Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Teror lagi


__ADS_3

Helen berjalan keluar dari kamarnya dengan wajah masam diikuti Besara di belakangnya.


"Pak Boooobbbbb....."pekikan Nyonya Helen terdengar melengking memenuhi ruangan di rumah besar itu bahkan Besara sampai menjauh dari Helen.


"Suaramu Helen," ucap Besara dengan nada kesal.


"Ck... Pak... Bob kenapa sistemnya kacau lagi seperti ini? bukankah sudah diperbaiki?" tanya Helen dengan wajah masam.


Seorang pria tua bertubuh gemuk datang tergopoh gopoh menghampiri Nyonya Helen.


"Maaf nyonya saya juga tidak tau, barusan saya menghubungi pihak yang memperbaiki rumah ini, mereka bilang kerusakan tidak mungkin terjadi sebab semuanya sudah beres dua hari yang lalu, namun mereka akan datang untuk memastikan!" ucapnya berbicara sambil menunduk,sebuah keharusan yang wajib mereka lakukan.


"Sial," ketus Nyonya Helen.


"Nyoonyaaaa...." teriakan salah satu pelayan terdengar nyaring di rumah itu.


Seseorang berlari sambil berteriak dengan wajah panik dan ketakutan.


"Nyonya maaf saya lancang... haahh... haahh..." pria itu langsung duduk berlutut di depan Helen benar-benar sebuah perlakuan untuk seorang nyonya.


"Ada apa cepat katakan, jika tidak penting Aku akan segera memecatmu!" ucapnya Helena dengan nada arogan dan sombong itu.


"itu Nyonya di luar ada sesuatu yang harus nyonya lihat dengan mata kepala nyonya sendiri, " pelayan itu berkata sambil menunduk hormat di depan Helen.


Helen menyerngitkan keningnya, dia tidak tahu apa maksud dari pelayan itu, namun pasti ada sesuatu yang sangat urgen yang harus segera dilihat.


"cepat tunjukkan padaku,"


Mereka berdua pun mengikuti pelayan itu menuju depan, tampak wajah pelayan itu sangat ketakutan bahkan wajahnya pucat pasi entah apa yang mereka lihat di depan rumah mereka.


"di mana Cepat tunjukkan!" Nyonya Helen berucap lagi dengan nada sombongnya sungguh membuat semua orang geram.


"I...itu nyonya, di depan ada sebuah kotak dan papan bertuliskan hal mengerikan, Nyonya harus melihatnya dengan mata nyonya sendiri," ucap pelayanan itu.


Helen berjalan ke depan sesuai dengan arah yang ditunjukkan oleh pelayan itu diikuti oleh Besara.


Degh....

__ADS_1


"Aarhhhhkkkkk..... apa ini!!!!" Nyonya Helen kembali mengeluarkan suaranya yang begitu tajam buat telinga siapapun pasti kesakitan saat mendengarnya.


Bahkan Bessara sendiri terkejut melihat pemandangan di depan rumah lebih tepatnya di taman depan rumah keluarga Aniston.


di sana ada sebuah kotak berwarna putih berukuran 100 cm x 100 cm yang berlumuran darah, di tengahnya terdapat sebuah kain yang terbakar dan rambut palsu serta kepala boneka yang dilumuri dengan darah.


ada sebuah banner yang tulisannya berisi:


" KITA AKAN BERTEMU KEMBALI HELEN!!"


...-Katherine!!-...


Mata Helen dan tuan Bessara begitu terkejut saat melihat tulisan itu apalagi melihat nama di bawah tulisan itu, tulisan yang tampaknya dilumuri dengan darah berwarna merah segar sepertinya baru saja dipasang di tempat itu tetapi entah bagaimana caranya bisa ada di sana padahal penjagaan sangat ketat.


"A...apa ini kenapa ini disini,siapa yang membuat ini semua? Siapa yang mengijinkan orang asing masuk ke dalam rumah ini!!!" pekik Helen.


wanita itu benar-benar ketakutan saat ini, bahkan Besara sendiri tampak shock melihat tulisan dan pakaian yang terbakar itu bahkan dilumuri dengan darah.


"Ada apa sebenarnya hari ini? Kenapa tiba-tiba saja teror menyerang kami? " batin Besara, dia menatap banner yang berlumuran darah itu dan menatap kotak putih itu secara bergantian.


Lain halnya dengan Helen Dia berjalan ke pintu depan tempat dimana penjaga berada, dia ingin mendengar siapa gerangan yang memasang banner itu di sana.


