
David dan Vasko masih fokus mencari keberadaan si mama gorilla sedang Otniel sudah cekikikan melihat mereka berdua dengan penampilan aneh seperti alien sedang mondar mandir kesana kemari mencari cari keberadaan si Mama Gorila yang jelas jelas berada di dekat mereka berdua.
“Ck... kemana sih perginya Diandra,” gerutu Vasko.
“Hoisshhhh ... Diandra, sayang keluarlah please, gak marah kok, kamu jangan ngumpet kejauhan, ingat kamu lagi hamil,” suara David terdengar memelas, dia tentu khawatir kalau terjadi apa apa dengan istrinya.
“Ini semua salahmu, kau tidak menjaga istrimu dengan baik dasar si kunyuk ini, bikin kesal saja,” ketua Vasko.
“Ckkk diamlah, kau seperti mamak mamak rempong..” balas David.
Selalu saja kedua pria itu kalau sudah berdebat pasti ujung ujungnya seperti itu.
Saat mereka sedang mencari tiba tiba mereka mendengar suara dengkuran halus seseorang sedang terlelap di suatu tempat yang pastinya itu sangat dekat dengan mereka berdua.
“Tunggu... kau dengar itu?” ucap David sambil menatap Vasko, jujur saja sebenarnya saat saling bertatapan seperti ini keduanya ingin tertawa terbahak bahak mengejek diri masing masing karena terlihat benar benar jelek akibat ulah tangan jahil Diandra.
“Dengar, jangan jangan....
Vasko membuka lemari pakaian dan... jreng jreng jreng
Terlihatlah si bumil sedang terlelap di dalam lemari pakaian sambil memeluk selimut yang disimpan di dalam lemari dengan posisi yang benar benar nyaman. Suara dengkurannya benar benar menandakan kalau dia terlelap dengan begitu nyaman di dalam lemari besar itu.
“Ya ampun.. Diandraaaa...” ucap mereka dengan wajah heran sambil geleng geleng kepala menatap Diandra yang terlelap dengan begitu tenangnya disana seperti seorang bayi kecil yang sedang tidur dalam pelukan ibunya.
“Haihhh dasar anak ini ya,” ketus Vasko yang benar benar gemas dengan tingkah laku adiknya yang diluar nalar itu.
“Sedang apa dia....?
“prrffthhh bwahahahaha... astaga wanita ini benar benar tidak pilih pilih tentang tempat tidur, yang penting nyaman saja, astaga Diandra kau ada ada saja ahhahahaha...” Otniel tertawa dikuti yang lain.
Yang mereka bisa lakukan saat ini hanya tertawa menatap ibu hamil yang tidur dengan lelap itu.
“Hahahha kan benar apa kataku, dia akan tidur dimanapun yang penting nyaman dan ada selimutnya, haishhh ini sebabnya aku khawatir meninggalkannya, takutnya tidak ada yang lihat dia tidur di tempat yang aneh aneh, “ jelas David.
“Sejak kapan dia seperti ini?” tanya Chelsea.
“Sejak hamil anak kedua dia semakin aneh, mungkin hormonnya mempengaruhi seluruh moodnya, tapi dia tidak minta banyak, hanya saja dia sering tidur, apa itu tidak masalah?” tanya david.
__ADS_1
“Bukan masalah, justru bagus kalau di kehamilan kedua ini dia bisa istirahat dengan baik, kau ingat kan saat dia hamil Emily,” ucap Otniel sambil menatap David.
“Tentu saja ingat, dia menamparku sewaktu memberitahukan itu dan menyebutku sebagai penipu hahahah, wanita ini benar benar di luar dugaan semua orang,” ucap David yang mengingat kenangan saat Diandra di rawat di rumah sakit karena kelelahan dan ternyata dia mengandung Emily waktu itu.
“Kau masih ingat ya,” ucap Vasko yang merangkul adik iparnya.
“Tentu saja aku akan ingat, bagaimana dia tidak percaya padaku dan menyebutku sebagi kembaran diriku sendiri hahahah.. “ David tertawa.
“Dulu dia tidak secerewet sekarang tapi aku semakin mencintainya dan kini dia memberikanku seorang anak lagi, kurang apa hidupku, jadi apa pun yang dia lakukan,” David menunjuk wajahnya dan penampilan anehnya.
“Aku tidak akan marah selama itu tidak menyakiti dirinya, kalau kalian jadi korban itu nasib kalian hahhaha... itu bonus hahhahaa...” David tertawa sambil mendekati istrinya yang sudah terlelap dengan tenang.
“Kurasa tadi pasti dia muntah muntah ya Vid, apa kau tidak tau?” tanya Otniel.
“Aku tidak tau, tapi sepertinya iya, dia tidak membangunkanku, sudahlah aku bawa diandra ke kamar dulu, nanti kita bahas lagi,” ucap David sambil menggendong istrinya ke kamar.
