Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Menuju William


__ADS_3

Joel diam membeku mendengar semua ucapan Diandra, dia tidak percaya dengan semua yang dia dengar, dia benar benar baru tau kebenaran yang diungkapkan Diandra ini.


“Dan asal kakak tau hiks hiks hiks.... sampai akhir hayatnya, Mama kakak meminta kak William melindungi kakak supaya kakak tidak menjadi monster seperti Papa kalian, huaaaa..... kasihan kak Will, kasihan dia memiliki adik yang bodoh seperti kak Joel,” tangis Diandra dalam pelukan suaminya.


“Sayang, sudahlah kau melakukan hal yang benar, jangan menangis lagi,” ucap David sambil menepuk punggung istrinya.


“Hiks hiks hiks... kak kita harus cepat menemukan kak Bella, dia sudah meminta maaf padaku, hubungan kami sudah sangat baik, kak Bella jangan sampai dia kenapa kenapa kak,” pinta Diandra dengan menangis.


“Tenanglah, kita akan segera cari dia,” ucap David.


“hiks hiks hiks.... orang bodoh itu memang tak bisa diandalkan, dia terlalu mudah salah paham, kasihan kak William,” ucap Diandra sambil mengintip Joel yang hanya diam dengan tatapan kosong.


“Kak kenapa dia hanya diam saja, apa dia serangan jantung?” bisik Diandra yang membuat David malah heran.


“Kau? Kau pura pura ya?” ucap David pelan dan dia mendapat senyuman jahil dari istrinya.


“Hanya ini caranya, aku harus membuat drama agar dia sadar kesalahannya, jika hanya bicara seperti biasa dia tak akan paham hehe,” bisik Diandra.


“Sayang kau membuatku khawatir,” ucap David.


“Maaf,” cicit Diandra denagn suara pelan seperti anak kecil.


David hanya menggeleng gelengkan kepalanya heran dengan istrinya itu, sungguh di luar dugaan.


“Aku... aku akan membantu, dan... dimana William sekarang? “ ucap Joel.


Mendengar lampu hijau dari Joel membuat Diandra tersenyum seumringah, dia melepaskan peluannya dari David,”Sebentar ya kak,” bisik wanita itu sambil mengedipkan mata.


“Astaga apa yang akan dilakukannya lagi,” gumam David.


Puk


“Nak, menantu Papa jelmaan si cerewet itu hahahaha,” bisik Aiden sambil melirik Luna yang baru bergabung dengan mereka.


“Apa kau membicarakanku kak?” ucap Luna yang tiba tiba sudah berdiri di belakang Aiden dan David dengan wajah menyeramkan seperti mak lampir.


“Heheh maaf, “ ucap Aiden sambil nyengir kuda.


Diandra mendekati Joel sambil menangis lagi, “Kak Joel, Kak William Sekarat kak, kak William di rumah sakit sekarang, cepat temui dia ,kak Otniel sedang memeriksanya saat ini hiks hiks hiks...” tangis Dian dengan dramanya.

__ADS_1


Joy, Reva, Sean dan David terbelalak dengan kemampuan akting wanita itu, benar benar ahli, sepertinya dia sudah bisa diberi penghargaan untuk mendapatkan satu piala oscar.


“Apa? Kakakku di rumah sakit? Kenapa bisa? Sial kenapa aku tidak mengawasinya sampai pulang tadi...” ucap Joel panik, disinilah mereka melihat sifat asli Joel, meskipun dia marah dan tidak mengakui kakaknya, dia masih memiliki rasa sayang di hatinya.


“Dia di hajar para penjahat yang menculik kak Bella, kak William sedang kritis sekarang kak hiks hiks hiks, cepat temui dia,” ucap Daindra sambil menangis sedih.


“Baik, aku akan segera kesana, bisa tunjukkan tempatnya?” tanya Joel.


“Ayo kutunjukkan tempatnya,” ucap Diandra dengan senyuman kemenangan karena telah berhasil membujuk Joel.


Grepp


Diandra menarik lengan suaminya,”Kami permisi sebentar semuanya,” ucap Diandra seraya mengedipkan matanya pada mereka.


Mereka semua tercengang dengan Diandra, tak ada yang menyangka kalau wanita itu bisa melakukan hal seperti tadi, apalagi saat melihat aksi Diandra yang memukul wajah Joel dan menarik pria itu lalu menghempaskannya ke atas lantai seperti melemparkan karung beras.


“Wahhhh.... dapat tenaga dari mana dia itu besan?” celetuk Mikha sambil geleng geleng kepala melihat Diandra yang menarik kedua orang pria itu keluar rumah.


“Aku saja terkejut Mikha, aku tak pernah melihatnya seperti itu, dia itu anak yang penuh dengan kejutan,” ucap Alena.


