
Rumah sakit,
Joel dan teman temannya sudah tiba di rumah sakit. Selama seminggu ini Ara di rawat intensif di rumah sakit itu dengan memanfaatkan tenaga profesional.
Diandra, Joy dan Aurel yang mendampinginya disana. Gadis itu membutuhkan pemulihan mental yang lama, dia masih takut dengan pria asing, bahkan bertemu David dan teman temannya saja bisa membuat Ara gemetar ketakutan.
Dukungan secara mental mereka limpahkan pada gadis itu, tak ada satu pun yang menyinggung mengenai kejadian yang menimpa Ara, mereka semua menjaga Ara seolah tidak tau apa yang terjadi pada Dirinya.
Penyiksaan selama bertahun-tahun membutuhkan waktu yang lama untuk bisa pulih seperti sedia kala, pengobatan demi pengobatan mereka jalani agar Ara bisa kembali normal.
Membangun percaya diri dan hubungan dengan lingkungan sosial akan dilakukan bersamaan. Terapi fisik untuk menghilangkan trauma dan depresi juga dilakukan.
Di dalam ruangan perawatan VVIP yang hanya bisa diakses oleh tenaga ahli yang sudah mereka siapkan terdengar suara tawa para wanita yang sedang bercengkrama di dalam ruangan itu.
" Wahh kau cantik sekali Ara hahaha.... topi itu cocok untukmu hahahah," Diandra tertawa mantap wajah Ara yang tampak cantik mengenakan topi kelinci di kepalanya, wajahnya diberi sedikit riasan oleh ibu hamil itu.
"Pakai ini juga manis, sedikit diberi pemerah pipi, akan sangat manis," ucap Joy sambil menaruh blush on di wajah gadis yang sudah terlihat segar itu.
" Hahaha.... apa ini tidak aneh? aku jadi seperti seekor kelinci," ucap Ara sambil memperhatikan wajahnya di cermin.
"Kau cantik hahah, " Diandra tertawa sambil menatap Ara.
" Apa kau mau makan ini?" tanya Diandra sambil menunjukkan cokelat.
" Ummm? boleh," Ara menerima cokelat dari Diandra.
" Kau sangat cantik, pantas saja kak Joel tertarik padamu, dia belum pernah jatuh cinta loh," ucap Diandra.
Ara menatap Diandra dan Joy bergantian.
" Ya itu benar, selama bertahun-tahun aku mengenalnya batu kali ini aku melihatnya setulus itu pada seorang perempuan," tambah Joy.
" Benarkah?" ucap Ara dengan wajah merona.
" Benar, dia sangat mencintaimu," ucap Diandra.
Ara tersipu malu, benar apa kata mereka berdua, perhatian dan kepedulian Joel pada dirinya selama dia di rumah sakit sudah bisa membuktikan kalau Joel benar Benar tulus pada dirinya.
" Tapi kenapa dia bisa menyukaiku? aku kan hanya seorang gadis..."
" Tentu dia menyukaimu, yang namanya cinta gak butuh alasan Ara, kalau seorang laki laki tulus padamu, seperti apa pun keadaanmu, dia pasti akan menerima dirimu apa adanya," ucap Diandra sambil menggenggam tangan Ara dan menatap dalam mata gadis itu.
Mendengar itu Ara menangis, dia mengingat dirinya yang malah dikhianati oleh mantan kekasih dan Sahabatnya sendiri.
" Hiks hiks hiks... apa Joel tidak akan meninggalkanku seperti orang itu? aku... aku takut..." lirih Ara sambil menangis.
__ADS_1
" Aku tidak akan meninggalkanmu, kenapa kau cengeng sekali sih hmmm?" suara lembut Joel terdengar di ruangan perawatan itu. Mereka bertiga menoleh pada Joel yang baru tiba bersama yang lainnya.
" Sayang, kalian tiba," sambut Diandra pada suaminya.
"Iya, apa yang terjadi?" tanya David sambil merangkul istrinya.
" Dia terbawa perasaan heheh.." ucap Diandra yang sudah bergelayut manja di lengan suaminya.
Sama seperti pasangan Mafia, mereka juga tampak mesra disana dengan Vasko yang melingkar kan tangannya di pinggang istrinya.
Joel menatap Ara, dia duduk di samping Ara sambil mengusap air mata gadis itu.
" Jangan menangis, kau jelek kalau menangis , seperti bakso kuah heheheh," celetuk Joel sambil mencolek hidung Ara.
" Prrfffthhh... apa apaan kau, kenapa kau menyebutnya bakso kuah kalau begitu Diandra bakso raksasa dong hahahahah..." Otniel tertawa terbahak-bahak.
" Yang jomblo diam," ketus Joel.
