
Dingin... itu yang dirasakan Monika saat ini. Tubuhnya hampir membeku karena aksi gila si kembar yang menyiramnya dengan air es.
"Kenapa kalian ikut campur hah, ini masalahku dengan perempuan Jal4ng itu, anak haram itu tidak berhak menikmati hidupnya!!!" teriak Monika.
"Keluarga ku hancur karena keluarga Shena, maka kalian juga harus merasakan hal yang sama sialan!!!!" teriak Monika yang telah menyimpan begitu lama dendam di dalam hatinya terhadap keluarga Shena.
Di Masa lalu, terjadi perebutan warisan antara Papa Monika dengan tuan Shena. Tuan Shena merebut semua harta warisan mendiang orangtua mereka, melakukan berbagai cara licik dan menjebak keluarga saudara nya sendiri hingga seluruh harta warisan menjadi milik keluarga Shena dan berhasil dilipatgandakan dengan berbagai cara oleh tuan Shena Papa kandung Chelsea.
Perebutan warisan itu menyebabkan runtuhnya keluarga Monika, kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan yang direncanakan oleh tuan Shena namun tak ada bukti dan Monika tau hal itu sebab dia mendengar pembicaraan Tuan Shena sebelumnya.
Monika adalah anak tunggal, semakin usianya bertambah dia semakin paham arti balas dendam sehingga dia masuk ke dalam keluarga Shena dan mulai mengikat keluarga itu dengan segala ide licik di otaknya, entah kecelakaan di masa lalu benar akibat ulah tuan Shena atau tidak, sebab kata kata wanita itu tak bisa dipercaya.
Dia terlalu munafik dan bermuka dua, sebentar dia bisa mengatakan kalau dia menyukai keluarga itu,sebentar lagi dia akan menjelek jelekkan keluarga itu.
Namun kesalahan terbesarnya saat ini adlah bahwa dia tidak tau siapa lawannya yang harus dia hadapi. Dia telah mengganggu ketenangan Otniel, mengusik anak pria itu dan menyakiti calon istrinya, maka Otniel bisa dipastikan tidak akan tinggal diam dengan semua kejadian ini.
Sebenarnya dia dengan sengaja melepaskan tangan Chelsea saat di dalam ruangan tadi, agar memudahkan mereka mengeksekusi Monika dan membawanya tanpa ketahuan oleh siapa pun.
Monika tidak akan dibunuh, tetapi dia akan dibuat sakit, merasakan penghinaaan sama persis seperti yang dia lakukan terhadap Edward dan Chelsea.
Otniel tau betul apa yang telah dilakukan oleh Monika pada Chelsea selama ini.
Wanita tak beradab itu, sejak kecil selalu mengusik ketenangan Chelsea, mengejeknya, bahkan menyuruh orang orang untuk membully Chelsea saat gadis itu duduk di bangku kuliah dan masih dengan penampilan lamanya.
Chelsea yang dulu cupu dan hanya tau belajar dan belajar selalu dibully oleh kakak tingkatnya,diperas dan diejek oleh seisi kampus karena penampilannya yang aneh.
Padahal mereka tidak tau,alasan Chelsea melakukan itu adalah agar dia tidak dikenali sebagai putri dari tuan Shena yang arogan dan sombong.
Chelsea tak ingin hidup seperti Papa dan Mamanya, awalanya dia juga salah sangka dengan kakak kakaknya, dia milih keluar dari rumah dan atas hasutan Monika, seluruh fasilitas Chelsea dicabut, bahkan namanya hampir dicoret dari daftar keluarga Shena.
"Chelsea, kau pasti akan dibuang, ingat yang kukatakan itu, kau tidak berharga, kau itu sampah!!' teriak Monika pada Chelsea.
__ADS_1
Jantung Chelsea semakin berdegup kencang, matanya berkaca-kaca, tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari keluarga membuatnya mudah berpikir tidak benar.
Negatif thinking dan selalu curiga dengan segala hal adalah penyakit serius yang diidap gadis ini.
Chelsea hanya dia menunduk, menjalin semua teka teki di dalam kepalanya, tentang kata kata Monika yang mengatakan kalau dia bukan anak yang diinginkan, kalau dia anak haram kalau dia tidak pantas dan harus dibuang, semuanya sesuai keadaannya.
Kemanapun gadis itu pergi dia selalu saja dibuang, disakiti dan ditinggalkan, sedih dan tentu saja merusak mentalnya.
