Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Baik


__ADS_3

Chelsea menatap heran kedua kakaknya, kakak kembar seiras yang hanya berbeda jenis kelamin itu. Dia terkejut mendengar pernyataan Vernon, kakak laki laki nya yang menurut kenangan masa kecilnya selalu membuatnya membuatnya menangis meski pada Akhirnya Vernon akan memberikan makanan dan cemilan untuknya.


Memenuhi tuntutan orang tua sejak kecil,membuat anak kembar itu tak bisa terus memperhatikan Chelsea sehingga terlihat seolah mereka tidak dekat,padahal dari kejauhan keduanya selalu memperhatikan segala tindakan Chelsea untuk mengurangi kekejaman orang tua mereka.


Bahkan sampai membuat Chelsea keluar dari rumah adalah rencana mereka berdua, agar setidaknya Chelsea bisa meraih mimpinya menjadi seorang dokter, dan hidup bahagia tanpa harus memikirkan rumah yang mereka sebut sebagai neraka itu.


"Ka..kalian sengaja?" tanya Chelsea dengan suara tergagap menatap kedua kakaknya.


"Semuanya untukmu my lovely, kami sengaja melakukannya agar kamu bisa keluar dari neraka ini, kami tak tahan melihatmu kesepian terus,kakak tak diperbolehkan main denganmu, kau tau kan Papa bagaimana," ucap Vero sambil mengusap wajah adiknya.


"Tapi kenapa kita tidak melawan saja? kenapa membiarkan mereka seenaknya, bukannya mereka orangtua kita, tapi kenapa seperti ini??" tanya Chelsea, matanya lagi lagi berkaca kaca.


"Tidak bisa sayang, kami takut kalau kamu melawan, kamu yang jadi incaran Papa dan Mama, bahkan kamu mungkin bisa mengalami hal lebih menyedihkan dari ini," jelas Vernon sambil menghapus air mata Chelsea, hal yang tak pernah dengan bebas dia lakukan.


"Hiks hiks hiks... ke apa keluarga kita begini kenapa semua ya begini? bukannya kita juga punya hidup kita sendiri, El gak mau begini!!" tangis gadis itu di depan kedua kakaknya.


"husshhh tenang El, nanti Papa dengar kita bisa dalam masalah, semua akan baik baik saja, kamu lakukan saja bagianmu dan jadi perempuan baik di acara lamaran ini, setelah itu kita bicarakan rencana selanjutnya," ucap Vero.


"Vernon benar, kamu harus tenang, ingat melakukan akting yang sempurna, cukup jadi gadis penurut, serahkan sisanya pada kami," ucap Vernon.


"Tapi kalau kalian ketahuan bagaimana?" tanya Chelsea sambil menatap mereka satu persatu.


"Kami sudah mempersiapkan diri kami untuk kemungkinan terburuk El, tak perlu khawatir, kau akan lihat seberapa gila kami," bisik Vero seraya mengedipkan sebelah matanya pada Vernon.


Saat mereka sedang berbicara tiba tiba terdengar suara tuan Shena Papa mereka yang kini berdiri di depan pintu kamar Chelsea setelah mendengar laporan dari si mulut ember siapa lagi kalau bukan Monika.


"Buka!" titah pria itu dari luar.


"Yaaa, Papa datang, mampus gue mampus!!" gerutu Vernon sambil berlari kesana kemari


Vernon panik, dia langsung melompat keluar jendela dan bergelantungan di seutas tali yang terhubung ke sebuah pohon besar di rumah itu dan memutus tali nya.

__ADS_1


"Vernon!!"seru Vera yang khawatir pada kembaran nya itu.


Tiba-tiba pintu di buka dengan cepat Vero memulai aktingnya dia duduk di jendela dengan tangan ke belakang sambil membuka tali yang terikat ke jendela kamar Chelsea.


"Apa yang terjadi disini!" suara tegas itu seolah memekakkan telinga semua orang yang mendengarnya. Vero memiringkan sedikit Kepalanya karena suara itu membuatnya kesal.


