Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
dr. Jerry


__ADS_3

Richard menarik tangan Chelsea dan membekap mulut gadis itu. Rencananya benar benar hancur berantakan karena kedatangan Chelsea yang tidak dia duga sama sekali.


Sebenarnya beberapa saat lalu, Chelsea ingin menemui Dokter Jerry terkait pasien yang akan ditangani oleh Otniel karena dia di keluarkan dari timnya yang diketuai oleh dokter Aris bagian bedah syaraf karena kejadian saat Chelsea mengoperasi pasien tanpa ijin dari dirinya.


Saat sedang berjalan, tak sengaja gadis itu melihat temannya alias dokter Richard yang naik ke lantai tiga dimana VVIP berada, tak ada anak yang butuh perhatian khusus dari departemen anak sebab Otniel sudah mengambil alih operasi yang akan dihadapi oleh si Bobby kecil.


Hal itu membuat Chelsea merasa aneh, untuk apa gerangan Richard naik ke lantai tiga yang tak ada hubungannya sama sekali dengan dokter itu, belum lagi Dokter Richard masih dalam masa pengawasan sejak di-black list dari ruang operasi.


Akhirnya Chelsea memilih untuk mengikuti Richard untuk naik ke atas.


Kembali ke masa saat ini, Chelsea dibekap dan diancam oleh Richard.


"ikut denganku, ck... Sial, kau sudah melihat apa yang kulakukan, maka kau akan habis ditangan ku Chelsea!!" Bisik Richard.


Seketika tubuh Chelsea bergetar ketakutan, dia benar benar terpojok dengan situasi saat ini, Tak berani melawan karena Richard tampaknya sangat serius dengan kata katanya.


"Ikut aku, bertindak seperti biasa dan normal, jika kau berani berteriak, maka akan kupastikan kau mati saat ini juga dan semua orang yang dekat denganmu termasuk dokter psikopat itu akan habis di tanganku!" Ucap Richard.


"Kenapa kau melaku ini, dan kenapa dengan dokter Otniel, i..ini tidak seperti dirimu yang dulu Richard, ada apa denganmu?"


Suara Chelse tertahan, dia menangis dengan posisi di bekap oleh Richard.


"Semua ini karena dirimu, aku sudah lama menyukai mu tapi kau tak pernah melihat cintaku Chelsea, dan kau malah dekat dengan dokter yang sudah menghancurkan karirku itu!!" Ucap Richard.


Chelsea tak lagi terkejut, dia sudah tau kalau Richard menyukai dirinya karen Apria itu pernah menyatakan perasaannya pada Chelse namun ditolak oleh gadis yang kala itu masih fokus dengan pelajaran nya.


Namun yang dia kaget adalah karena Richard membawa Dokter Otniel ke dalam masalah ini.


"Jalan!"


Richard mengancam Chelsea dengan menggunakan sebuah belati tajam yang dia sembunyikan di bawah jubah dokter nya, dia arahkan ke perut Chelsea.


Dengan terpaksa Chelsea berjalan mengikuti perintah Richard, rencana pria itu gagal berantakan, dia pergi dari ruangan itu, meninggalkan Bobby disana dan membawa alat suntik, namun karena terburu buru dia meninggalkan botol cair injeksi yang akan disuntik ke botol infus Bobby kecil.


Mereka pergi dari sana, tangan Bobby keluar dari selimut, dia mengambil botol injeksi yang tertinggal di atas selimut nya. Ternyata bocah kecil itu lebih cerdik dari yang orang pikirkan.


Sejak awal dia sebenarnya masih belum terlelap, dia mendengar jelas apa yang terjadi, beruntung dia bisa tahan dan jantungnya tidak kumat, bocah kecil itu bertahan disana dan mendengar semua yang terjadi.


Dia melihat bagaimana Richard mengancam Dokter Chelsea. Berusaha untuk tidak membuat keributan dan berpura pura tidur.


Dia menyembunyikan botol itu dan kembali menutup mata sampai orang yang ditunggu tiba .

__ADS_1


"Dokter baik, kumohon cepat datang, hiks hiks hiks.. dokter jahat itu mengancam rekan kalian," Bobby menangis pelan dia takut namun berusaha untuk tetap kuat.


Sementara itu, Richard membawa Chelsea keluar dari dalam ruangan Bobby, dia merangkul bahu Chelsea dan mencengkram bahu gadis itu dengan kuat.


Sementara tangannya yang lain mengancam Chelsea dengan menggunakan pisau belati yang disembunyikan di balik jubah dokternya dan ditodongkan ke perut Chelsea.


" Berjalan dengan normal!" Bisik Richard dengan nada tajam dan penuh penekanan.


"Sejak kapan Richard jadi seperti ini? Kenapa dia jadi berbeda," Batin Chelsea.


Tak di sangka sangka ternyata temannya itu mengalami perubahan yang begitu cepat menjadi orang yang benar benar berbeda dari sebelumnya.


