
Ara terkejut saat melihat Joel sudah bangun dari tidurnya. seketika wajahnya berubah menjadi merah karena sadar kalau kata katanya di dengar oleh Joel.
" Hey kenapa wajahmu merona hahahha," Joel tertawa sambil mencolek hidung Ara membuat gadis itu menunduk malu.
" Eghh.... badanku sakit ahhh, hoaaaammmm.... aku masih mengantuk Ara" ucap Joel sambil meregangkan tubuhnya di depan Ara.
" Kenapa kau tidur disitu ya pasti sakit lah," ucap Ara pelan sambil melirik Joel.
Joel menatap Ara sambil menaruh tangannya di atas kepala," heh aku menjaga lampu neon ini sepanjang malam, apa kau tidak mau bilang terimakasih hmmm" celetuk Joel sambil mencolek hidung Ara.
" Ehh... te.. terimakasih," ucap Ara pelan.
" Hoammmm.... aku mau tidur," ucap Joel sambil bangkit berdiri dan malah menaiki tempat tidur Ara.
" Ma... mau apa?" mata Ara terbelalak.
" Hoaammm... mau tidur, aku tidur disini oke !" ucap Joel sambil membaringkan tubuhnya di samping Ara.
" Geser sedikit !" ucap Joel.
Ara terkejut bukan main bahkan dia hampir saja ketakutan karena Joel berada dekat dengan dirinya.
Merasa Ara tiba tiba diam, Joel melirik gadis itu sambil tersenyum jahil.
" Heh gak usah takut, aku akan menjagamu, sudah kemari tidur lagi, ini penyembuhan paling cepat, kau harus bisa mengalahkan rasa takutmu, kau harus cepat sembuh!" ucap Joel sambil menarik Ara dan membawa gadis itu berbaring bersamanya.
" Jo... Joel... A.. aku..." Suara Ara terdengar gemetar, bayang bayang Max masih teringat jelas dikepalanya.
Sebenarnya hati Joel sangat sakit melihat dan menyaksikan secara langsung bagaimana Ara bergetar ketakutan seperti saat ini, namun perkataan Otniel semalam membuatnya membulatkan tekad untuk membantu penyembuhan Ara, satu satunya cara paling ampuh adalah membawa Ara menghadapi ketakutannya sendiri.
" Ra..." panggil Joel membuat gadis itu menoleh, tampak raut ketakutan di wajah polosnya.
" aku sedih jika kau begini, kau tau tidak disini," Joel mengarahkan tangan Ara ke Dadanya.
"Jujur saja, disini sesak Ra melihatmu seperti ini, sakit, aku... aku tak ingin melihatmu dalam kondisi menyedihkan ini, aku tak mau kau menderita dengan traumamu itu," ucap Joel, mata pria itu berkaca kaca.
Tanpa sadar air matanya malah lolos begitu saja dari kedua pelupuk matanya sambil menatap Ara.
Ara terkejut, ini pertama kali dia melihat pria itu menangis secara langsung di depannya.
" Jo .. Joel, " ucap Ara, dia juga ikut menangis.
__ADS_1
" Hatiku sakit Ra melihatmu begini, kau harus sembuh, kau harus membalas perbuatan mereka yang menyakitimu dengan tanganmu sendiri, aku mau melihat Ara yang bersinar dan mendapatkan kembali kepercayaan dirinya," ucap Joel.
Tak ada paksaan, tak ada kemarahan, tak ada tampak niat lain dari kata kata Joel, yang ada hanya sebuah ketulusan dari seorang pria yang begitu mencintai kekasihnya.
Dan Ara berhasil melihat itu di mata Joel, dia menangis, dia juga tida mau terus terusan dalam kondisi ini, tapi tubuhnya masih menolak keadaan, dia selalu ketakutan meski sudah sedikit berkurang.
" Aku... aku takut Jo," ucap Ara pelan.
" Jangan takut, ada aku, ada mereka, kami semua akan menjagamu Ra, kau harus sembuh, kau bisa bangkit," ucap Joel dengan yakin.
" Maka dari itu kita mulai dengan cara ini," ucap Joel sambil memeluk Ara di atas brankar dan mengajak gadis itu untuk tidur.
Ara bergetar ketakutan, bayang bayang Max dan teman teman Max yang juga ikut membully dirinya terpampang jelas diingatan gadis itu.
" Jo... Joel," Ara menangis.
" Ra, tarik nafas panjang, jangan ingat mereka, ada aku disini, kau boleh bergantung padaku, jangan takut," ucap Joel berusaha terus meyakinkan Ara kalau Ara bisa sembuh.
" Ayo tarik nafas dan buang perlahan, kau bisa Ra, hadapi ketakutan mu!" ucap Joel.
Ara melakukan apa yang diminta Joel, dia menarik nafas dalam dalam dan membuangnya dengan pelan.
" Bagus, lakukan dua kali lagi, agar kau tenang," ucap Joel.
