
Di Jerman,
Vasko dan Joy berada di Penthouse milik Meri yang biasa dikunjungi oleh anggota aliansi. Vasko mengenalkan istrinya pada seluruh anggota aliansi dan memastikan fokus mereka melindungi wanita itu.
Pasangan pengantin baru itu sudah banyak mengukir kenangan di berbagai negara, bercocok tanam berharap segera ada benih yang tumbuh di lahan yang sudah di tabur benih.
Saat ini, Vasko dan Joy menikmati hari mereka di Penthouse milik Meri salah satu orang kepercayaan Vasko di aliansi Karena dia adalah dokter yang menangani anggota aliansi jika terjadi sesuatu.
Vasko tampak berjalan ke dapur dimana istrinya berada, porsi makan Joy memang benar benar meningkat akhir akhir ini, tidak seperti dirinya yang biasa.
Namun setelah makan dia akan memuntahkan semua makanannya.
" Huweeekk.... eghh... kau bau Mer, kau dari mana eghh... aku mual huweekkk..."
Joy kembali mual mual saat mencium bau parfum Meri yang juga masuk ke dalam dapur dan menemui Joy.
" Eh aku bau? mana mungkin, kau ini aneh aneh saja Joy semakin hari kau makin aneh," ucap Meri seraya mengejek Joy.
" Demi kepala botak si Ara, kau benar benar bau, menjauh dariku!" ucap Joy yang udah pusing bukan kepayang mencium bau dari tubuh Meri.
" huweekkk..."
Vasko yang baru masuk panik melihat istrinya, lain halnya dengan Meri dia hanya tersenyum tipis dan Vasko menangkap sorot mata kebencian di mata wanita bernama Meri yang usianya kira kira seusia Joel.
" Sayang kau muntah lagi," panik Vasko sambil mengusap punggung Joy dengan lembut dan memijit tengkuk Joy agar wanita itu tenang.
" Eghh... dia bau, suruh dia pergi huweekkk..." Joy kembali muntah.
" Ck... alasanmu saja banyak Joy, sudah kubilang jangan makan sembarangan, tapi kau memakan segala macam makanan yang kau lihat, pantas kau mual mual, perempuan bodoh!" ejek Meri dengan nada sarkas.
Joy menatap kesal pada Meri, sejak dia tiba di Jerman dan mengunjungi kantor aliansi suaminya, Meri selalu menunjukkan sifat tak suka pada Joy tetapi selalu bersikap lembut pada Vasko.
" Ini karena aku hamil, aku yakin itu!" teriak Joy karena benar benar kesal dan marah.
Vasko tau ,Joy tidak serius dengan ucapannya.
" Cihh... kau itu wanita mandul, mana mungkin kau hamil Joy, jangan harap, hahhaha... " Meri tertawa mengejek Joy.
Degh....
Hancur sudah hati Joy saat mendengar kata kata itu dari mulut Meri yang notabenenya adalah seorang dokter. Ucapannya tak mungkin diragukan.
" Apa maksudmu Meri!" pekik Vasko dengan nada marah, Joy sudah gemetaran saat mendengar kalau dirinya mandul.
" Jangan karena kau orang kepercayaan di aliansi, kau bertindak seenak mulutmu !" bentak Vasko, dia benar benar marah ketika melihat istrinya tak dihargai sama sekali.
" Aku tetap atasanmu!" bentak Vasko sebelum akhirnya dia mengangkat Joy ala bridal style dan membawa wanita itu keluar dari Penthouse.
" Tapi aku mengatakan hal yang benar tuan, dia mandul, anda salah memilih pasangan, lagi pula mana bisa wanita seperti dirinya mendampingi Anda!" pekik Meri.
" Perempuan gila!" umpat Vasko dengan nafas naik turun.
__ADS_1
"Sayang tolong turunkan aku," ucap Joy pelan.
" Tapi...
" Tak apa, ada yang harus ku bereskan," ucap Joy lembut seraya mengusap rahang suaminya.
" Baiklah,"
Vasko menurut dan menurun Joy dari pangkuannya. Wanita itu tampak mengepalkan kedua tangannya, dia mendekati Meri yang juga menatapnya tak kalah tajam.
" Kau hanya orang baru di aliansi ini, jangan berharap kau akan disanjung tinggi!" ucap Meri dengan nada pelan namun mengejek.
" Cihh siapa lu? minggir, gue mau makan kampret, gak usah halang halangi, emang Lu punya kuasa apa disini, cuma dokter doang, udah mukanya pake filler, bibirnya dower, jiahhh malu lah," cerocos Joy yang malah mengundang gelak tawa di saat seperti ini.
Vasko menepuk jidatnya sendiri, istrinya benar benar tak bisa ditebak.
" Astaga sejak kapan istriku jadi anak gaul kekinian ngomong pakai Lo gue," batin Vasko.
