Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Melamar Joy (1)


__ADS_3

Hari yang ditunggu pun tiba, Vasko sudah bersiap siap dengan semua keperluan untuk melamar sang kekasih di depan orangtua Joy.


Joy sendiri sudah pulang ke rumahnya untuk mempersiapkan tempat bersama Mamanya. Tak peduli dengan apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Papanya, Joy tetap melakukan apa yang menurutnya benar, menghadapi Papanya harus memiliki mental baja.


Sir Justin dan nyonya Alena juga turut ikut serta, Sir Petra, David, Diandra, Joel, Otniel dan Edward juga turut serta untuk mendampingi Vasko melamar sang kekasih hati.


Di kediaman keluarga Joy sendiri, Keluarga Park juga membantu mempersiapkan ruang dan tempat untuk acara lamaran, alasannya karena mereka sudah menganggap Joy sebagai putri mereka.


Lagi pula Cindy juga adalah bagian dari keluarga mereka meskipun suaminya sangat keras kepala.


Vasko memakai stelan jas mahal, sekali lihat saja kita tau kalau jas itu adalah jas branded, bahkan seluruh keluarga di berikan pakaian mahal entah apa alasannya tapi Vasko memilih melakukan itu.


Semuanya sudah bersiap dengan diri mereka masing masing, di kediaman keluarga Joy, semuanya juga sudah siap.


Vasko yang direndahkan kemarin akan menunjukkan siapa dirinya dan seperti apa status nya di masyarakat.


"Kak Vasko sini Dian Lihat dulu," ucap ibu hamil yang semakin lama semakin cantik itu.


Vasko menoleh," kamu cantik sekali Dek," ucap Vasko sambil tersenyum.


"Heheheh kak David yang rias sama kak Otniel, make up-nya Reva," jawabnya sambil memeriksa penampilan kakaknya.


"Hmmm... ada yang kurang kak," ucap Diandra.


"Apa dek?" tanya Vasko namun tidak langsung di jawab oleh wanita itu.


Diandra berjalan ke kamarnya, dia masuk ke sana dan mencari cari sesuatu.


"Cari apa yang?" tanya David yang sedang duduk memeriksa laporan perusahaannya di saat seperti ini.


"Cari hadiah yang Dian beli buat kak Vasko, kakak ada lihat? kotak kecil warna merah," ucap Diandra.


"Hmmmm? itu ya yang di atas meja rias kamu," ucap David.


Diandra melihat ke meja riasnya, senyumnya mengembang," eh bener, makasih udah nunjukin sayang, cup..." ucap Diandra sambil menghampiri suaminya dan mengecup pipi David.


"He... em, kamu jangan lari lari, jalan aja," ucap David.


"Siap Pak Bos heheh, aku ke kak Vasko dulu ya," ucap Diandra yang dianggukkan oleh David.


Diandra menghampiri Vasko," Kak Mendekat sini," ucap Diandra sambil mengeluarkan sebuah penjepit dasi yang sangat elegan untuk melengkapi penampilan Vasko.


"Ini kakak pakai, biar makin keren!" seru Diandra.

__ADS_1


"Teriak Dian," ucap Vasko.


"He.. em, Dian akan dukung kakak terus, apa kakak gugup?" tanya Diandra.


"Iya, shhh... ini sedikit menegangkan," ucap Vasko.


Mendengar itu Diandra memeluk kakaknya," semua akan baik baik saja, kakak bisa melakukannya," ucap Diandra.


Vasko membalas pelukan adiknya," terimakasih karena terus mendukung kakak ya," ucap Vasko.


"He... em... semangat! Kakak pasti bisa," seru Diandra.


Semuanya telah bersiap, bahkan Edward kecil tampak gagah dan tampan dirias oleh Daddy Otniel, mereka memakai pakaian senada membuat keduanya tampak serasi.


rombongan keluarga mereka segera berangkat menuju kediaman keluarga Joy, Sir Justin dan Sir Petra tampak senyum senyum sendiri membayangkan bagaimana reaksi Pak Putra si anak bawang jika tau kalau Vasko adalah anak Sir Justin.


"Aku tak bisa membayangkan bagaimana wajah si anak bawang nanti hahahah," Sir Justin terkikik di samping Sir Petra yang mengemudikan mobil.


"Kalau bisa aku akan memukul kepala itu nanti karena telah berani menolak anakku," celetuk Alena yang duduk di kursi belakang bersama Sean dan Reva.


"Hahahha... aku menantikan itu sayang, makanya kita belakangan saja masuk, kita perlambat saja jalannya," ucap Sir Justin.


