
Hari terus berlalu, tak terasa sudah dua Minggu Vasko dan Joy menikah dan menjadi sepasang suami istri yang sah.
Mereka berdua saat ini disibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing. Begitupun dengan David yang kantornya sudah ditempatkan di Jakarta.
Mereka semua sudah sepakat akan tinggal di Indonesia sampai Diandra melahirkan. Semuanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Aiden dan Mikha masih menunda acara resepsi pernikahan Putra mereka, rencananya akan dilaksanakan bersamaan dengan resepsi pernikahan Vasko dan Joy yang tertunda karena masalah keluarga Joy .
Joy sendiri tidak diperbolehkan bertemu dengan Papa dan Mamanya sampai Pak Putra menyadari kesalahan besar yang telah dia lakukan selama ini.
Bayi yang dikandung Amelia tidak bertahan, wanita itu mengalami keguguran setelah memukuli dirinya sendiri hingga janinnya gugur.
Joel dan Otniel yang diminta oleh Joy untuk mencari ayah bayi yang dikandung kakaknya tidak menemukan hasil apa pun, sebab Amel tidur dengan banyak laki laki.
Dan Tak ada satu pun yang bisa mereka tuduh sebagai ayah dari bayi yang dikandung oleh Amelia.
Kehidupan keluarga Pak Putra seketika itu hancur, Pak Putra yang terlalu memanjakan Putrinya hidup dalam penyesalan tak berguna, meski demikian dia malah menyalahkan kelahiran Joy sebagai pembawa musibah bagi keluarganya.
Cindy bahkan tak diijinkan bertemu dengan Joy, Keluarga baru Joy sangat melindungi perempuan itu, bahkan mereka membuat Joy sibuk dengan berbagai pekerjaan agar tidak memiliki waktu bersama keluarganya.
Di ruangan Santai, tampak Diandra duduk bersandar di atas sofa bersama Edward di sebelah kirinya dan Joel di sebelah kanannya.
Perutnya kian membesar seiring berjalannya waktu. David, Otniel dan Vasko sedang bekerja di Luar, Otniel mendapatkan praktek di rumah sakit di tempat Aurel Bekerja, meski dia punya banyak uang dia tak ingin berlega lega dan menjadi contoh yang buruk bagi putra nya, oleh karen itu dia tetap bekerja.
Vasko sendiri mendirikan klub di Indonesia, bahkan mengurus markas baru di Indonesia untuk tempat kedua bagi Black Rose, aliansia yang dipimpinnya.
David tentu disibukkan dengan urusan perusahaan bersama dengan Joy.
"Haihh... bosaaaannn..." Seru ketiga orang itu, mereka hanya duduk di rumah , menonton dan makan.
"Lama lama perutku bisa buncit seperti milikmu Dek kalau di rumah terus haishhh... ini benar benar membosankan," ketus Joel yang tak punya aktivitas apa pun disana.
" Ck... benar benar bosan, ehh bagaimana kabar kak Bella dan Kak William saat ini ya?" ucap Diandra.
"Ummm bagaimana kalau kita berkunjung ke tempat mereka?" tanya Diandra lagi.
"Nggak bisa Dian, mereka akan berbulan madu hari ini, setelah pernikahan seminggu yang lalu mereka berencana akan terbang ke Swiss dan tinggal disana untuk sebulan," ucap Joel.
"Yahhhh... ck... padahal aku kangen sama kak Bella haishhh..." Ucap ibu hamil itu sambil memasang wajah cemberut.
Bella dan William kakak kandung Joel sudah menikah seminggu yang lalu, keadaan William sudah benar benar pulih dan Otniel memastikan memberikan perawatan terbaik bagi pria itu.
"Kita telepon saja," ucap Joel.
__ADS_1
"Tapi nanti, mereka mungkin sedang di pesawat," ucap Joel.
"Huh... kenapa kak Bella gak biang bilang sih ," ketus Diandra.
"Kalau dibilang kamu ngidam ngikut bisa berabe kita Diandra," celetuk Joel.
"Ehh heheheh... ya maaf heheh," kekeh Diandra sambil mengusap perutnya.
" Ck... bosan juga kalau begini terus, gimana kalau kita Main ke perusahaan David?" usul Joel.
Mendengar hal itu langsung membuat Semangat Diandra menggebu gebu, hanya mendengar nama suaminya saja sudah membuatnya semangat apalagi kalau sampai melihat wajah suaminya.
"Let's go!!" seru Diandra dengan wajah ceria.
"Heh kau ini bucinnya si David ya, ck...ck.. ck... begitu dengar namanya otakmu langsung full," celetuk Joel seraya menatap Diandra.
