ku ulangi, maaf ya, kumohon jangan menangis, aku benar benar menyesal,” ucap David yang tak ingin kalau istrinya menangis karena mengkhawatirkan dirinya.


“jangan diulangi ya, aku khawatir, kakak harus telepon Dian terus, kalau gak sempat kirim pesan , jangan buat Dian khawatir hiks hiks hiks... terus kakak harus makan yang benar, wajah kakak semakin kurus padahal baru seminggu disana, kakak jangan sakit hiks... hiks... hiks”Diandra kembali menangis karena mengamati wajah suaminya yang tidak segar.


“Sayang jangan menangis, aku baik baik saja, hanya agak banyak pekerjaan, aku akan segera pulang, sabar ya sayang , kamu harus makan yang banyak , kalau kamu butuh apa apa kamu tinggal minta sama Mami dan Papi, Otniel juga kan ada disana, kamu bisa memanfaatkan dokter itu ya sayang ya, please jangan nangis ya, aku khawatir disini,” ucap David.

__ADS_1


“Baiklah, tapi kamu harus cepat pulang, aku gak suka jauh dari kamu, ingat cepat pulang aku merindukanmu kau ini membuatku khawatir saja, jangan kerja terlalu berat, makan makanan enak, tidur yang cepat, jangan buat dirimu kesakitan, kami merindukanmu disini,” ucap Diandra sambil mengusap air matanya.


“Iya sayang aku paham, maaf ya membuatmu bersedih, oh iya kakakmu akan pulang bersama Papa dan mama Luna hari ini, kamu harus menemaninya, dia benar benar merindukanmu, ahhh kami belum memberitahukan keadaan William padanya,” jelas David.


“Iya kak, aku juga merindukan Kak bella, dia baik baik saja kan, huh... bagaimana masalah disana apa semuanya sudah beres?” tanya Diandra.


“Sudah sayang, tapi Papa angkatmu meninggal, Bessara dan nyonya Helen juga sudah di eksekusi oleh si kembar , apa kau tidak apa apa ?” tanya David.


“Hmmmm... itu sudah menjadi bagian mereka, aku tidak peduli, orang orang jahat seperti itu memang harus menerima hukuman yang setimpal, mereka sudah terlalu banyak merusak kehidupan orang lain,” ucap Diandra.


“Wohohoooo.... ternyata kau sudah dewasa ya Diandra, hebat kau sangat hebat...” celetuk Joel sambil nimbrung di dekat David.


“Heh kak Joel kakak tidak berguna sama sekali, kakak bersama kak David tapi ponselmu terus mati dasar kakak jelek hissshhhh....” Diandra mengomeli Joel sambil memasang wajah kesal.


“Dimana kak Vasko, aku mau memarahinya, dia benar benar membuatku kesal, ponselnya juga gak bisa dihubungi percuma ketua mafia tapi ponselnya aja gak dipakai dengan benar dasar ya... tunggu saja kalian bertiga pulang, aku akan memukul kalian pakai panci besi huh...” oceh Diandra sambil mendengus kesal.


Vasko sendiri melarikan diri dari ocehan Diandra, setidaknya hari ini dia bisa bernafas lega karena tidak terkena amukan ibu hamil itu.


“Heh terserahlah, pokoknya kalian jaga kak David dengan baik, aku gak mau dia kenapa kenapa. Kalau sampai ada satu luka di kulitnya akan ku kebiri kalian berdua,” ucap Diandra dengan tatapan tajam.


Joel spontan menutup bagian bawahnya sambil menelan salivanya dengan kasar, ucapan diandra tak bisa dianggap remeh, wanita itu bisa saja berniat melakukannya.


“Heh kau ini, tanpa kau suruh pun aku akan menjaga si kunyuk ini dengan benar, kami masih ingin nyawa kami Diandra, karena kalau dia sampai kenapa kenapa bukan Cuma kamu yang mengamuk, seluruh keluarga besar akan membakar kami hidup hidup,” ucap Joel melebih lebihkan.


“Heh jangan mengada ada, dasar manusia tukang molor,” ejek Otniel yang sedari tadi mendengar percakapan mereka.


“Diam kampret,” ketus Joel.


“Sudahlah, kalian ini apa apaan sih kenapa kalian jadi berkelahi seperti ini dasar kakak kakak aneh,” ejek Diandra.

__ADS_1


“Kak David, kaka lagi apa? Apa kerjaannya masih banyak? “ tanya Diandra.


“Lagi tidu... ehhh lagi ngomong sama kamu sambil ngerjain beberapa dokumen penting perusahaan, kakak gak bawa Joy makanya kakak kerjain sendiri,” ucap David.


“Ohhh... kalau begitu lanjut aja, panggilannya jangan dimatiin ya, Dian masih mau lihat wajah kak David, kangen banget,”” ucap wanita itu sambil tersenyum.


“Iya sayang, kamu lagi dimana?” tanya David.


“Lagi di taman depan rumah sakit kak, cuacanya sangat cerah disini,” ucap Diandra.


“Wah benarkah, bisa perlihatkan padaku?” tanya David.


“Baik,” ucap Diandra sambil bangkit berdiri dan menunjukkan pemandangan disana.


“bagaimana indah kan?” tanya Diandra.


“He... em disana sangat cerah,” ucap David sambil tersenyum, padahal dia sebenarnya sedang menahan rasa sakit karena luka bekas operasinya kembali terbuka akibat terlalu banyak bergerak beberapa saat lalu.


“Sayang.... nanti kuhubungi lagi ya, aku ada tamu, aku janji akan menghubungimu lagi nanti,” ucap David yang tiba tiba kesakitan, tangannya di bawah sudah menggenggam sprei kasur dengan kuat berusaha menetralisir rasa sakitnya.


“Humm baiklah, jangan kerja terlalu berat, aku menunggumu kak, dan ingat aku dan baby mencintaimu, kami menunggumu disini,” ucap Diandra.


“Iya sayang, aku juga mencintai kalian, byee.... eghh..” David menutup panggilannya secara terburu buru, dia mengerang kesakitan, joel dengan cepat menekan tombol darurat dan menyingkirkan seluruh barang barang disana.


“Arkkhhhh.... shhhh kenapa ini sakit sekali... akkhhh...” David mengerang lagi membuat Joel ikut panik, bercak merah tampak tembus di pakaiannya.


“David kau berdarah...” ucap Joel panik.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen.


__ADS_2