"Kau terlalu ribut sialan!" umpat Christoper yang mulai tak sabar dengan semua ocehan yang keluar dari mulut wanita itu.
Si kembar menatapnya dengan tatapan tak suka, di belakang mereka sudah berjejer beberapa anak buah yang berjaga kalau kalau wanita itu lari.
Dendam Otniel adalah dendam Si kembar, tentu saja karena mereka berdua menganggap Edward sebagai bagian dari keluarga besar Park.
wanita itu bergetar kedinginan, pakaiannya yang minim membuat tubuhnya semakin kedinginan.
brrrrr.... dia bergetar kedinginan sambil menatap mereka dan berusaha bangkit berdiri.
"Ck... kalau begini tak seru, masa iya kita harus menyakiti wanita? bukankah ini terlalu memalukan?" celetuk Christan yang tidak suka dengan situasi saat ini.
"Hmm... kau benar, ini tidak benar, " ucap Christoper, bukan gaya mereka berdua menyiksa wanita meski adik mereka yang psikopat itu berbeda.
"Niel lebih baik kami menyerahkan wanita ini pada 'gigolo no 25' mana mau kami mengotori tangan kami menyiksa wanita lemah ini!" celetuk Christoper yang kini sedang menutup mulut wanita itu dengan plester hitam.
" astaga, apa kalian yakin menyerahkan dia pada Gigolo gila itu? dia pasti akan dihabisi!" ucap Otniel sambil menatap kedua kakaknya, dia menopang tubuh Chelsea yang jadi diam setelah kejadian tadi.
" Lebih baik, "
"Hmm si toper benar, sangat tidak keren kalau kita yang menghabisi seorang wanita meski dia layak untuk itu," ucap Christan seraya melirik Monika yang menggeliat di atas lantai dengan tubuh yang dililit lakban hitam dari ujung kaki sampai bahunya.
" Benar juga, ya sudah aku setuju, dia harus mendapatkan balasan Yang setimpal, dia mungkin akan bertemu dengan si gila itu disana heheh..." seringai Otniel.
__ADS_1
"Maksudmu si..."
"ssthhhh..."
"ahh aku paham!"
"Kalau begitu ayo pulang kak, biar anak buah yang mengurusnya!" ucap Otniel.
"oke oke, " jawab si kembar serentak, jadilah tubuh Monika dibalut dalam lilitan lem hitam dan di biarkan di atas lantai menunggu para anak buah datang dan mengeksekusi perempuan gila itu.
Monika meronta ronta ingin lepas dari sana, namun apa daya badannya sudah dililit dengan lakban hitam oleh si kembar psiko itu, bersyukur mereka tidak menguliti tubuhnya di tempat itu.
Tubuh wanita itu diseret bagai barang rongsokan, di seret ke dalam mobil dan di hempaskan begitu saja seperti karung beras.
"Emphh... emphhh...." Monika meronta tobat, matanya mengeluarkan cairan bening, ya wanita itu menangis. Menangis bukan karena menyesal tetapi karena semua rencananya gagal, dia seharusnya menyusun lebih banyak rencana, bagaimana bisa dia kecolongan tentang siapa pria yang akan dijodohkan dengan Chelsea.
"Sialan, lagi lagi dia beruntung mendapatkan orang terkaya di negeri ini, seharusnya yang ada di posisi itu aku bukan kau Chelsea, arrhhh sial sial sial, kenapa semuanya hancur berantakan, ini semua karena mereka ikut campur, arhhhkkkk.... harusnya aku menyingkirkan seluruh keluarga ini lebih cepat sialaaaannnn....." batin wanita itu berteriak, menyesali dirinya yang terlambat beraksi padahal tubuhnya sudah dia serahkan sebagai tumbal untuk makanan penjinak bagi tuan Shena.
Aib yang memalukan, apa tuan Shena masih pantas disebut sebagai seorang ayah, sedangkan ia tidur dengan anak saudara kandungnya sendiri? kutuk apa yang akan datang pada pria gila itu dan juga pada perempuan ular itu, menyeramkan!
Terlalu memalukan untuk menceritakannya, terlalu menjijikkan untuk dibicarakan, sama sama manusia munafik yang bersembunyi di balik topeng arogansi mereka.
Akankah nyonya Maya kuat menghadapi semua kenyataan itu?
.
.
.
like, vote dan komen 😉😊
__ADS_1