
William membawa Bella bersamanya, dia melihat pakaian Bella yang cukup terbuka, dengan lembut pria itu menarik tangan Bella dan menyandarkannya ke dinding.
“Ada apa Will?” tanya Bella dengan suar lembutnya, sebenarnya Bela adalah anak yang ceria dan baik namun nyonya Helen yang tidak memperdulikan dirinya bahkan Papanya tuan Besara yang tidak mengakuinya membuatnya menjadi seorang wanita yang liar.
Kehidupan malam sudah lekat dengan gadis itu, meski demikian dia belum kehilangan keprawanannya, dia masih waras untuk tidak menjual keperawanannya demi kesenangan pribadi.
Kehidupannya yang menyedihkan arena ambisi nyonya Helen untuk menjadi orang kaya dan terkenal menjadikan Bella sebagai sarana untuk memenuhi keinginannya yang tidak terkabul saat dia muda.
Suram, menyedihkan dan kesepian itulah yang dihadapi Bella setiap hari, apa pun yang dia lakukan tak pernah benar di mata Mama dan Papa kandungnya, hingga saat mereka masuk ke keluarga Aniston, dia dapat merasakan kasih sayang seorang Papa, membuatnya tamak dan tak ingin berbagi kasih sayang itu dengan Diandra.
Gadis yang selalu dipaksa dan dimanjakan dengan uang, padahal hatinya begitu kesepian, tak ada satu malam pun yang dilaluinya tanpa tangisan kesedihan dan kesepian.
Saat mereka masuk ke keluarga Aniston, dia bisa merasakan memiliki orangtua yang lengkap, awalnya Bella menyukai diandra namun karena hasutan Nyonya Helen dia membenci Diandra dan mengatakan bahwa tuan Brandon hanya akan menyayangi Diandra, oleh karena itu Bella sering mengganggu Diandra.
Hingga saat dia bertemu dengan William seorang mafia yang kejam dan menyeramkan, dia bertemu dengan William saat gadis itu tengah mabuk dan berjalan sendirian di jalanan yang gelap, dan ternyata saat itu dia diikuti preman dari belakang.
Bella berjalan sambil menangis tersedu sedu meratapi nasibnya, dia benar benar sedih dengan hidupnya yang kesepian dan kehilangan arah, pernah sekali dia ingin mendekat dengan Diandra namun gengsinya terlalu besar.
Dia sudah jatuh terlalu dalam dengan kehidupan suramnya, hingga saat dia hampir saja kehilangan kesuciannya karena diseret oleh sekelompok preman ke dalam gang sempit, William menyelamatkan hidupnya.
Perlahan Bella menemukan sosok yang benar benar menyayangi dan mencintai dirinya.
Saat ini mereka masih di lorong hotel, William menaikkan lengan gaun Bella dan menutupi bahu indah kekasihnya, kemudian menurunkan rok gadis itu dan menutup bagian dada Bella agar tidak terekspos.
“Kita tidak akan ke bar lagi sayang, aku ingin kau meninggalkan dunia malam,” ucap William.
Bella menatap William degan intens,”Pffthhh hahahha.... apa kau sudah gila sayang? Ada apa denganmu hari ini? Apa kau sedang tidak waras?” tanya Bella sambil memutar mutar jarinya di dekat pelipisnya.
“Aku serius, aku tidak gila Bella, aku ingin kau jalani kehidupan normal,” ucap William sambil menutup tubuh Bella dengan jaket yang dipakainya.
“Apa pesonaku sudah berkurang sayang? Atau apa kau akan meninggalkan..” Bibir Bella langsung disambar oleh William.
“Jangan mengatakan kata kata tidak penting itu, aku tak akan meninggalkanmu,” ucap William.
“Bagaimana kalau aku yang akan meninggalkanmu,” ucap Bella.
William terdiam, dia sudah tau rencana mereka, sebab dia mendengar semua perkataan nyonya Helen beberapa saat lalu.
__ADS_1
“kalau itu pilihanmu aku akan melepasmu, tapi jika boleh meminta, aku tak ingin kau pergi Bell,” ucap William sambil memperbaiki lipstik Bella.
Bella terdiam, dia mengingat rencana Mamanya, apa yang harus dipilihnya antara menjadi terkenal dengan menggaet tuan Nicholas dan membesarkan nama Mamanya atau memilih kekasihnya.
William membawa kekasihnya, di satu sisi dia khawatir dengan Bella, di sisi yang lain dia tak ingin mengekang gadis yang dipilihnya untuk bertahta di dalam hatinya itu.
Sementara itu pesawat yang ditumpangi oleh David dan rombongannya telah mendarat di bandara pribadi milik keluarga besar David.
David dengan setia menggendong tubuh istrinya, mereka tiba setelah 15 jam perjalanan dan tiba di Jakarta pukul 11 menjelang siang menurut Waktu Indonesia.
Kini mereka sudah dalam mobil dan disambut dengan hangat oleh para pengawal dan saudara saudara David disana.
