Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Mama


__ADS_3

Setelah selesai berbelanja dan membeli keperluan Diandra selama disana dan sedikit menikmati hiburan di Mall terbesar di kota itu, rombongan David dan teman temannya akhirnya pulang setelah menikmati waktu mereka, lagi pula jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, tak terasa mereka berkeliling selama setengah hari.


Dian duduk di samping suaminya, di depan ada Vasko dan Otniel sedangkan Joel di mobil lain dengan barang barang belanjaan mereka.


“Sayang...... " David menoleh ke arah Dian," wah dia sudah terlelap, cepat sekali,” ucap David melirik istrinya yang sudah terlelap di dalam pelukannya.


“Apa dia tertidur?” tanya Vasko.


“He...em... cepat sekali, padahal baru beberapa menit bersandar,” ucap David.


“Hormon kehamilan memang seperti itu,” ucap Otniel.


Mereka melaju menuju rumah besar keluarga Park, beberapa menit perjalanan merea tiba di Mansion utama itu. David menggendong tubuh Diandra dan membawanya masuk ke dalam rumah tanpa membangunkan istrinya.


Otniel, Vasko dan Joel membawa barang barang mereka, mereka berbarengan dengan Joy yang baru tiba dari rumah orangtuanya setelah menghabiskan waktu disana, gadis itu menaiki motor yang langsung membuat David melemparkan tatapan marah pada Joy.


“Heheh hai semua selamat malam, Kaaabuuuurrrr.... !!!!” seru gadis itu yang langsung lari dari hadapanmereka semua.


“Joooyyyy....” geram David, ingin dia berteriak tapi Dian terlelap.


“Sabar hahahha,” kekeh Otniel yang sudah paham.


David tidak mengijinkan Joy untuk membawa motor, alasannya karena terlalu berbahaya, belum lagi motor yang dibawa oleh Joy adalah motor gede yang bahkan ukurannya lebih besar dari tubuh kecil gadis itu.


“Ck... lihat saja nanti akan ku hajar si bodoh itu,” kesal David.


Joel yang biasanya berkomentar kali ini diam, dia malah menatap Vasko yang tampak terdiam sambil menatap ke arah Joy yang sudah lari ke dalam rumah.


Joel menaruh tangannya di dagunya,


” hmmmm..... cieeee.... kau suka ya pada Joy.... huahahhaha akhrinya Vasko jatuh cintaaaa...” pekik Joel tiba tiba yang membaut David dan Otniel terperanjat kaget sama halnya dengan Vasko yang terbelalak kaget saat mendengar ucapan Joel, matanya sampai terbelalk mendengar ucapan Joel.


“Apa? Vasko suka pada Joy wahh hahahaha aku punya saingan huaaaa.......” seru Otniel yang malah membuat David dan Joel menoleh pria itu dengan mata terbelalak begitu juga dengan Vasko.


“Ka...kau menyukai Joy juga?”ucap Vasko keceplosan, Joel yang awalnya bercanda malah hampir tersedak ludahnya sendiri saat mendengar ucapan Vasko.


“Ehhh aku...” Vasko terdiam, dia memalingkan tatapannya ke arah lain.


“Haaa? Kalian berdua? Astagaaa... ini berita besar,” tambah Diandra yang sejak tadi sudah terbangun karena suara teriakan mereka bertiga.


“Diandra...”


“Prfftttthhhh bwahahahahhahaha...... Otniel dan Vasko terjebak pada satu gadis yang sama, huahahahaha..... kalian benar benar sahabat sejati,” David dan Joel tertawa terbahak bahak melihat wajah panik kedua orang itu.


“Hihihihi.... jadi Vasko benar benar suka? Ahahahah.... sepertinya meminkan permainan ini akan menarik, karena Joy juga menyukai Vasko, ahahahahah aku akan mengacaukan kalian huuhuhuhuh...” tawa jahil Otniel di dalam hati sambil melirik Vasko dengan pikiran jahilnya itu.