"Ya dia benar, kita beri kejutan pada si anak bawang," tambah sir Petra.


"Dia masih belum berubah juga, aku tak menyangka kala Joy adalah anaknya, bahkan aku tak sadar kalau Cindy adalah istrinya," ucap Alena.


"Dan itu sudah lama sekali," ucapnya lagi.


"Hmm... kau benar, lihat saja akan kubuat dia menarik kata katanya pada anakku," ucap Alena.


"Jadi Papa dan Papanya kak Joy itu sahabatan ya?" tanya Reva.


"Lebih tepatnya kami bertiga sahabat sejak muda nak, dulu sekali, kami pernah berjanji akan menjodohkan anak masing masing jika sudah waktunya, tau taunya Vasko dan Joy berjodoh tanpa kami berbuat apa apa," jelas Sir Justin.


"Hmmm... begitu ya Pa, tapi kenapa kita tidak bilang sama kak Vasko?" tanya Reva.


"Supaya dia tau caranya berjuang untuk mendapatkan kekasihnya itu Dek, kau masih kecil jadi belum paham hal begituan, " timpal Sean.


"Ck... aku bukan anak kecil lagi kak, husshh selalu saja bilang aku anak kecil, kuadukan sama kak Niki tau rasa!" ketus Reva sambil mengerucutkan bibirnya.


"Hahahhaha... kalian ini seperti anak kecil saja, oh iya bagaimana keadaan istrimu nak?" tanya Sir Justin.


"Niki sangat sehat Pa, hanya saja dia direpotkan oleh kiriman barang barang aneh dari seseorang," ucap Sean sambil melirik Reva.

__ADS_1


Yang dilirik malah mengalihkan perhatian ke arah lain," Bukan aku..." gumamnya.


"Syukurlah kalau dia baik baik saja, apa kau tidak ada rencana membawa Papa kesana hmm? Papa mana tega memintanya datang kesini," ucap Sir Justin.


"Papa mau datang? baiklah setelah Pernikahan Vasko selesai kita kesana sekaligus menunggu kelahiran anak kedua Kami, dua bulan lagi Niki melahirkan," ucap Sean dengan berbinar binar.


"Wahhh... semakin tua semakin banyak agenda ya hahahah... senangnya punya banyak anak," ucap Sir Petra.


"Hahahah... tentu saja menyenangkan, ini impianku sejak muda, hidup panjang umur bersama kekasihku dan melihat pertumbuhan cucu cucu kami, iya kan sayang," ucap Sir Justin sambil menoleh ke arah istrinya.


"Tentu saja," ucap Alena.


"Kalau begitu, Sean Papa akan ikut denganmu setelah Vasko Menikah, Papa penasaran pada cucu Papa dan istrimu heheh," ucap pria itu.


"Baik Pa," ucap Sean.


Reva dan Alena menatap Sean, nama yang sama dengan nama Mama Angkat Edward, anak yatim piatu yang kini menemukan keluarga baru untuknya, tanpa harus dia katakan dia menunjukkan kalau dia bahagia, akankah Edward memiliki akhir yang sama dengan Sean? kita lihat saja nanti.


Mereka melaju menuju kediaman keluarga Joy.


Van putih berisi rombongan Diandra dan sahabat sahabat nya sudah tiba terlebih dahulu di depan rumah Joy.


Diikuti oleh beberapa mobil hitam, sekali lihat saja kita langsung tau kalau yang datang itu adalah crazy Richnya orang luah. Semua mata tetangga Keluarga pak Putra terbelalak melihat kedatangan mobil mobil mewah ke rumah sederhana itu.


"Papa dan Mama belum tiba," ucap Vasko.


"Kita disuruh duluan Vasko, mereka singgah sebentar di tukang jual sate, Papa Justin lapar katanya," ucap David yang baru menerima pesan dari Sean.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita masuk," ucap Vasko.


Mereka semua keluar dari dalam mobil, Vasko berdiri dengan pakaian rapi dan sangat tampan. David menggandeng tangan istrinya yang menggendong Edward yang tiba tiba menempel pada dirinya.


Otniel dan Joel berdiri di belakang mereka.


"Pertempuran dimulai!!" seru Otniel sambil melompat yang seketika itu menghancurkan kharisma mereka.


" let's go!!!" seru mereka semua sambil mengangkat tangan mereka ke udara.


Vasko menepuk jidatnya melihat tingkah absurd sahabat sahabat nya," Hancur sudah Kharisma ini hadehh!" ucap pria itu.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😉


__ADS_2