“Hmm ya, tapi sepertinya kita perlu membahas mengenai orang yang sama, leader Dark Horse,” ucap Gama yang membuat Luna terbelalak karena dia belum mendengar semua percakapan merek atadi.


“Iya, organisasi itu masih berdiri, kita bisa menemukan penculik Alvaro dan menghukumnya sekarang,” ucap Gama dengan tatapan tajam dan menyeramkan, 20 tahun lalu dia sudah membasmi organisasi itu, namun penculik putra terakhir mereka tidak ditemukan waktu itu sampai saat ini.


“Anakku,” gumam Luna dengan wajah murung dan sedih, dia benar benar kehilangan anaknya, hatinya tak bisa lepas dari kejadian itu.


“Tenang sayang, anak kita sudah damai disana, jangan bersedih lagi, kita cari bajingan yang menculik anak kita itu, kita hancurkan organisasi terlarang itu,” ucap Gama sambil memeluk istrinya.


Sementara itu David, Diandra dan Joel melaju menuju rumah sakit dimana William kini diperiksa, bahkan Otniel dikirimkan kesana tentu atas persetujuan ken pemilik rumah sakit terbaik di kota itu.


“Jadi maksudmu Bella diculik di Mall itu? Apa ini bukan kosnpirasi, aku takut kita malah dijebak Diandra,” ucap Joel menanggapi penjelasan Diandra mengenai kejadian selama di Mall beberapa jam lalu.


“Aku yakin ini bukan konspirasi, mana ada konspirasi sampai kak William juga di hajar seperti itu, aku yakin kak William yang lemah dihajar oleh orang orang jahat itu,” ucap Diandra memasang wajah sedih.


Joel hampir tergelak mendnegar ucapan Diandra, dari mana sejarahnya seorang leader kelompok tiger lemah? William yang terkuat diantara anggota kelompoknya.


“Sayang, William tidak selemah yang kau pikirkan, dia itu mirip seperti kakakmu Vasko, dia menyeramkan,” ucap David yang duduk di samping Joel sedangkan Diandra di belakang mereka.


“Ha? Tapi kenapa dia babak belur seperrti itu?” tanya Diandra.

__ADS_1


“Mungkin lawannya banyak dan memakai benda keras untuk memukulnya,” ucap Joel yang dianggukkan oleh David.


“Curang dong,” celetuk Diandra sambil menngeluarkan kerupuk kentang yang dia ambil dari meja cemilan di ruang depan rumah park tadi.


“Cemilan darimana?” tanya mereka berdua heran.


“Dari rumah, aku lapar setelah marah marah, ummm kak Joel maaf ya aku memukul wajah kakak tadi, habisnya kakak kayak manusia gak punya hati sama gak punya otak, jadi bodoh hanya karena salah paham,” celetuk Diandra.


“Huh.... kamu memukulku dua kali, tak akan kumaafkan,” ucap Joel.


“Ya kan kakak yang salah juga, makanya jadi orang jangan ngomong sembarangan, siapa coba tadi yang bilang aku Cuma orang asing dan gak tau apa apa hayoloh,” ucap Diadnra sambil emngunya keripik kentangnya.


“Ehh... itu... itu kan karena kamu yang mulai, kamu bilangin kakak bodoh, ya kakak marah dong,” elak Joel.


“Cihh kakak Lemah L E M A H,” ucap Diandra mengeja kata katanya.


“Aku tidak lemah Diandra kau belum tau saja kemampuanku,” ucap Joel.


“Ck... kita lihat saja apa dalam sehari kau bisa menemukan kak Bella,” tantang Diandra.


“Jangankan sehari, beri aku 1 jam akan kutemukan semua informasi tentang Bella, bahkan informasi semua penculik itu dan kelompok mafia besar itu, akan kutemukan lihat saja,” ucap Joel tak mau kalah.


“Hohohoh... kita lihat saja tuan Joel Vacalero yang terhormat, kita lihat sejauh mana kau mampu, aku juga akan mencarinya, kau pikir aku Cuma ibu hamil yang tidak tau apa apa hmm?” ucap Diandra dengan percaya diri.


“heh kita lihat saja Nyonya muda Maureer,” ucap Joel.


“Diandra kau sangat hebat bisa membuat Joel mengeluarkan sifat aslinya, taktikmu benar benar hebat sayang, dan kau Joel tak kusangka kau menyimpan semua ini selama bertahun tahun, aku akanmenghajarmu nanti,” batin David.


“Kuharap semua ini cepat berlalu aku ingin tidur nyenyak hoaaamm... aku lelah, aku mau makan seafood, makan sate khas indonesia, makan fettucini ahhh aku mau makan ikan guram goreng, huaaa, kumohon cepatlah berlalu” batin Diandra yang sebenarnya cukup lelah secara psikis dan fisik danlapar di perut.


“Akan kupastikan mereka semua mengikuti permainanku,” batin Joel.


.


.


.


Like, Vote dan Komen

__ADS_1


__ADS_2