Mereka berdua berjalan dengan normal, saat berpapasan dengan dokter lain, Richard dengan sengaja melemparkan candaan seolah olah dia sedang bermain dengan Chelsea.


Orang orang di rumah sakit itu tau kalau mereka berdua cukup dekat, jadi tak ada satu pun yang menaruh curiga pada Richard karena aktingnya sangat natural.


"Hey Chelsea bukannya tadi kita akan membahas tentang anak itu? Darimana saja kau?" Panggil Dokter Jerry yang berpapasan dengan mereka.


Ingin rasanya Chelsea berteriak minta tolong, namun tusukan pisau di perutnya sudah begitu terasa bahkan terasa nyeri menandakan kalau pisau itu berhasil melukai kulit nya.


"A..aku akan membicarakannya nanti, Ka..kami ada urusan sebentar," ucap Chelsea dengan tergagap gagap.


Pria itu mendekat, namun langsung saja Richard menghalanginya.


"Kami sedang ada urusan, ini soal ibu Chelsea, beliau sedang sakit, kami akan ke rumahnya sekarang!" Ucap Richard yang tanpa bertele-tele langsung menarik paksa Chelse menuju parkir .


Jerry menggaruk kepalanya, kata kata Richard barusan terkesan ambigu. Sebentar dia menatap Chelsea dan Richard yang sudah menjauh.


Jerry semakin pusing, dia menggaruk kepalanya seperti orang bodoh belum lagi dia melihat tangan Chelsea dari belakang seolah terbuka dan tertutup beberapa kali.


Pria itu menyerngitkan keningnya,"ck..ada apa ya? Kenapa aku merasa aneh seperti ini?' gumam Jerry.


Karena tak mendapat jawabannya dia pergi dari sana dan melanjutkan pekerjaannya.


Jerry melangkah," ibu Chelsea? Ibu? Bukannya Chelsea tidak akur dengan ibunya, lagi pula mereka tinggal di bagian selatan kota ini, dan itu cukup jauh," gumam Jerry.


"Aneh!"


"Tunggu, apa jangan jangan... Tanda itu... Chelsea!!!" Jerry terbelalak saat paham dengan tanda SOS yang Chelse tunjukkan melalui tangannya.


Dia berbalik dan berlari mengejar Chelsea dan Richard. Pria itu berlari sekencang-kencangnya, dia menyadari ada sesuatu yang aneh tentang mereka berdua tadi, dan terdengar dari suara Chelsea kalau dia ketakutan.

__ADS_1


"Apa yang terjadi sebenarnya!" Gumam Jerry.


Dia sudah ada diparkiran, namun sayang, Chelsea dan Dokter Richard sudah tak ada disana.


Jerry merasa kacau, dia mencoba menepis buruk sangkanya itu, dia mencoba berpikir positif.


"Ahhh ini mungkin cuma perasaanku saja," Gumam Jerry.


Dia berjalan menuju ruangan VVIP tempat Bobby di rawat.


Sepanjang perjalanan, dia masih memikirkan apa yang terjadi tadi, dia benar benar heran dengan sikap Chelsea dan juga gelagat Richard.


Tak lama kemudian dia tiba di ruangan Bobby, dia masuk perlahan dan menatap bocah kecil yang masih berpura pura tertidur itu.


Bobby mencengkram erat seprai ranjangnya, dia menjadi takut setiap kali ada yang masuk tanpa berbicara, berpikir kalau itu adalah dokter jahat tadi.


" Halo Bobby, kau akan baik baik saja, Dokter Niel akan membantumu sehat," ucap Jerry seraya memperbaiki selimut Bobby.


Saat mende suara Jerry, Bobby membuka mata dan berharap dia menemukan sosok Otniel disana. namun ternyata dia salah, Otniel tidak masuk hari ini.


"Dokter Otniel dimana dok?" Tanya Bocah itu dengan mata berkaca-kaca.


"Hmm? Dokter Niel tidak masuk, ada apa? Kenapa kau tiba tiba mencarinya padahal kau baru bangun?"


"Dok hiks hiks hiks... Kumohon panggil dokter Niel sekarang!" Ucap bocah itu dengan suara memohon, dadanya sampai naik turun karena dia menangis.


Jerry menjadi panik, "ada apa? Kenapa tiba tiba?" Tanya Jerry.


"Bobby mohon dok, panggil dokter Otniel huaaa... Uhukk..uhuk... Kumohon!!" Pekik anak itu.


Seketika Jerry menjadi panik, Bobby tak boleh stress atau menangis dan berteriak berlebihan, hal ini akan mempengaruhi kestabilan jantung nya.


"Baik lah baik, tenang dulu, tarik nafas, jangan menangis, dokter akan hubungi Dokter Otniel, jangan nangis lagi, tenang!" Ucap Jerry yang dengan cepat menghubungi nomor ponsel Otniel.


.


.


.


Like, vote dan komen 😉😊

__ADS_1


__ADS_2