
Joel mondar mandir di depan ruang perawatan, dia benar benar khawatir dengan keadaan David saat ini, seharusnya keadaan David semakin membaik tetapi justru semakin memburuk setelah mendapatkan donor ginjal, hal ini benar benar mencurigakan bagi Joel .
“Bagaimana keadaanya? Kenapa dia menjalani prosedur pemeriksaan lagi?” tanya Vasko.
“Aku juga bingung, ini sangat mengherankan, Vasko sebaiknya kita minta Otniel datang kesini, aku akan mencari tahu tentang dokter dokter sialan itu dulu, sepertinya ada yang salah,” ucap Joel yang menaruh curiga pada orang orang yang memeriksa keadaan David.
“Baiklah, aku akan menghubungi Otniel, mungkin dia punya kenalan yang bisa dipercaya untuk memeriksa kondisi David, jika terus seperti ini, David bisa dalam bahaya,” ucap Vasko yang dianggukkan oleh kedua orang itu.
Karena merasa aneh dan curiga, kedua pria itu langsung bergerak cepat, namun Vasko tampak belum beranjak dari ruangan tunggu, dia duduk sejenak di sana sambil menatap ruang perawatan.
Seorang suster berjalan menuju ruangan itu dengan berjalan sedikit terburu buru, memakai masker dan gelagatnya sedikit aneh. Vasko dengan sengaja berdiri dan menubruk suster itu, dan...
Prang...
“Astaga tuan hati hati berjalan, obat obatnya pecah semua ,” ucap suter itu panik, dia tampak gemetaran saat beberapa ampul cairan injeksi pecah.
Vasko mengambil satu cairan injeksi, cairan berwarna kuning yang selama ini terus mereka suntikkan pada David dan satu ampul cairan injeksi berwarna biru tanpa sepengetahuan suster itu.
“Maaf sus,” ucapnya lalu menginjak cairan cairan itu dengan sengaja sehingga semua cairan injeksi itu pecah.
“Tuan apa yang kau lakukan,” pekik suster itu panik.
“Ahhh maaf, kau bisa ambil yang baru, kami membayar mahal untuk ini,” ucap Vasko dengan cueknya.
“Sialan... aku akan dimarahi direktur jika begini,” gumam suster itu sambil membereskan barang barang itu lalu berjalan keluar.
Dengan berhati hati, Vasko melirik area di mana David di rawat, dia melihat ada tiga kamera pengawas, dia berjalan menuju tangga darurat.
Vasko dengan cepat menghubungi Otniel dan menanyakan perihal obat itu.
“ Ada apa Vasko?” tanya Otniel dari seberang sana, mereka melakukan panggilan video.
“Dimana Diandra?” tanya Vasko.
“Dia bersama Mama dan Papa, ada apa?” tanya Otniel.
“Pastikan Dian tak mendengar ini, keadaan David semakin memburuk, dia sudah melakukan transplantasi ginjal namun keadaannya semakin memburuk, mereka menyuntikkan obat ini pada David, apa kau tau apa ini?”tanya Vasko.
“Coba perlihatkan dengan jelas,” ucap Otniel dan Vasko melakukan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Otniel.
Otniel melihat dua ampul carian injeksi berbeda warna itu, lama dia mengamati dan membaca nomor seri yang ada di benda itu. Seketika matanya terbelalak saat mengetahui obat itu.
“Vasko segera hentikan pengobatan yang mereka lakukan, itu akan menghancurkan organ penting David, obat ini sudah berhenti produksi 2 tahun lalu dan dilarang penggunaannya di dunia medis, mereka mungkin melakukan percobaan pada pasien yang baru melakukan transplantasi ginjal seperti pada Dev, ini sangat berbahaya, jangan sampai mereka melakukannya lagi,” ucap Otniel dengan nada panik.
__ADS_1
“Sialan, pantas saja David tidak juga membaik,” ucap Vasko.
“Aku akan meminta rekanku dokter untuk merawat David disana, aku akan segar kesana, kalian jaga David dengan benar, jangan biarkan siapa pun mendekatinya kecuali orang yang kutunjukkan pada kalian, “ ucap Otniel.
“Sialan.... baiklah kau cepat kesini, aku akan mengamankan David,” ucap Vasko sebelum mengakhiri panggilannya.
“Pantas saja setiap kali mereka memeriksa keadaan David mereka menyuruh kami keluar, beraninya kalian bajingaaann...” geram Vasko dengan kemarahan luar bisa karena sahabatnya alias adik iparnya dijadikan bahan percobaan oleh rumah sakit tak bertanggung jawab itu.
Vasko berjalan dengan nafas kasar, dadanya naik turun, pembuluh darahnya menegang, tangannya di kepal kuat, dia membuka pintu ruangan itu namun aneh, pintu dikunci.
“Beraninya kalian...” geram Vasko dia mengambil ancang ancang dan...