“Haihh jadi bagaimana denganku?” tanya Vasko sambil menunjuk alis kesayangannya yang rusak karena ulah nakal adiknya sendiri.
“kurasa itu cocok untukmu hahahhahaha...” kekeh David sambil melenggang keluar dari kamar.
“Ikut Papa,” ucap Emily sambil turun dari pangkuan Chelsea.
“Edward?” tanya David, dia tau kedua anak itu tidak terpisahkan.
“abang disini dulu, nabati Abang nyusul Pa, abang mau mandi,” jelasnya.
“Baiklah son, “ ucap David sambil berjalan keluar diikuti Emily yang memegang ujung bajunya sambil berjalan dengan langkah kecilnya.
“Sudah sana kau keluar, kau mengganggu saja,” ketus Otniel sambil menatap kesal ke arah Vasko.
“Ck... dasar, bilang aja mau modusin tunangan, dasar ular beludak berbulu domba, cihhh bilang aja gak sabar mau jadi suami heleh pake acara ngusir ngusir,” celetuk Vasko sambil berjalan keluar dari ruangan kamar itu.
“ Chelsea kusarankan kau hati hati dengan modus si kunyuk itu, kau bisa habis di tangannya nanti, dia itu psikopat hahhahaha...” celetuk Vasko yang benar benar berubah dari dirinya yang dulu hanyalah seorang pria kaku dan dingin bahkan jarang bercanda.
“Ya ampun sejak kapan vasko berubah sebanyak itu, dia bukan orang lain kan? Dia benar benar Vasko sahabatku kan?” ucap Otniel dengan mata terbelalak menatap Vasko yang pergi keluar dari kamar itu sambil menggaruk garuk kepala es lilinnya.
“Paman Vasko jadi lucu hahhahaha...” Edward juga tertawa, dia juga mengamati perubahan besar pada orang orang di rumah itu.
__ADS_1
“Nah bener kan, Pama Vasko banyak berubah,” ucap Otniel.
“He.. em... paman jadi lebih banyak tertawa dan bahagia akhir akhir ini, Jacob juga gak sedingin dulu, “ ucap edward.
“Hmmm kau benar,” ucap Otniel.
“Ngomong ngomong aku jadi penasaran dengan masa lalu kalian, jika kuperhatikan memang kalain semua banyak berubah mengingat lima tahun yang lalu kita pernah bertemu,” ucap Chelsea.
“banyak yang terjadi beberapa tahun belakangan El, dan semuanya membawa cerita masing masing, kami hanya memilih untuk bahagia dan melupakan semua luka yang kami terima, kami hanya bisa tersenyum menatap masa lalu dan katakan selamat tinggal untuk itu sebab ada masa depan yang menanti disana,” ucap Otniel.
“Jadi Mom El, kita sambut masa depan yang cerah untuk keluarga baru kita ya,” ucap Otniel.
“Mom el akan jadi Mommynya edward untuk selamanya? Mau kah Mom?” tanya Edward dengan mata penuh harap.
Chelsea menatap Otniel bergantian dengan Edward,” Mom janji, akan jadi Mommynya Edward sampai selamanya, Mom sayang sama Edward,” ucap Chelsea.
Mata Edward berkaca kaca, dia benar benar terharu mendengar ucapan Chelsea, akhirnya apa yang dia inginkan selama ini bisa tercapai, memiliki kehidupan normal dengan keluarga lengkap.
“Mom janji ya... jangan tinggal Edward dan Daddy...” lirih anak lelaki itu sambil menggenggam tangan Chelsea dengan erat.
Otniel sendiri mengusap punggung putranya, meski Edward tak pernah mengatakan apa apa, tapi Otniel tau kalau edward butuh sosok mama yang akan menjaganya meski selama ini dia tidak kekurangan kasih sayang seorang ibu yang dilimpahkan Diandra padanya, dia juga butuh Ibu untuk menjadi walinya.
“he.. em... anak tampan, Mom janji,” ucap Chelsea sambil mengusap lembut wajah anak kecil itu.
“Wahhh kalau begini acara pernikahan akan kita percepat ya hahahha..” celetuk Otniel.
“Terserahmu saja, yang penting semuanya nyaman, aku tidak masalah, tetapi bukannya kita masih punya tugas di rumah sakit? Anak anak itu bagaimana Dokter Otniel,” ucap Chelsea yang mengingatkan pekerjaan mereka di rumah sakit.
“Yah kau benar, aku akan mengatur semuanya, kalain hanya perlu mempersiapkan diri kalian saja,” ucap Otniel sambil memandang dua orang yang sangat penting bagi dirinya.
.
.
.
like, vote dan komen 😊😉
__ADS_1