Sebenarnya Otniel sudah tau kalau Joy menyukai Vasko, dia hanya ingin memastikan kalau Vasko suka pada Joy dan ternyata pria sangar itu membongkar sendiri perasaannya di hadapan sahabat sahabat mereka.


“Aku jadi curiga dengan Otniel,” batin David sambil menatap pria yang tampak senyum senyum sendiri sambil menatap Vasko.

__ADS_1


“Cieee kak Vasko nieee, eh tapi kak Niel juga hahahhaha....” goda Diandra yang masih anteng dalam pangkuan suami tampannya.


“Ekhmmm.... sudah ayo masuk jangan bahas hal yang tidak tidak,” ucap Vasko berusaha bersikap seperti biasa, meski hatinya gundah gulana saat tau Otniel juga menyukai Joy.


“Huh... tak kusangka kau menyukai gadis yang sama dengan gadis yang kusukai,” ucap Otniel sambil melemparkan tatapan tajam pada Vasko.


Namun Vasko tetaplah Vasko, dia lebih memilih diam dari pada menaggapi ucapan mereka yang tiada habisnya.


“hihihihi... ini akan jadi drama yang menyenangkan untuk di tonton hahahahh,” batin Joel sambil menatap mereka berdua sambil tersenyum.


“Sayang sepertinya teman temanku sudah gila,” ucap David pada Diandra.


“hahahah ini akan menyenangkan hahahha,” kekeh Diandra yang juga menikmati hal itu.


Mereka pun masuk ke dalam rumah, Diandra masih saja anteng dalam pangkuan suaminya, dia tidak mau dilepaskan dari pelukan suami tercinta.


Mereka masuk ke dalam rumah, sekilas mereka mendengar suara canda tawa di dalam rumah, sepertunya ada tamu.


“Wah sepertinya ada tamu,” ucap David.


“Aku ke kamar dulu, gerah sekali, pengen mandi,” ucap Otniel sambil mencium bau apek dari tubuhnya.


“Ya sudah sana, gak usah ngendus ngendus disini kali,” ketus Joel.


“Harus wangi, apalagi saingan berat ku adalah Vasko,” ucap Otniel sambil berjalan menatap Vasko dengan tatapan tajam.


“Ekhmm... aku .. ke kamar,” ucap Vasko.


“Ayo sayang mandi dulu,” ucap David dengan senyuman jahil sambil mengedipkan sebelah matanya.


Diandra yang paham maksud suaminya tentang mandi langsung menelusupkan wajahnya ke dada bidang suaminya dengan wajah merah merona.


“Ahhh aku jadi tidak sabar... ehkkmm..” ‘goda David lagi.


Joel yang berdiri di dekat mereka malah terbelalak mendengar percakapan ambigu mereka yang bisa membuat siapa pun bisa salah paham dengan maksud dan tujuan percakapan orang itu.


“Ya Tuhan sepertinya cinta membuat mereka tidak waras,” gumam Joel sambil geleng geleng kepala, dia berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


Sementara itu di ruang santai, Luna, Alena, Andin dan Karina tengah bercanda ria disana sambil tertawa, para pria menyibukkan diri dengan pembicara bisnis, sedangkan reva si gadis cuek itu tampak sibuk dengan laptopnya memeriksa laporan bisnis yang dijalankan Mamanya di Jepang dan beberapa negara lain.


Gadis itu sama sekali tidak tertarik dengan pembicaraan para wanita di rumah itu, seandainya Joy bergabung dia pasti akan duduk bersama joy si gadis yang selalu fokus itu, tapi sekarang Joy sepertinya tengah bersembunyi dari David karena melanggar larangan pria itu untuk tidak naik motor.


Reva fokus di dalam ruangan kerja yang diberikan Luna untuk dia gunakan selama di rumah itu.


Tangannya dengan lihai menari nari di atas papan ketik Keyboard itu,tanpa dia sadari sepasang mata yang ada di dalam ruangan itu sejak tadi tengah memperhatikan dirinya.


