
Waktu terus berjalan, seperti yang dikatakan oleh Joel, Ara menjalani perawatan intensif di di rumah sakit.
Serangkaian terapi dan pengobatan mereka lakukan untuk membangkitkan kembali Ara yang telah lama hilang.
Membangun kembali kepercayaan diri Ara adalah inti dari pengobatan ini. Dukungan besar yang diberikan oleh Joel, Diandra, David dan Otniel serta si kecil Edward membuat Ara mampu bangkit dari traumanya.
Perlahan lahan cinta di antara Joel dan Ara semakin besar meski hanya Joel yang selalu menunjukkan perasaannya.
Seperti saat ini, Joel benar benar menunjukkan perhatiannya saat Ara menjalani sesi konseling dengan psikolog.
Joel senantiasa mendampingi Ara dan menyiapkan segala kebutuhan gadis itu. Hal yang tidak dia lupa selalu lakukan adalah memberikan semangat dan menggenggam tangan Ara dengan erat.
Dari luar ruang konseling tampak Diandra dan David berdiri bersama dengan David menggendong si kecil Edward ya g selalu menempel pada mereka jika Otniel sedang bertugas.
"Ku harap mereka bahagia kak," ucap Diandra sambil menatap haru Ara dan Joel.
" Mereka pasti bahagia, seperti kita sayang," ucap Davi sambil mengecup kepala istrinya.
"Awhh... baby Bubu Gerak yang!" ucap Diandra dengan mata terbelalak, ini kali pertama dia merasakan gerakan bayinya yang begitu kontras.
David dan Edward sama sama saling menatap.
" Baby gerak? wahhh.... hahahah baby udah bisa respon ya," ucap Davi yang menurunkan Edward dan berjongkok sambil mengusap perut buncit istrinya.
"dug... dug.."
sekali lagi baby Bubu menendang membuat Diandra dan David terkejut bukan main, mereka benar benar senang merasakan pergerakan bayi mereka.
" Baby Bubu Gerak? gimana lihatnya Uncle?" celetuk Edward yang masih belum mengerti.
" Ummm... kita duduk biar Uncle tunjukkan," ucap David.
" Sini sayang duduk dulu," ucap David dengan senyuman bahagia di wajahnya.
Diandra duduk di kursi lorong rumah sakit itu.
" Baby Bubu bisa gerak, kok Edward belum lihat?" ucapnyamlagi.
" Hahahah... caranya begini sayang," ucap Diandra sambil menuntun tangan kecil Edward ke perutnya.
" letakkan disini dan panggil Baby Bubu," ucap Davi yang berjongkok di belakang Edward.
jika dilihat mereka persis seperti Pasangan ibu dan ayah dengan anak pertama mereka Sedang menantikan kehadiran baby Bubu.
" Ayo panggil baby Bubu," ucap Diandra sambil menatap Edward.
" Ummm? Hay baby Bubu, ini Abang Edward, kapan kamu keluar, Abang mau main," Celetuk bocah itu.
Mendengar ucapan Edward membuat Diandra dan David tergelak, sepertinya Edward mulai bosan bermain dengan orang dewasa.
"dug... dug... dug"
" Awhh...shh.... yang, baby Bubu responnya Kuat sekali sama Edward hahahah wahhh kalian akan jadi teman yang baik," ucap Diandra yang merasakan pergerakan bayinya seperti sangat bersemangat.
__ADS_1
" Kamu benar sayang, sepertinya baby Bubu ketemu jodohnya hahahah" celetuk David sambil tertawa terbahak-bahak.
" Memangnya udah tau baby Bubu perempuan atau laki laki ?" tanya Diandra.
" Ummm aku yakin dia itu perempuan, Papa kan tau, kan papa yang cetak hahahahah," David
dug... dug.
Lagi lagi janin Diandra merespon.
Mereka berdua menatap Edward kecil yang tampak bengong dengan wajah takjub sambil menatap perut Diandra, dia merasakan pergerakan baby Bubu membuatnya terkesima.
" Yang," bisik Diandra sambil melirik Edward.
" hahahah.... Edward sampai bengong begitu hahahahah, " David terkikik geli melihat wajah takjub Edward.
" Hey boy, ada apa?" tanya David sambil menepuk bahu Edward yang berdiri di depannya.
" Onty, Uncle,"Edward menatap mereka berdua dengan mata berkaca-kaca.
" Baby Bubu dikeluarin dong, kasian dia pasti sesak huaaa.. kenapa Baby Bubu di perut Onty? Onty kok makan Baby Bubu? huaaa.... kasian Baby Bubu...." Tiba tiba bocah kecil itu menangis sambil menatap mereka berdua.