Seketika Otniel menutup mulutnya sambil menatap mereka dengan tatapan kesal.
" Hahahahah..." mereka semua Tertawa.
Ara menatap pria tampan di depannya itu, apakah dia bisa bahagia jika dia tetap bersama Joel, akankah dia lepas dari semua traumanya? hanya waktu yang bisa menjawab.
" Apa kau sudah minum obat!" tanya Joel sambil menatap Ara.
Melihat seperti nya Joel dan Ara butuh ruang yang lain meninggalkan mereka disana.
" Kak kami keluar dulu, lapar!" ucap Diandra sambil mengusap bakso raksasa berisi Baby Bubunya.
" Iya," jawab Joel sambil tersenyum.
Mereka semua keluar memberikan ruang bagi kedua sejoli itu.
Joel menatap wajah kekasihnya, seketika dia teringat dengan apa yang mereka lakukan pada Ara.
" Ra jangan takut, aku disini, aku akan menjagamu, mereka juga akan bersamamu, " ucap Joel sambil menggenggam tangan gadis itu.
Ara menatap Joel, tatapan mata pria itu benar benar tulus.
" Terimakasih banyak," ucap Ara, air matanya menetes dari kedua pelupuk matanya.
" Sudah kewajiban ku, karena aku akan melindungi orang yang kucintai," ucap Joel sambil menatap netra hitam gadis itu.
" Aku mencintaimu Ra, sejak pertama kita bertemu di persimpangan jalan saat kau menangis sambil membawa motormu, kau sudah membuatku jatuh cinta," ucap Joel menyatakan perasaannya.
__ADS_1
Ara tertegun mendengar penuturan Joel, dia benar Benar terkejut, ternyata yang dikatakan Diandra dan Joy benar, kalau Joel mencintai Ara.
" Aku mencintaimu jadi mulai sekarang andalkan aku, aku akan bersamamu menjaga dirimu agar kau tidak mengalami hal hal buruk lagi," ucap Joel.
" Tapi a..aku..
" Aku tak memintamu membalasnya sekarang, aku tau kau masih butuh waktu sampai trauma mu benar benar sembuh, cukup terima saja dan biarkan aku yang bergerak, aku akan berada disisimu, " ucap Joel memotong perkataan Ara.
"Terimakasih Joel," ucap Ara dengan mata berkaca-kaca.
Joel tersenyum," sudah jangan menangis, dasar cengeng, kau harus istirahat supaya bisa cepat pulih," ucap Joel.
" Ayo tidur sekarang, lihat wajahmu seperti kelinci, ck... apa yang dilakukan di bakso raksa itu padamu, kalian jadi geng bakso ya ," celetuk Joel.
" Mereka mengatakan aku cantik memakai ini," ucap Ara sambil berbaring.
" Cantik? hmm... biar kulihat," ucap Joel seraya berpikir.
" hmmm... mereka tidak salah, kau benar benar cantik, seperti seorang putri, cantik sekali," ucap Joel sambil mencolek pipi gadis itu.
Wajah Ara merona, lagi lagi sirinya dibuat tersipu malu oleh pria tampan yang disebutnya sebagai pria aneh itu.
"Tidur ya, jangan sakit, biar Kita bisa kencan heheh," celetuk Joel sambil memperbaiki selimut Ara.
Ara memejamkan matanya, dia menutup matan dan mulai terlelap. Joel terus mendampingi gadis itu, matanya tak lepas dari wajah Ara yang mulai segar.
Ting... Ting..
Suara pesan masuk dari ponsel di dekat nakas tiba tiba membuat Joel terkejut. Dia mengambil ponsel Ara yang berbunyi itu.
Di bukanya ponsel itu, dibacanya pesan Chat dari nomor tak dikenal dengan beberapa foto dan video di dalam pesan itu.
"Datang ke Bar XX, jika kau tidak ingin foto dan video ini tersebar datang nanti pukul 8 malam, jangan terlambat atau pria dan wanita wanita yang bersamamu di rumah sakit itu kami bunuh!" isi pesan di ponsel Ara.
Ada beberapa foto Diandra dan Joy, juga foto Joel dikirim ke ponsel Ara sebagai ancaman untuk Ara. Ternyata mereka mencari lokasi Ara, ingin mereka bertindak namun penjagaan sangat ketat, bahkan ruangan dimana Ara dirawat tidak bisa dinaiki.
"Hah... jadi malam ini ya? kalian yang minta," gumam Joel.
Seketika senyuman menyeringai muncul di wajah Joel, mereka telah membangunkan monster yang lama tertidur. Bagaimana jadinya kalau Vasko dan David tau kalau Joy dan Diandra dijadikan sasaran oleh mereka?
Kita lihat kelanjutan nya!
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😉