"Heheheh... ya iya dong, " kekeh wanita itu sambil memainkan jari telunjuknya.
"Ya udah siap siap sana, kita ke Perusahaan David, pakai pakaian yang cantik, aku akan mendandani Edward," ucap Joel.
"Ashiaap bos hahah..." ucap Diandra dengan sangat girang.
Joel membawa Edward menuju kamar bocah kecil itu. Saat melihat hubungan Diandra dengan David begitu manis, Joel berharap dia bisa mendapatkan seorang wanita seperti Diandra.
"Haihhh suka sama cewek tapi ceweknya... ck... udah punya pacar, haishhh kenapa juga aku baru dapat infonya sial, padahal ini...(memegang dadanya) berdetak tak karuan," batin Joel dengan wajah frustasi.
Saat tau Ara punya kekasih, dia langsung mundur dan tidak mencari tau lebih banyak lagi sebelum dia menjadi perusak hubungan orang.
"Pengen jadiin dia milikku, tapi dia kelewat bucin sama pacarnya, haihhh... nasib nasib, kalau perasaan ini gak ilang juga, terpaksa jadi perebut pacar orang heheh..." batin pria itu.
Bisa bisanya Joel menyukai seorang gadis yang sudah memiliki kekasih, jatuh cinta pada pandangan pertama itu memiliki banyak cerita.
Sementara itu Diandra tampak sedang memilih pakaian terbaik di dalam lemari pakaiannya. Semakin hari selera fashion wanita itu semakin beragam.
Hari ini Dia Dea memilih mengenakan MIDI dress dengan model lengan Sabrina berwarna biru dengan motif bunga bunga. kecil yang sangat manis dan imut jika dikenakan oleh ibu hamil itu.
Dia memakai riasan tipis dengan lip balm dan rambutnya di kincir ke atas membuatnya tampak sangat cantik, dia memakai sepatu sport berwarna putih sebab kakinya akan pegal jika menggunakan heels.
Parfum kesukaannya dan anehnya David juga memakai parfum yang sama dengan milik istrinya.
"Baby Bubu kita ketemu Papa, penasaran deh gimana kantornya Papa, kita buat kejutan ya," ucap Diandra pada kandungan nya.
Setelah selesai merias dirinya,wanita hamil itu keluar dari kamar dengan membawa tas kecil di tangannya berisi beberapa lembar uang tunai dan juga ponselnya.
__ADS_1
Kaki Diandra melangkah menuju dapur, satu satunya yang dia cari saat ini adalah cemilan untuk di perjalanan.
Wanita itu ngacir ke dalam dapur dan mulai membuka lemari jajanan.
"Cari apa sayang?" ucap seseorang yang tak lain adalah Mikha.
Dian berbalik dia menatap Mikha yang juga menatapnya.
"Cantiknya menantu Mami," ucap Mikha yang malah terpana pada kecantikan Diandra.
"Hehehhe... Makasih Mami,"ucap Diandra yang langsung menghampiri ibu mertuanya sambil memeluk lengan wanita itu.
"Cari apa nak?"tanya Mikha.
"Cari cemilan heheh,"kekeh Diandra sambil menggaruk tengkuknya.
"Cemilan? hmmm... kamu mau makan ini gak?" tanya Mikha sambil menunjuk bola bola cokelat yang dia masukkan ke dalam wadah.
Mata Diandra langsung berbinar, dia mengangguk setuju.
"Mami tau kamu pasi suka, ini cemilan kesukaan suami kamu," ucap Mikha.
"Benarkah? tapi kak David gak pernah bilang," ucap Diandra.
"Hmmm? masa iya dia gak bilang? David itu suka makan bola bola cokelat, dia paling suka makan masakan rumahan dibandingkan dengan masakan luar, dan dia suka melukis," ucap Mikha.
Dian berpikir sejenak, dia tak pernah menanyakan hal semacam itu pada suaminya, justru selama ini suaminya mengikuti semua keinginannya.
"Kak David gak suka apa Mi?" tanya Diandra.
"Dia gak suka bangun tengah malam, dia gak suka di peluk tiba tiba, dulu kalau kami melakukan itu, dia akan marah besar, tapi dia banyak berubah setelah bertemu denganmu sayang,"ucap Mikhaa.
"Benarkah?"
"Hu.... um... kamu yang buat David banyak berubah, Mami mau ngucapin banyak terima kasih buat kamu," ucap Mikha sambil mengusap pucuk kepala menantunya.
"Heheh..."
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😉
Mami Mikha mertua idaman. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