"Pa, aku sudah mengurus si udik itu, barusan dia mencoba melukai dirinya," ucap Vero sambil melirik kamar mandi dimana Chelsea sedang membersihkan dirinya, bahkan Vero terkejut saat melihat bagaimana sigapnya sang adik yang langsung berlari ke kemar mandi sebelum tuan Shena Masuk


"Syukurlah dia sudah masuk, ternyata dia bisa diajak kerja sama, kupikir Karena selama ini kami tidak sedekat itu, dia tak paham dengan hal hal seperti ini, adikku memang pintar!" batin Vero.


"Dimana si bodoh itu!"tanya tuan Shena, pria dengan leher pendek, dengan lemak di bawah lehernya hampir membuat nya terlihat seperti kodok saat lapisan kulit di bawah mulut si kodok mengembang.


Mata bulat besar, kumis tebal, kacamata bulat di satu sisi matanya, tubuh gempal dengan stelan kemeja yang terlihat sesak dan tidak nyaman, belum lagi sepatu koboi yang dipakainya dan rambut palsu yang tidak cocok dengannya, sungguh penampilan yang aneh.


"Sedang membersihkan diri, ada apa Pa?" tanya Vero sambil duduk di sofa ruang kamar itu, anggun dan elegan seperti biasa dan bertingkah seolah tidak terjadi apa apa.


Tuan Shena menatap ruangan itu dengan tatapan curiga, dia mengedarkan pandangannya dan berjalan menuju jendela. Vero terlihat tenang namun sesungguhnya dia takut adik ya ketahuan, wanita itu menggigit bibir bawahnya berharap Vernon tak lagi disana.


"Kau sudah selesai? cepat ganti pakaianmu dengan itu!" titah Vero dengan tegas sambil menunjuk gaun yang diletakkan di atas kotak besar dan segala perlengkapan nya.


Tuan Shane berbalik saat mendengar Chelsea sudah selesai, " jangan biarkan jendelanya terbuka, angin dingin akan membuat kalian Flu cepat bersiap siap, sebentar lagi calon suamimu akan tiba!" titah Tuan Shane sambil menutup jendela kamar Chelsea.


"i..iya Pa," ucap Chelsea sambil menunduk patuh.


Tuan Shane keluar dari ruangan itu, meninggal Chelsea dan Vero disana.


"Haahhhh.... "Keduanya bernafas lega saat Tuan Shane keluar dari kamar itu .


"Hahahah... ternyata kau bisa diajak kerja sama, kita sefrekuensi!" ucap Vero sambil tertawa kecil menatap adiknya.


"Aku kan adik kalian," ucap Chelsea dengan senyum lembutnya.

__ADS_1


Melihat senyuman itu membuat hati Vero bergetar, dia mengusap wajah adiknya," kasihan ku El, seharusnya kamu sudah bahagia di luar sana, ck... ahh sudahlah, ayo cepat ganti pakaianmu, biar kakak bantu," ucap Vero dengan lembut, karakternya benar benar berbeda dengan Vero yang Chelsea kenal selama ini, ternyata kedua kakaknya peduli padanya hanya saja tidak bisa leluasa menunjukkan kalau mereka menyayangi Chelsea.


"Jadi apa orang orang yang mengikutiku selama ini adalah orang suruhan kalian kak?" tanya Chelsea sambil mengganti pakaiannya.


"hmmm ketahuan ya? heheh ya begitulah, sudah cepat ganti bajumu, nanti disana jadi gadis penurut, setelah acara selesai kami akan membantumu keluar dari sini!" ucap Vero.


"kalian bagaimana kak?" tanya Chelsea.


"Tenang saj, serahkan pada kami, Papa dan Mama harus diberi sedikit kejutan dan Monika harus disingkirkan dari rumah ini," ucap Vero.


"jangan sampai kalian dalam bahaya," ucap Chelsea.


Akhirnya gadis itu berganti pakaian menggunakan gaun cantik nan mewah, acara lamaran akan dilangsungkan malam ini, dan sudah direncanakan sejak awal oleh kedua orangtuanya.


Tak bisa menolak, mereka hanya bisa menurut Dnegan semua konsekuensi yang akan mereka terima.


Chelsea di ruas dengan cantik, selama dua jam dia menghabiskan waktu untuk merias penampilannya.


"nona, Sudah waktunya!" suara Des terdengar dari balik pintu.


"Ya!" jawab Vero singkat.


"Kak aku takut," lirih Chelsea.


"semua akan baik baik saja,"ucap Vero menenangkan adiknya.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😊😊


__ADS_2