Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Kisah


__ADS_3

Otniel menatap kepergian Reva, dia di buat terheran heran dengan perangai gadis itu.


"Dian apa benar dia orang yang sama? kenapa dia begitu manja padamu tapi seperti setan saat melihat kami?" celetuk Otniel dengan wajah herannya itu.


"Dia memang seperti itu kak, aku tidak terlalu banyak tau tentang dia, Karena tuan Brandon dan nyonya Helen membatasi pergaulanku, Reva pun hanya bisa sebatas menemuiku itu pun diam diam,"jelas Diandra.


"Kakak ipar, sepertinya dia tidak menyukai keluarga Aniston," ucap Joy yang terlalu peka dengan ekspresi Reva.


"Itu masalah pribadinya, aku tidak tau pasti tapi yang kau katakan itu benar, dia membenci keluarga Aniston, Reva sudah bekerja dengan keluarga Aniston sejak usianya 15 tahun," ucap Diandra.


"Dia memiliki kepintaran di atas rata rata, tapi bagiku dia hanya seorang gadis cengeng yang manja," ucap Diandra.


" Dia benar Benar jika sudah berbicara denganmu," ucap Joel.


"Hmmm... iya kalian benar," ucap Diandra.


"Ya sudah ayo, nanti kita bahas lagi," ucap Diandra.


Mereka kembali memilih barang barang yang akan mereka bawa ke rumah.


lagi dan lagi, Diandra hanya bisa menenggak kasar Saliva nya saat melihat buang anggur premium kualitas tingkat tinggi yang terletak di atas meja penjual buah.


"Pengen... " gumam Diandra sambil menggerakkan bibirnya naik turun melirik buah itu.


"Nggak... jangan huh... ini udah cukup," ucap Dian menggelengkan kepalanya dia tak mau banyak meminta.


David menyadari apa yang dilihat istrinya, bahkan beberapa kali Diandra terlihat melamun di depan buah itu sambil mengulum bibirnya, beberapa kali dia ingin meninggalkan penjual buah itu, tapi beberapa saat kemudian dia kembali menoleh.


"arhhh.... aku bisa frustasi kalau begini, sadar Dian jangan berlebihan," gumam wanita itu sambil melangkah pergi dari penjual buah itu.


Ada sedikit rasa sedih di hati David saat melihat istrinya seperti itu, Dian sepertinya tidak pernah menikmati makanan seperti itu tentu saja tidak karena nyonya Helen selalu membedakan makanan untuk dirinya.


"Kenapa tidak diambil? hmmm... dia pasti memikirkan harganya," gumam David saat melihat buah anggur premium itu.


"Ini bukan apa apa untukku sayang, " gumam David sambil menatap istrinya yang sudah berdiri di dekat penjual ikan.


David memasukan 6 bungkus buah anggur premium ke dalam troli belanja lalu Buah buah premium lainnya.


Mereka semua selesai berbelanja dan pembayaran tentu diatur oleh Joy.


David menggenggam tangan Istrinya, " Sayang mau?" tanya David sambil menyodorkan semangkuk Ice Cream yang di belinya di dalam tadi, ice Crema rasa anggur yang aromanya cukup menggoda.


"Wah dari mana?" tanya Dian dengan mata berbinar-binar.

__ADS_1


"Tadi ku beli di dalam nih makan," ucap David.


"Terimakasih kak, Cup.." ucap Diandra tanpa malu mengecup pipi David di depan yang lainnya.


David sampai terperangah, istrinya begitu manis saat ini, Pria itu tersenyum sambil menepuk pucuk kepala Istrinya.


"Bagian kami?" tanya yang lain dengan mata memelas sambil mengangkat tangan mereka membuat David memutar malas kedua bola matanya.


"Ck.... dasar, beli sendiri!" ketus David.


"hahahahahaha," mereka semua tertawa, Dian menikmati es krimnya dengan senyum merekah.


"Setelah ini kemana?" tanya Joy yang memilih bergabung bersama mereka dari pada harus pulang dan tidur kembali di apartemennya.


"Kemana Dian?" tanya Mereka pada Diandra.


"Ummm.... entah heheheheh," kekeh wanita itu yang asik menikmati es krim dari suaminya.


"Kalau begitu ikut aku saja," ajak Vasko.


"Wah jarang jarang nih kak Vasko ngajak ngajak, ada apa gerangan?" tanya Joy sambil menaikkan satu alisnya, dia terlalu senang menggoda pria sangar itu.


"Heh kau pulang saja sana," ketus Vasko.


"No... no... no.. aku ikut wleekkk," ucap Joy sambil menjulurkan lidahnya.


