
David panik, dia langsung mengangkat tubuh Diandra dan berlari menuju kamar mereka diikuti oleh Otniel, Joel dan Vasko yang sama paniknya dengan David.
Yang lain sampai terkejut bukan main saat melihat Diandra terjatuh ke lantai tak sadarkan diri. Nyonya Alena terdiam, dia membisu saat melihat reaksi Diandra yang diluar perkiraan itu.
Diandra terlanjur kecewa, dia marah padahal seharusnya dia bisa mengerti dengan keadaan dan menunggu penjelasan dari Nyonya Alena.
Sean mengeraskan rahangnya, dia benci jika Wanita di depannya itu bersedih atau diperlakukan seperti tadi, sebab dia hapal betul semua perjuangan nyonya Alena selama dia tinggal bersama mama angkatnya itu.
“Ma kita pulang, dia tak menginginkan Mama disini, Ayo pulang aku tak mau mama sakit,” ucap Sean dengan nada kesal.
“Tunggu dulu nak Sean, jangan mengambil kesimpulan seperti ini, Diandra juga punya alasan kenapa dia kecewa seperti itu,” ucap Mikha yang tak suka dengan sikap keras Sean.
“Benar, tunggu sampai Diandra bangun, dia pasti syok dengan semua kejadian ini, kalian semua juga dengar kan apa yang diucapkan Diandra tadi,” tambah Andin.
“Alena kuharap kau mampu menyelesaikan ini dengan baik dan tenang, jangan melarikan diri lagi, Mereka sudah cukup menderita dengan kehidupan mereka selama ini,” tambah Luna.
“Selain itu kurasa Diandra mengalami hal menyakitkan di hidupnya, dia pasti mengalami kejadian mengerikan yang tidak kita ketahui di rumah itu,”tambah Luna.
“Kita harus menjelaskan semuanya dengan benar pada Diandra dan mendengar ceritanya, kasihan dia, dia tengah mengandung, jangan sampai kandungannya terpengaruh,” tambah Mikha lagi.
“Aku tidak tau kalau akan jadi seperti ini, hiks hiks hiks... aku memang bukan ibu yang baik,” tangis Alena menyesali perbuatannya di masa lalu.
Mendengar semua percakapan mereka, Reva yang sedari tadi menyaksikan hal itu dari sudut ruangan masuk dan memeluk mamanya sambil menangis.
“Mama,.... jangan menangis, reva akan bantu menjelaskan pada kak Dian, Reva akan jelaskan semuanya, jangan sedih pleaseee...” pinta gadis itu sambil memeluk Mamanya dari depan.
Sementara mereka khawatir disana, David kini dilanda kepanikan saat melihat wajah pucat istrinya.
“Otniel cepat lakukan sesuatu, bagaimana keadaan istriku, cepat buat dia sadar,” teriak David panik.
“Tenanglah David,” tegur Vasko.
__ADS_1
“Bagaimana bisa aku tenang saat melihat istriku seperti ini Vasko, kau juga kenapa tidak bisa mengkondisikan sesuatu,” pekik David.
“Aku juga tidak tau kalau akan menjadi seperti ini David,” ucap Vasko kesal.
“Ahhh sialan, kalian tidak dengar apa yang dikatakan oleh Diandra tadi hah? Dia hampir diperkosa berulang kali, dia.... dia menderita di rumah itu, kenapa harus seperti ini, ahhhh sialaaann,” David benar benar kacau, dia berjalan kesana kemari, merem4s kepalanya dan mengusap wajahnya dengan kasar.
“David kau bisa tenang tidak,” ketus Otniel dengan wajah kesal, disaat dia sedang berkonsentrasi, david malah berteriak tidak jelas di ruangan itu.
“Aku tidak bisa tenang Otniel...” pekik David.
Bughh...
Satu pukulan keras mendarat di wajah tampan David, pukulan telak dari Joel yang kesal karena pria itu tak bisa tenang. Dia tau David khawatir pada istri dan janin di dalam rahim Diandra, tetapi panik tidak akan membuat masalah mereka selesai dengan cepat.
“Tenang kan dirimu bodoh, kau itu seorang kepala keluarga, kau harus tenang, marah marah seperti ini tidak akan membuat keadaan Diandra semakin baik, dasar bodoh,” umpat Joel pada David yang terjatuh ka atas lantai, sudut bibirnya berdarah karena pukulan Joel.