Brakkkk
Dalam sekali tendangan pintu itu hancur berantakan.
Dia berlari ke dalam, seorang dokter perempuan akan menyuntikkan benda itu ke tubuh David.
Vasko melesat dengan cepat dia menarik tangan dokter itu dan memukuli semua perawat yang ada disana tanpa peduli mereka laki laki atau perempuan, karena dimata Vasko merkea hanay lah seekor binatang.
bugh... bughh... bugh..
“ Bangsat.... beraninya kau membuat adikku menjadi kelinci percobaan kalian, mati kau...” teriak Vasko.
“Pengobatan apanya binatang hina, kau membuatnya menjadi kelinci percobaan untuk bisnis obatmu,” teriak Joel dari sisi lain, dia datang bersama anak buahnya sambil menyeret direktur rumah sakti itu. Joel sama marahnya dengan vasko.
“Beraninya kalian melakukan ini pada manusia, dokter dokter bangsat seperti kalian tidak layak untuk hidup,” ucap Joel yang sudah menemukan bukti malpraktik yang mereka lakukan.
“Tuan ini salah paham, kami tidak melakukan apa pun, kami hanya menyuntikkan obat untuk memperce...” Bughhh.... bughhh... bughhh
Joel menghajar wajah pria itu sampai babak belur, kesabarannya sudah habis apalagi saat melihat informasi yang dia baca sebelumnya.
“ Tangkap mereka semua dan dudukkan di atas lantai, ikat tangan dan kakinya, tutup mulutnya,” titah Vasko dan langsung dilakukan oleh anak buah Joel.
Sebanyak sembilan orang petugas medis diikat dan duduk dia ats lantai, keadaan mereka mengenaskan, wajah mereka lebam lebam akibat pukulan Vasko.
Tiba tiba seorang dokter pria datang dan memasuki ruangan itu bersama beberapa perawat, “ Siapa kau !” ucap Vasko sambil menatap pria itu dengan tatapan tajam.
“Ini tuan... dia ingin berbicara dengan anda,” ucap Dokter muda yang tampak seusia dengan Otniel.
“Halo,” ucap Vasko.
“Vasko dia dokter yang kumaksud, biarkan dia yang menangani david, dia yang bisa kupercaya, aku yakin dia akan merawat David dengan benar, aku akan segera kesana bersama Joy,” ucap Otniel.
__ADS_1
“Apa kau yakin pria ini bisa dipercaya?” tanya Vasko sambil melemparkan tatapan tajam pada dokter muda dengan name tag Arthur itu.
“Aku yakin, dia yang terbaik setelah aku di akademi, kau bisa percaya padanya, kebetulan kalian melakukan perawatan di rumah sakit tempat dia praktek,” ucap Otniel.
“Hmmm baiklah,” ucap Vasko.
Panggilan diakhiri, dokter itu diijinkan menangani David dengan pengawasan ketat.
“Apa kalian tidak punya hati sampai kalian menyuntikkan obat terlarang itu padanya, keadaannya sudah sangat mengkhawatirkan, apa yang sebenarnya kalian lakukan bangsat...” Arthur berteriak marah saat mengecek kondisi David yang semakin melemah.
“Diamlah, aku akan menyelesaikan ini, kau lakukan yang terbaik, jika ada kesalahan kau akan sama seperti mereka, paham!!” sergah Vasko.
Glekk...
“Pa.. paham,” ucap Dokter Arthur sambil menelan kasar salivanya.
“Benar kata Otniel, pria ini menyeramkan,” batin dokter Arthur.
Sementara itu, Vasko menatap seluruh petugas medis itu dengan tatapan membunuh, dia menatap troli pembawa obat obatan itu dan melihat puluhan cairan injeksi yang sama seperti yang mereka suntikkan pada David.
Perlahan Vasko berjalan mendekati obat obatan itu,” mau apa kau bangsat, kau tidak akan lepas dari hal ini,” ucap direktur rumah sakit yang menjadi dalang utama dalam kasus ini.
“Aku? Aku hanya ingin bermain main dengan nyawa kalian, kudengar benda ini bisa menghancurkan organ manusia dan bisa memunculkan orang baru, hmmm aku penasaran apa aku bisa mengganti otak kalian dengan benda ini?” ucap Vasko sambil mengangkat sepasang ampul berbeda warna.
“Kau... aku akan melaporkan mu...”
Plakk.... Plakkk... Plakkk.....
“Sekali lagi kau berbicara, akan ku buat kau meminum kencingmu sendiri bangsat...” ucap Joel yang menampar wajah pria itu dengan telapak sepatunya.
Vasko mengambil cairan itu dan ..
Klakk... klakk... sruuuutt
“Siapa kira kira jadi pasien pertama kita hari ini hmmm?” ucap Vasko sambil membungkuk menatap mereka yang bergetar ketakutan.
.
.
.
Like, vote dan komen.
__ADS_1