Mereka pun pergi mengikuti mobil Vasko, pria itu mengemudi menuju sebuah Mall terkenal di negara itu, Mall terbesar dengan barang barang branded nan mewah dan tentu harga yang fantastis padahal mereka hanya menjual nama saja.


"Wah si Vasko udah gila Joy, dia pasti bakal belanjain Diandra nih," celetuk Otniel yang menumpang di mobil Joy sedangkan mobilnya dibawa oleh David.


"Heh itu pun kalau kakak ipar mau kak, dari yang kulihat saja semua barang yang dipilihnya barang diskon, mana mau kakak ipar memilih barang mahal," ucap Joy.


"Padahal itu tidak seberapa bagi suaminya, " ucap Joy.


"Hmmmm kau benar, ahhhh.... betapa beruntungnya David mendapatkan wanita seperti Diandra," ucap Otniel.


"Hemmm.... kakak iri ya hahhahah," goda Joy.


"Ck... tentu saja bego, ahh seandainya ada wanita seperti Diandra, hidupku akan menyenangkan," ucap Otniel.


"Bagaimana dengan aku? aku kan cantik, baik hati, pintar dan rajin menabung," ucap Joy dengan senyuman jahil di wajahnya.


"what? baik hati heh... nggak tuh, kau itu setan kecil sama seperti bosmu itu," ucap Otniel.

__ADS_1


"pffftthhh hahahhahaha, jangan mengatakan fakta kak, hmmm bagaimana dengan Reva kurasa kalian akan cocok hahahah," ucap Joy sambil tertawa terbahak-bahak.


"oh no... nggak deh mending gak usah, dia itu seperti serigala berbulu domba, kelihatan nya aja imut tapi mematikan ihhh.... nggak deh bisa kiamat aku tiap hari," ucap Otniel yang bergidik ngeri membayangkan kalau Reva jadi pasangannya.


"bwahahahah.... semoga saja kalian berjodoh kak, biasanya jodoh itu di awali dengan penolakan hahahah," tawa Joy.


"Ohh ayolah Joy, kau saja tak berhasil dengan Vasko," ucap Otniel yang tiba tiba membuat Joy terdiam.


Ya, gadis itu sudah lama menaruh hati pada Vasko, dia menyukai Vasko dengan kepribadiannya itu, menurutnya mendapatkan hati Vasko lebih menantang dari pada mencuri proyek saingan bisnis.


Hanya saja Vasko tak menggubrisnya membuat Joy perlahan lahan mundur.


"Ck... jangan diingatkan, dia memang sekeras batu!" ucap Joy dengan wajah kesal.


"Hahahahahah.... kasihan," ledek Otniel.


Sementara mereka menikmati perjalanannya mereka, di kediaman Keluarga Aniston sedang terjadi keributan besar karena tiba tiba saja Asisten kepercayaan tuan Brandon yang memegang kendali perusahaan selama beberapa tahun ini tiba tiba mengundurkan diri.


Ya setelah bertemu dengna Diandra secara tidak kebetulan, Reva langsung menuju apartemennya dan menulis surat pengunduran diri.


Dia secara langsung mengunjungi kediaman keluarga Aniston dan menyerahkan surat pengunduran dirinya.


Tuan Brandon benar benar marah mendengar Reva mengundurkan diri secara tiba-tiba, hanya Reva yang bisa dia andalkan, Diandra tidak ada disana karena jika bukan Reva maoan Dian yang akan dia peralat.


Anak dan istrinya hanya bisa menghabiskan uang dan berfoya foya.


Tuan Brandon tak habis pikir kenapa Reva tiba tiba mengatakan akan pulang ke Indonesia, ini benar benar mendadak padahal perusahaan mereka sedang dalam keadaan krisis.


"Reva apa kau pernah sekali saja memikirkan tentang perusahaan? kenapa kau tiba tiba mengundurkan diri seperti ini hah!!" bentak tua Brandon.


Nyonya Helen dan Bella juga terkejut dengan keputusan mendadak gadis itu.


"Maaf tuan saya punya alasan pribadi yang tidak bisa diungkapkan, suatu saat tuan akan tau, " ucap Reva dengan nada datar seperti biasa.


"Arhhhh sialan kau!!!" teriak Tuan Brandon yang amarahnya semakin membuncah mendengar jawaban Reva.


Pria itu mengangkat tangannya ingin memukul Reva.


"Sekali saja ka sentuh seujung rambut dari Nona Reva maka tamat riwayatmu Sekarang!!" suara bariton seseorang menghentikan Tuan Brandon.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😊😉😊


__ADS_2