Pria itu tidak bangkit dari lantai, dia duduk disana dengan wajah frustasi, reaksi Diandra tadi serta kebenaran bahwa Diandra menderita di rumah itu membuat David merasa buruk dengan dirinya sendiri.
Sorot mata Dian yang kecewa karena ternyata selama ini Nyonya Alena berada di dekatnya namun tidak mengungkap identitasnya, kesedihan dan kekecewaan karena merasa kesepian dan menderita di rumah itu.
“David, kurasa kau harus menenangkan Diandra, kau harus bisa memberi pengertian padanya, kau harus mendengar alasan nyonya Alena terlebih dahulu kemudian bisa melakukan tindakan berikutnya, jika begini Diandra akan semakin lemah, kita harus menyelesaikan masalah ini,” ucap Otniel sambil fokus memeriksa kondisi Diandra.
“Benar yang dikatakan Otniel, Mama pasti punya alasan yang kuat Vid, kau tak bisa melihat hanya dari satu sudut pandang saja,” tamabah Vasko yang memang lebih berpikiran dewasa.
“Aku yakin Mama punya alasan yang kuat dengan melakukan hal itu, kau tau, kondisi yang tidak bisa dihindari,” ucap Vasko.
“Benar, yang mereka katakan, kalau kau menghadapinya dengan hati panas maka semuanya tidak akan berjalan dengan baik, yang ada hanya kesalah pahaman,” tambah Joel.
David menghela nafas berat, pikirannya benar benar kacau saat ini, pertemuan dengan orangtua kandung istrinya yang dipikir akan menjadi pertemuan yang menyenangkan justru mendapatkan respon kecewa dari istrinya bahkan sampai membuat Diandra tak sadarkan diri.
“Jika bisa, lebih baik Diandra tidak perlu tau siapa Mama kandungnya kalau ujung ujungnya dia tersakiti seperti ini,” ucap David dengann nada kesal.
__ADS_1
Mendengar itu membuat Vasko kesal, dia menarik kerah David dan menatap sahabatnya itu dengan tajam,”Kau dengan mudah mengatakan itu sementara kau tidak mengalami apa yang kami rasakan David, kau tidak tau rasanya hidup dalam kesepian dan lingkaran setan para mafia bajingan itu,” ucap Vasko dengan penuh penekanan.
“KAU TIDAK TAU APA APA...” geram Vasko.
“Kalau Diandra sampai terluka seperti ini bukankah lebih baik dia tak perlu tau siapa orangtuanya Vasko,” ucap David tak kalah marah, dia juga mencengkram kerah baju vasko, melemparkan tatapan kemarahan pada pria yang merupakan kakak iparnya itu.
Joel dan Otniel menjadi kesal, karena bukannya semakin tenang, kedua orang itu malah berdebat.
“Kalian berdua hentikan ini semua, dasar orang orang bodoh,” umpat Joel dengan nada kesal dan marah.
“Sial...” umpat mereka berdua sambil melepaskan kerah baju masing masing.
“Kalian yang paling tua disini, tapi kalian yang paling tidak bisa menjaga ketenangan, dasar orang orang bodoh,” ketus Otniel.
“Sana kalian keluar, Diandra butuh istirahat, Joel usir kedua makhluk bodoh itu,” ucap Otniel.
“Sana keluar, kalian selesaikan masalah kalian, baru kalian boleh melihat Diandra,” ucap Joel sambil mendorong mereka berdua keluar dari ruangan itu.
“Tapi aku ingin memastikan...”
“Tak usah banyak alasan, sana cepat kalian selesaikan masalah kalian, sepertinya kita harus menunda kepulangan ke Jerman,”ucap Joel mendorong mereka berdua keluar dari kamar danmengunci kamar dengan rapat.
“Buka, Joel... aku ingin menemani istriku,” teriak David yang diusir dari kamarnya sendiri.
“Diam kau, kau hanya akan membuat kekacauan disini, kalian baru kami perbolehkan menemui Diandra setelah menyelesaikan masalah kalian berdua,” balas Joel.
.
.
.
__ADS_1
Like, Vote dan komen.