"Bessara!!!" panggil Nyonya Helen panik, dia berlari menghampiri besar dengan wajah pias sedangkan para pelayan hanya diam dan menunduk mereka tidak melihat Siapa yang memasang banner dan kotak itu di sana.


"Ada apa? apakah kau sudah tahu siapa yang memasang ini?" tanya Besara.


"Aku tidak tahu tetapi semua anak buahku yang berjaga di depan gerbang rumah ini tidak sadarkan diri, mereka semua babak belur sepertinya terjadi penyerangan beberapa waktu lalu," ucap Helen.


"kalian segera bersihkan itu!" ucapnya pada pelayan.


Helen dan Besara memilih masuk ke dalam rumah untuk berbicara dengan tenang.


Nyonya Helen tampak merem4s rambutnya dia benar-benar pusing dengan semua teror ini belum lagi lampu di rumah mereka hidup dan mati secara bergantian bahkan televisi juga menampilkan film-film horor.


"Helen sepertinya sistem keamanan di rumah ini sudah di retas, ini pekerjaan hacker dan akan sulit untuk mencari tahunya, hanya saja pasti salah seorang dari karyawan di rumah ini melihat siapa pelaku yang memasang banner itu di luar rumah," Bessara terdengar menyampaikan pendapatnya dia juga sama terkejutnya dengan Helen.


" diretas? tapi bagaimana bisa bukan kah rumah ini sudah dilindungi oleh tim Dark? " tanya Helen.

__ADS_1


"sudah tetapi sepertinya mereka kembali kecolongan aku akan mengajar mereka nanti," ucap Besara yang kini mengeraskan rahangnya sambil menatap kearah TV yang terus-menerus menampilkan film film horor dan film tentang pembunuhan.


"Hahahaahahha.... hahahahahha..... lucu sekali wajah panik kalian?" tiba-tiba layar televisi di rumah itu seluruh layar di rumah itu menampilkan sosok seseorang yang memakai topeng berwarna hitam yang menutupi seluruh kepalanya.


Bessara dan Helen menatap pada layar televisi itu mereka terbelalak melihat sosok seseorang di sana.


"Siapa dia?" batin Bessara dan Helen.


"Hai Bessara!" suara itu terdengar seperti suara seorang perempuan.


Bessara dan Helen saling menatap, mereka terkejut mendengar suara perempuan di balik topeng itu, awalnya suaranya terdengar seperti suara lelaki tetapi tiba-tiba berubah menjadi suara perempuan sebenarnya siapa dia?


"Siapa kau?" tanya Besara sambil menatap tajam ke arah layar televisi itu.


"Wohooo.... tatapanmu sangat tajam tuan, apakah kau sudah melupakan suaraku ini? Bagaimana denganmu Helen apakah kau sudah melupakan suaraku ini suara yang meminta tolong kepada mu saat kebakaran terjadi?" Ucap orang misterius itu di balik topeng dia sudah menyeringai melihat ekspresi Helen dan besaran yang tidak bisa menebak siapa gerangan orang itu.


deghh... deghh... deghh


Jantung Helen berdegup kencang, dia benar-benar bingung saat ini, Apa mungkin orang yang di depannya itu adalah Katherine mengingat banner yang dipasang di depan rumah mereka.


"Hahahahha.... kau tidak ingat hah? ini aku... to...tolong aku Helen...to...Tolong... uhukk...uhukk... asap ini api... api to tolong aku..!" ucap Wanita itu seraya menirukan seseorang yang tengah terjebak di kobaran Api bahkan layar itu ikut memunculkan efek kebakaran.


"Hahaha kau ingat?" ucapnya dengan nada meledek.


seketika itu tubuh Helen gemetaran, dia mengingat dengan jelas kejadian beberapa tahun lalu saat dia membunuh Helen dan ingin melenyapkan Diandra sekaligus.


"Ka...kau si...siapa kau... tak mungkin Kath masih hidup, Siapa kaaaauuuu!!!" Helen kembali memaki ketakutan sampai terjatuh ke atas lantai bibirnya bergetar tubuhnya juga ikut bergetar.


"Huahahhahaha jadi Ternyata kau ingat dengan perempuan itu hahaha," wanita misterius itu tertawa terbahak-bahak.


Dia membuka topengnya perlahan-lahan, Bessara menatap tajam kearah wanita yang tengah membuka topengnya itu dan....


"Surprise!!!! hahahhahahah.." seseorang yang berbicara di televisi itu Tertawa terbahak-bahak Dia adalah....


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 😉😉


__ADS_2