Meri mengepal kuat kedua tangannya, dia marah dan kesal, seketika wanita itu pergi dari hadapan mereka karena diejek soal fisik ya, dia memang benar benar sensitif dengan hal hal seperti itu.
" Hahahhaha.... si muka ikan badut nangis kasihan Huahahaah... lihat bibirnya memble Karena kebanyakan suntik, pipinya nonjol lumayan cantik kayak Angelina Jolie, yang ada jadi mirip Gorilla huahahhahah....."
Joy tertawa terbahak bahak melihat kepergian Meri. Mood wanita itu tiba tiba menjadi sangat baik.
Vasko sampai dibuat heran karenanya.
" Prrfffthhh hahhaha... sayang kau lihat tidak bokongnya itu, goyang kanan goyang kiri putar kana putar kiri hahahah.... kayak pantat Spongebob yang berkilau hahahahahah..."
Vasko mendekati istrinya, dia benar benar dibuat habis pikir oleh Joy.
" Astaga sayang kamu kenapa? gak lagi kerasukan setan kan? tiba tiba aja ngakak begini hahahha...."
Vasko memeluk istrinya yang masih tertawa itu.
" hahhaha... habisnya dia marah marah gak jelas, udah itu badannya bau ikan ieeewww..." celetuk Joy.
" Hidung kamu makin lama makin sensitif ya," ucap Vasko.
" He em... dan sekarang aku lapar, mau makan itu!" seru Joy sambil menunjuk kue nanas yang dibawa oleh Meri tadi.
" No!" teriak Vasko dengan tegas membuat Joy tersentak kaget.
" Why? kenapa hah? kamu juga mau larang aku buat makan? iya!" Joy berteriak marah karena suaminya berteriak dan membuat dirinya terkejut.
" Bu... bukan begitu sayang, sorry, tapi kam..
" Udah deh gak usah banyak alasan kamu sama aja sam si dokter jelek menye menye itu, kalian sama sama jahat arhhh... aku mau pulang!" pekik Joy dengan wajah memerah karena marah.
" Sayang,"
Joy meninggalkan Vasko disana, dia berjalan terlebih dahulu, Vasko dan Meri benar benar membuat dirinya kesal .
__ADS_1
" Mereka berdua kenapa sih, yang satu ngejek aku mandul, yang satu gak bolehin aku makan, , aku lapar banget lagi!" Joy terus menggerutu.
Sedangkan Vasko mengejar istrinya dari belakang dengan wajah panik.
" Sayang tunggu dulu!" teriak Vasko.
" Aku mau pulang!!!" pekik Joy dengan nada benar benar marah.
Para anak buah yang menyaksikan mereka terbelalak kaget melihat nyonya mereka berteriak marah ke arah sang leader yang tak pernah mereka saksikan dibentak orang lain.
Tapi kali ini, seorang wanita berhasil menaklukkan Leader berdarah dingin itu.
" Kita pulang ke rumah, ayo, tapi jangan marah ya please!" ucap Vasko mengikuti Joy masuk ke dalam mobil.
" Gak mau, aku mau kita pulang ke Indonesia sekarang!"ketus Joy yang sudah masuk ke dalam mobil dengan wajah kesal dan marah.
" Sekarang mana bisa sayang kita kan masih bulan madu," ucap Vasko.
" Bulan madu bulan madu, mana ada bulan dari madu, bilang aja kamu mau dekat dekat sama si onde onde sepet itu oihhhkkk kesel kesel kesel!!" Joy benar benar marah.
Bahkan Sean yang duduk di kursi pengemudi dibuat kaget dengan perubahan sikap istri adiknya itu.
" Ada apa Vasko, Joy?" tanya Sean.
" Kak Sean, kita pulang ya ke Indo, Joy kangen Diandra, disini gak enak, Vasko ngelarang Joy makan, Si Meri Meri ikan teri bau keki itu ejek Joy, dia bilang Joy mandul, Kita pulang ya hiks hiks hiks...," Tiba tiba Joy malah menangis.
Vasko memijit kepalanya,tak ingin dia marah tapi Joy benar benar aneh sejak beberapa hari terakhir.
" Bagaimana Vasko?" tanya Sean yang tak lagi memanggil Vasko dengan sebutan tuan.
" Haihh... kita berangkat hari ini kak," ucap Vasko sambil menatap istrinya yang mengacuhkan dirinya.
" Sayang lihat aku dong," ucap Vasko.
" Gak!" ketus Joy.
" Aku mau tidur, jangan diganggu!"
Joy langsung meletakkan kepalanya di paha Vasko, wanita ini ada ada saja, marah tapi setengah setengah.
" Ketularan Mama Gorilla nih,"gumam Vasko yang membuat Sean tersenyum.
Sementara itu Meri tampak menatap kepergian mereka dari jauh, dia mengepalkan kedua tangannya menatap penuh kebencian ke arah mobil mereka.
" Awas kau Joy, akan kupastikan anak yang kau kandung itu mati dan dirimu juga harus mati!!!" geram Meri.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😉