“Welcome Home Bocah tengil,” ucap beberapa orang yang berbaris menyambut kedatangan mereka di bandara itu.
David tersenyum, dia benar benar merindukan saudara saudaranya yang hebat dan luar biasa itu.
“Ahhhh kalian membuat seorang David terharu, huh sungguh langit akan mendung kalau begini,” ucap David sambil menatap mereka dengan mata berkaca kaca.
“Hahahahhah dasar cengeng,” ucap seorang wanita cantik nan elegan dengan tinggi badan proporsional dan cocok menjadi seorang model, tapi jangan salah profesinya adalah seorang dokter bedah jantung terkenal di Indonesia bahkan taraf internasional.
“Wah... bukannya dia dokter Aurel Maureer yang terkenal itu? Ahhh kenapa David tak pernah membicarakan kakak perempuannya itu,” batin Otniel yang tidak menyangka akan bertemu dengan dokter jantung terbaik itu di negara ini.
“ Akhirnya adikku yang cengeng ini pulang juga ahahha,” tawa seorang pria tampan dengan wajah khas Asia, dia adalah Christan anak pertama dari pasangan Gamaliel Park dan Luna Christina, saudara kembarnya Christopher dan sebenarnya mereka memiliki saudara lain, hanya saja meninggal saat usianya masih sangat muda.
“Ahhh kak Christan kau bisa saja, dimana kak Christo?” ucap David.
“Astaga aku mendengar suara bocah tengil yang selalu mencuri makananku di malam hari,” ucap seorang pria yang wajahnya persis dengan wajah Christan yang membedakan hanya mata merkea yang unik.
“Hahahah kak christo kau selalu saja mengingat kejadian itu,” kekeh David.
“hhmmmmm tentu saja, ehh ada apa dengan adik ipar? Apa kau membuatnya kelelahan?” ucap Christo sambil menaikkan satu alisnya seraya menggoda David.
Pletak
“Kakak kenapa jadi Mesum sih?” gerutu seorang wanita lainnya yang parasnya tak kalah cantik dari Aurel dia adalah Jesika Lee anak kedua dari pasangan super dingin Mark Lee dan Andin sahabat Luna, kakaknya adalah Joano Lee.
“ck... aku mana ada berpikir tentang itu Jeje, kau saja yang pikiran kotor,” ucap Christo membela diri.
__ADS_1
“Heiii.... ayolah kak kami sudah hapal dengan sikapmu,” ucap seorang pria dari dalam mobil, dia memiliki tatapan dingin dan tajam seperti Papanya tapi sikapnya lembut seperti mamanya dia adalah Joan kakak laki laki Jesika.
“heh diam, jangan ikut campur,” ucap Christan yang wanti wanti kalau dia akan dilibatkan dengan perdebatan ini.
Mereka semua berdebat sendiri sampai membuat rombongan David terheran heran dengan orang orang itu, jika dilihat dari penampilan luarnya mereka adah orang yang elegan dan tentunya tidak akan mungkin memiliki sikap seperti itu, namun tebakan mereka salah.
Mereka semua adalah orang paling mengesalkan yang pernah dilahirkan ke dalam dunia ini.
“Astaga sekian tahun tak bertemu, kalian semua masih sama saja,” ucap David sambil geleng geleng kepala, dia masih berdiri menggendong sang istri yang terlelap.
“Heh tentu saja sama, yang berubah itu kau, kau sudah jadi bapak bapak sekarang huahahahahahahah,” ledek Aurel yang kocaknya persis seperti Papa mereka Aiden Maureer.
“Prffhtthh.. hahahahah kalau dia bapak bapak kau adaah tante tante bwahahahahahahh....” mereka tertawa bersama sama, sungguh sebuah pertemuan yang hangat dan menyenangkan.
“Ehhh si Joy Joy mana vid?” tanya seorang pria lain dengan paras wajah yang begitu tampan, dia adalah Varrel anak satu satunya pasangan David Kenzo dan Rose.
“Joy? Eh ya ampun ketinggalan, dia masih molor,” ucap Otniel yang langsung masuk lagi ke dalam pesawat.
Christan dan Christo menatap dokter muda itu,” Apa dia Otniel?” Tanya Christan pada David.
“Iya kak, dia Otniel,” ucap David.
“Hmm...” keduanya hanya berdehem, mata mereka tak lepas dari pria itu.
“Ya sudah ayo cepat masuk, Mama Park udah marah marah di rumah karena kita terlalu lama, bisa jadi lemper kita nanti,” teriak Joan dari dalam mobil.
“Mampus, habis kita sama Mama Park nanti,” gumam Jesika.
Akhirnya mereka pun berangkat menuju rumah besar keluarga Park dimana mereka selama ini selalu berkumpul bersama, meskipun terkadang berpindah pindah sesuai dengan siapa pun yang kalah undian, namun rumah besar Park bagaikan rumah utama bagi mereka.
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1