Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Masak


__ADS_3

David dan Otniel berdiri di hadapan mereka dengan penampilan aneh itu.


Erik pria yang mengikuti dan mengincar Diandra dan Edward, Vera wanita yang menabrak mobil yang dibawa Otniel dan Nani wanita yang mengincar Diandra dan Edward dibawa paksa ke tempat itu.


Beberapa hari lalu, saat David dan Otniel sedang mencari informasi mengenai keberadaan orang orang yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung, mereka menemukan fakta mengejutkan.


Kejadian saat itu,


Otniel sedang mengutak Atik jaringan komputer, dia melacak dan meretas semua kamera yang terpasang di jalanan serta beberapa rekaman GPS perjalanan para pengendara motor dan mobil yang berada di dekat mobil yang dikendarai oleh kedua wanita itu.


" Ck... Sialan, ini banyak sekali, " umpat Otniel yang sedang konsentrasi melacak rute perjalanan orang orang itu.


" Niel kau tau dimana Si Nani kampret itu, titik terakhir GPS-nya adalah apartemen ini!" Ucap David.


" Ahhh kau benar, kau teliti juga, aku terkecoh dengan GPS pengendara yang berdekatan bahkan satu arah dengan dia, " ucap Otniel.


" Hmmm"


Otniel kembali mencari titik keberadaan wanita yang lain.


"Niel aku menemukan pria bajingan itu!!!" Ucap David yang membuat Otniel terbelalak, sejak kapan si tuan Nicholas itu memiliki kemampuan hacking sehebat itu.


" Yakkk... Kau ini siapa? Sejak kapan kau tau meretas jaringan komputer! "Teriak Otniel.


" Heh bukan aku hahahahhahaha" tawa David terbahak bahak sambil menunjuk si kembar yang ternyata berada di belakang semua ini.


" Hai adik kecil hahahah" kekeh mereka berdua sembari melacak orang orang terkait.


" Haihh kupikir David, ternyata kalian," ucap Otniel sambil memutar kedua bola matanya.


"Kau yang lamban hahahah " ejek mereka berdua.


" Pria dan wanita itu adalah saudara dari ayah angkat Edward dulu, Niel" ucap Vasko yang mengungkapkan fakta tentang mereka berdua.


Otniel terbelalak dia menatap mereka dengan wajah terkejut bukan main.


" A... Apa kalian tidak salah? Apa kalian benar? Tapi kenapa mereka mengincar putraku!!" Ucap Otniel, bisa mereka dengar dengan jelas kalau pria sedang marah saat ini.


" Itu benar Niel, mereka adalah paman dan bibi Edward saat tinggal di keluarga itu, " ucap Vasko.


" Mereka mengincar Edward dan juga Diandra untuk membalas kehancuran keluarga mereka lebih tepat pria itu adalah dalang dari kecelakaan yang menimpa kalian," jelas Christan.


" Dan wanita itu adalah saudarinya yang sedikit gila dan nekat untuk melakukan hal hal ekstrim seperti itu, " ucap Christo.


" Jadi ini semua ulah mereka, putraku sampai bermimpi buruk, pantas saja dia selalu bilang kalau ada monster yang ingin mengambilnya dariku, sialan!" Umpat Otniel sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Lalu bagaimana dengan wanita yang satu lagi?" Tanya Otniel.


" Wanita itu," Christan melirik David.


" Kenapa kak? " Tanya David penasaran.


" Dia dipengaruhi oleh obat obatan sehingga berani melakukan hal ekstrim itu, sudah sekitar dua bulan wanita itu mengonsumsi narkoba dan benda gila itu membuatnya menjadi percaya diri dan bisa melakukan hal nekat, " jelas Christan.


"Dan kejadian di toilet saat Diandra hampir terjatuh adalah ulah manusia itu!" Tambahnya.


BRakkkk..


" Apa!!!" Pekik David, dua benar benar marah saat mendengar semua penjelasan itu.

__ADS_1


Setelah berhasil menemukan informasi tentang mereka, kedua pria itu pergi dari rumah besar Park dan menjalankan aksi mereka untuk menangkap ketiga tersangka utama yang akan mereka eksekusi karena telah berani mengusik keluarga mereka.


Orang baik yang diuji kesabarannya perlahan berubah menjadi psikopat yang mempermainkan mental dan fisik korbannya.


Penyerangan secara diam diam seperti maling yang datang di malam hari, menyergap dan menculik ketiga orang itu setelah memberikan teror mengerikan yang akan mereka ingat untuk seumur hidup mereka.


Kembali ke masa sekarang, Otniel dan David memulai aksi mereka.


" Kak David apa yang kau lakukan, kanan membuatku seperti ini, tolong lepaskan aku!" Tangis Nani meronta ronta di ikatan itu.


" Teruslah bergerak, maka tubuhmu akan terpotong oleh karet itu!" Ucap David.


"Kau hampir membuatku kehilangan istri dan anakku, apa kau tidak ingat kejadian di kamar mandi restoran wanita Jal4ng!! " Umpat David .


" Aku tidak melakukan apa pun, apa buktinya, kenapa kau menuduhku kak, aku tidak salah, hiks hiks hiks" ucap Nani dengan air mata palsunya.


" Prrfffthhh hahahahah" kedua pria itu malah tertawa.


" Aktingnya sangat buruk, bahkan Edward saja bisa akting lebih baik dari itu hahahah" ejek David.