Reva bahkan tidak peduli jika disana ada orang, setan atau mayat sekali pun, yang penting pekerjaannya selesai.


Sedang pria yang tak lain adalah Christan itu duduk menatap Reva dengan tenang.

__ADS_1


...****************...


Setelah selesai membersihkan diri dan tentunya melakukan kunjungan pada Maureer Junior yang kalau kata mertua Diandra mendaki gunung, menejelajah lembah dan memasuki goa, David dan Diandra bergabung dengan yang lain, meski Diandra harus menutupi seluruh lehernya yang berbekas akibat ulah nakal suaminya.


Mereka masuk ke ruangan Santai, mata Diandra tertuju pada wanita di atas kursi roda tentu bukan Rose karena Rose sedang melancong bersama keluarga kecilnya.


“Tanteeeee.....” seru Diandra yang membuat mereka semua menoleh ke arah kedatangan kedua orang itu, bahkan Otniel dan Joel yang juga sudah bergabung sejak tadi terkejut dengan suara Diandra yang terdengar kaget dan tidak menyangka.


Mendengar dan melihat sosok itu, Alena terkejut bukan main, jantungnya bergemuruh saat melihat Anak yang dirindukannya berdiri disana menatapnya dengan senyuman bahagia tanpa tau siapa sebenarnya Alena.


“Sha.... Sharon,” gumam Alena yang masih bisa didengar oleh Luna.


“Sharon? Di... dia? Ja...jadi dia...” Luna terbelalak, dia langsung tau kalau sharon yang digumamkan Alena adalah anak perempuan Alena yang pernah dicertiakan eanita itu pada Luna.


Diandra dengan senyum bahagia menatap Alena, wanita itu adalah pelatih yang melatih Diandra beladiri dan mengajari Dian berbagai cara bertahan hidup.


Dia melatih anaknya sendiri dengan keras, dia tak berani mengungkap identitasnya karena orang yang menghancurkan keluarganya sebenarnya sampai saat ini belum terbunuh, meski Vasko sudah memusnahkan leader pertama, tetapi Alena tau siapa leader sebenarnya dan sampai saat ini dia belum berani mengungkap identitasnya.


“Kamu kenal sayang?” tanya David yang dibalas anggukan kepala oleh Diandra.


“Dia pelatih yang pernah kuceritakan,”ucap Daidra pada Otniel, Joel dan David.


“Benarkah?” ucap Otniel yang langsung penasaran denagn sosok pelatih Diandra sejak kecil.


“he... em,” ucap Diadra sambil menganggukkan kepala.


Diandra berjalan mendekati Alena, dia melihat wanita itu memakai kursi roda, seketika langkah diandra terhenti, ”Tante kenapa?” ucap Diandra terkejut.


Alena melihat arah mata Diandra,” hehehe kecelakaan,” ucap Alena sambil tersenyum lembut dan mengangkat kedua jarinya membentuk huruf v.


Diandra langsung mendekati Alena dan memeluk wanita itu, ”kecelakaan dimana Tante? Kenapa tante gak pernah datang lagi? Dian rindu,” ucap wanita itu.


“heheh maaf, tante selama ini di Jepang, maaf tante gak pernah datang lagi, Papa kamu kan melarang tante,” ucap Alena jujur.


“Cihh si tua bangka itu? Dia bukan papa kandungku tante, dia... huh tak usah dibahas aku jadi kesal,” ucap Diandra menggerutu.


“Heheheh kamu masih sama ya,” ucap Alena sambil menepuk pucuk kepala diandra denagn lembut.


Tiba tiba seseorang terjatuh di atas lantai,


Brukkk.......


“Ma... mama....” satu kata yang keluar dari mulut pria yang tak lain adalah Vasko, dia menangis sambil menatap ke arah Alena dan Diandra dengan wajah kaget, tubuhnya lemas, jantungnya berdegup kencang dan bisa terlihat getaran hebat di tubuh pria itu.


.


.


.

__ADS_1


Like, Vote dan komen.


__ADS_2