Benar kata Joel, perlahan Ara mulai tenang dan sedikit menerima pelukan Joel. Hati dan pikirannya lebih tenang saat ini setelah melakukan apa yang dikatakan oleh Joel.
" Sekarang tenang kan pikiran mu, ingat apa saja yang membuatmu bahagia, ingat apa saja yang membuatmu merasa berharga, ingat bagaimana Diandra, Joy, Edward, Otniel menemanimu, ingat candaan yang kami lontarkan, ingat hal hal lucu," ucap Joel.
Ara melakukan yang diminta Joel, pelan pelan dia mengingat bagaimana Joel, dan yang lainnya menyebutnya sebagai kepala bakso atau lampu neon dan Diandra sebagai bakso raksasa.
Candaan Dian, Otniel dan Joy, celetukan para pria, tingkah menggemaskan Edward, hatinya mulai tenang bersamaan dengan berkurangnya Tremor yang dia alami.
Segurat senyuman tergambar di wajah gadis itu mengingat bagaimana baiknya Joel dan yang lainnya memperlakukan dirinya selama ini.
Bagaimana Joel malah bernegosiasi dengan dirinya saat di jembatan, bagaimana Joel memarahi nya sewaktu di supermarket dan banyak kejadian menyenangkan untuk dikenang.
" Cieee udah senyum senyum sendiri niee hahahah... " Joel tertawa menggoda Ara yang senyum senyum sendiri dalam pelukannya.
Ara tersipu malu, wajahnya merona membuat Joel semakin gemas dengan kekasihnya itu.
" Hahahaha.... Hayoloh ingat apa, ingat ingat bang Joel ya hahhahah.... cie cieee..." Goda Joel lagi seraya mencubit gemas pipi gadis itu.
__ADS_1
" Kau senang sekali menggodaku, aku malu," cicit Ara sambil menutup wajahnya.
" Hahahaha... ngapain malu Ara, kan pake baju, malu tuh gak pake baju hahahah..." Joel tertawa lepas menggelegar di seluruh ruangan itu hingga sampai di telinga yang lain.
" Cihhh.... " Ara hanya berdecih.
"Hahahah, nah sekarang," Joel mengambil tangan Ara karena melihat gadis itu sudah mulai tenang dan tidak gemetar ketakutan lagi.
Joel melingkarkan tangan Ara di pinggangnya name hati gadis itu malah terbelalak kaget dengan apa yang dilakukan oleh Joel.
" Etsss .. lawan rasa takutmu dasar lampu neon, ini adalah terapi paling baik yang bisa membuatmu sembuh dalam waktu cepat heheheh," kekeh Joel sambil mendekap Ara dengan erat.
Bukannya tenang, Ara malah jadi gugup, jantungnya berdegup kencang, dia tida pernah memeluk laki laki, tapi hari ini pertama kalinya dia memeluk seseorang sambil tiduran seperti ini.
"Tak apa jangan takut, jangan gugup anggap ini sebagai pelatihan, kita tidur oke," ucap Joel sambil menepuk punggung Ara dengan lembut.
"Hahahaha.... dapat bonus pelukan pacar di pagi hari huaaa... senangnya hatiku ya Tuhan, terimakasih telah mengabulkan permintaan hamba hahahah...."batin Joel yang teriak teriak di dalam hati karena terlalu senang dengan situasi saat ini.
"Hohoho..... lain kali modusinnya yang lain ahh, biar mantap hahahahah... kan gini enak, pagi pagi meluk pacar, pura pura kecapean, terus motivasiin dia huuuu indahnya dunia pacaran hahahahah, akhirnya Joel merasakan hal seperti ini juga hahahh...." Joel memeluk Ara dengan sangat senang dia senyum senyum sendiri sambil memeluk gadis itu.
Tiba tiba....
Seeettt
" Ehh... ehhh... ehhh modusinnya enak bener ya kak, pagi pagi udah main peluk peluk aja dasar tukang modus!" Diandra menarik telinga Joel yang sedang menikmati indahnya dunia pacaran.
" Awwhhh awhh awhh sakit sakit.... Diandra sakit aarhhhh shhhh..." Joel berteriak kesakitan, spontan dia melepaskan pelukannya dari Ara.
"Aarhhhhh sakit sakit ampun bos, ampun nyonya besar, ampun ratu mohon ampuni hamba, nggak begitu lagi dehh arhhhh," cerocos Joel.
" Bwaahahahahahha...." Mereka semua tertawa melihat Joel yang dihukum oleh si bumil cantik.
Ara terkekeh melihat Joel tak berkutik saat Diandra menarik telinganya sampai dia turun dari brankar.
"Apes banget dah gua, baru juga berapa menit meluknya haiihh, nyobes udah datang aja, nasib nasib," batin Joel.
Hadehh lain kali modusnya liat liat dulu bang 🤣🤣🤣
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😉