" What?"
" Bwahahahah....."
Diandra dan David Tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan si Kecil Edward yang selalu saja membuat gemas.
Ada saja ucapan ucapan aneh keluar dari bibir kecil nan menggemaskan itu.
"Benar sayang, astaga kamu lupa ya?" ucap David seraya menepuk pucuk kepala Edward.
" Eh? Heheheh.... Maaf Onty, Uncle, Edward Lupa, yahh jadi cengeng Abang Edward nya hehehe," celetuk bocah kecil itu sambil menggaruk-garuk lehernya.
" Hhahahahaha..... ada ada saja kamu," ucap Diandra dan David yang masih tertawa.
" Baby Bubu Cepat becalnya, Abang Edward mau main sama Baby Bubu, ummm..." Edward menatap Diandra dan David.
" Ada apa nak?" tanya David.
" Ummm uncle, Onty, Baby Bubu pelempuan amat laki laki sih?" tanya Edward.
" Kalau Menurut Uncle perempuan, karena dia langsung tau kalau ada Abang Edward tampan yang menunggunya disini," ucap David sambil tertawa.
" dug... dug"
" Dia gerak lagi hahahahah...."
" Wah wah wah, Baby Bubu tanggap ya kalau ngomongin cowok hahahah,"
" Tapi kalau laki laki, dia jadi adik Edward dong, kalau pelempuan juga adik Edward sih heheheh," celetuk Edward.
" Tiga bulan lagi kita akan tau sayang," ucap Diandra.
__ADS_1
" Uwahh.... Edward gak sabar nunggu Baby Bubu lahir, " ucapnya sambil tersenyum bahagia.
Saat mereka sedang asik bercanda ria di sana, Joel dan Ara sudah selesai dengan sesi konseling terakhir yang menjadi penentu apakah Ara sudah sembuh atau belum.
" Kalian sudah selesai kak?" tanya Diandra yang melihat kedatangan mereka.
" Ehh kalian nunggin dari tadi?" tanya Ara.
Respon Ara cukup membuat mereka senang karena gadis itu menunjukkan perubahan besar.
" Nggak juga sih kak, kita lagi cerita cerita, Baby Bubu Gerak tadi!" ucap Diandra dengan wajah berbinar-binar.
" Pertama kali?" tanya Ara dengan wajah antusias, dia langsung duduk di samping Diandra.
" He em, pertama kali kak heheh,coba pegang dia pasti senang," ucap Diandra yang menaruh tangan Ara di perutnya.
" Ngomong kak, dia pasti respon," ucap Diandra.
" Emm... halo Baby Bubu, ini Onty Ara, sehat sehat ya kamu," ucap Ara sambil mengusap perut Diandra.
"Dug... dug... dug"
" Uwahhhh...."
Mata Ara terbelalak, dia tersenyum bahagia saat pertama kali merasakan pergerakan bayi seperti saat ini.
" Uwahhh Baby Bubu respon Onty ya hahahah, sehat sehat sayang," ucap Ara yang benar benar sudah banyak berubah.
" Joel, dia gerak hahhaha.... wahhh aku gak sabar nungguin Baby Bubu Lahir!!" seru Ara sambil tersenyum bahagia, dia sampai melukai Diandra saking senangnya.
Joel tersenyum bahagia, Diandra dan David juga demikian.
David berdiri dia menghampiri Joel, dia menepuk bahu sahabatnya itu.
" Bagaimana hasilnya?" tanya David.
" Dia sudah diperbolehkan pulang, perkembangannya sangat baik, dia memiliki semangat untuk sembuh,aku salut padanya" jawab Joel.
" Wahhh OTW halal dong hahahaha.... cepat cepat nyusul bro," bisik David.
" Ck... pembalasan pada kunyuk kunyuk kurang ajar itu belum kami lakukan, tunggu sampai semua masalah selesai, lagi pula aku tidak tau apa dia memiliki perasaan yang sama denganku," bisik Joel.
David tersenyum," berjuanglah, kau harus mencuri hatinya, " ucap David.
" Ahhh entahlah, kalau dia bahagia dengan pilihannya aku bisa apa, mungkin dia belum bisa melupakan pria itu," ucap Joel.
" Ayolah jangan lemah begitu," ucap David yang hanya di balas senyuman oleh Joel.
"Aku mencintaimu bodoh hahahah, tunggu saja Joel" batin Ara yang curi curi dengar dengan pembicaraan mereka.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😊