" Kau benar, dia pelakon yang buruk," timpal Otniel.


" Lalu kenapa aku dibawa kesini!!! " Pekik Vera.


" Ohh ayolah nenek sihir, apa kau tidak ingat kalau kau menabrak mobil kami atas suruhan si bajingan tak berotak ini? "Ucap Otniel sambil menoyor kepala Erik dengan tangannya.


"Sakit bangsat, kau.. kau menghancurkan keluarga ku hanya karena anak pungut sialan itu!!! " Pekik Erik.


Bughhh


" Sekali lagi mulutmu mengatakan yang tidak tidak tentang putraku, maka ku percepat kematianmu bangsat! " Ucap Otniel tepat setelah dia melayangkan satu pukulan keras di wajah Erik.


" Anj**g ! " Umpat Otniel.


" Wow!" David terbelalak baru kali ini dia mendengar Otniel berkata kasar seperti itu.


Grepp...


Otniel mencengkram leher wanita itu dan mencekiknya sekuat tenaga, matanya melotot, pembuluh darahnya mengembang, rahangnya mengeras sambil menatap Vera.


"Kau memang persis seperti binatang, dia putraku, dan kau tidak berhak mengatakan hal yang tidak pantas pada putra seorang Otniel!!" Ucapnya dengan sarkas.


" Uhuhkk... Uhukk... Le..lepaskan aku... " Nafas Vera mulai tersengal sengal, wajahnya memerah, pasokan udaranya mulai menipis.


" Niel lepaskan!" Ucap David.


Inilah alasan David, Vasko dan Joel jarang membawa Otniel jika ada masalah, dia akan benar benar menggila seperti saat ini, bahkan tak segan dia akan mematahkan dan mencincang tubuh orang yang mengusiknya jika itu diperlukan.


" Aku harus membunuh si jal4ng ini David, dia melukai anakku!! " Pekik Otniel.


" Ck... Apa yang akan dikatakan Edward kalau tau Daddynya membunuh seorang wanita," ucap David.


Begitu mendengar nama Edward, pria itu Langsung melepaskan tangannya.


" Hahhh... Hah... Hahh... Hahh.... Uhuk... Uhuk.." wanita itu mengambil nafas dalam dalam, rasanya benar benar sakit dan sesak di saat yang bersamaan.


" Harusnya kucincang tubuh mu, tapi karena aku punya anak , aku tak bisa melakukannya," ketus Otniel.


" sialan kau!!!" Pekik Erik.

__ADS_1


" Kak David uhukk... Lepaskan aku.. hahh... Uhukk..." Nani mulai sesak nafas wajahnya memerah, pembuluh darahnya mulai mengembang, dia butuh suntikan baru.


" Akhh... Lepaskan aku... Sesak,, obatku tolong ahhhkk..." Teriak wanita itu.


" Kau mau ini?" Ucap David sambil mengangkat jarum suntik yang biasa digunakan oleh Nani.


" Iya.. berikan.. cepat, ini sakit cepat berikan padaku!!!!" Pekik wanita itu.


" Tidak akan!" Ucap David.


" Akhhh kumohon... Akhhh... Sakit" Nani meracau tak jelas, mengonsumsi narkoba membuatnya ketagihan dan malah menjadi kebutuhan sehari hari baginya.


" Kita mulai eksekusi nya!!" Ucap Otniel sambil mengambil air dan garam yang sudah mereka siapkan .


" Kita buat goreng pisang hahahahaha" tawa pria itu.


Otniel mencampur air dengan garam yang sangat banyak.


" Siram, tapi perlahan lahan supaya garamnya meresap,"Ucap mereka.


Byuuuuurrrrrr


Air garam itu di siram ke tubuh mereka bertiga, seketika itu mereka bertiga berteriak kesakitan, apalagi garam akan membuat Luka semakin perih dan Otniel menyiksa mereka dengan cara menyakitkan ini.


" Arrhrhhh......."


" Sakiiiiittt....." Pekik mereka, saat luka dan garam menjadi satu, benar benar menyakitkan.


" Ikannya harus digarami dulu, hahahahahah"


" Sekarang tepung nya, " ucap David yang mulai membuka bungkusan tepung.


" Taburkan,"titah David.


Tepung itu ditaburkan ke seluruh tubuh mereka, semuanya diselimuti dengan tepung, mereka berdua benar benar memasak manusia saat ini, dua kombo psikopat yang sedang mengamuk tak bis dihentikan.


" Hahahahahha lihat mereka putih seperti boneka salju."


Setelah tepung itu di taburkan tubuh mereka terasa gatal dan nafas mereka terasa sesak, ternyata bahan tepung itu menyebabkan alergi parah yang membuta kulit terasa sakit dan gatal di saat yang bersamaan.


" Baiklah bagian terakhir!!" Seru mereka berdua sambil menyiramkan minyak makan ke tubuh Ketiganya...


" Ini pembalasan yang setimpal untuk apa yang kalian lakukan pada semua orang yang telah kalian lukai!" Ucap David.


" Tinggalkan mereka disini, ahhh lepas saja ikatannya dan biarkan mereka dimakan hewan buas, "ucap Otniel.


" Baik tuan!" Ucap Mereka.


" Ayo pergi, Mama Gorilla sudah mencari kita!" Ucap Otniel.


" Hhmmm "


.


.


.


Like, vote dan komen 😊

__ADS_1


__ADS_2