Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Joel pulang


__ADS_3

Langit tampak sangat cerah, awan awan berbentuk gula gula kapas menghiasi langit siang di kota itu. Burung burung beterbangan di angkasa dengan bebas kesana kemari menghiasi sang cakrawala.


“wahhhh aku sudah lama tidak ke kota ini, ahhh udaranya masih sama pengapnya hahahhah....” teriak seseorang yang berjalan sambil membawa banyak koper keluar dari bandara.


Pria dengan rambut pirang dan wajah khas Jerman yang lima tahun lalu setelah acara pernikahannya dilaksanakan memboyong istrinya bermigrasi ke Jerman dan tinggal sedikit lama disana untuk memberikan pemulihan terbaik setelah semua kejadian yang mereka alami selama ini.


Joel dan ara kembali ke tanah air setelah bermukim 5 tahun di jerman, akhirnya mereka kembali lagi ke negara itu.


“Sayang tolong bantu ini, ngapain teriak teriak sih,” gerutu seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang yang bergelombang, gaun putih yang panjangnya sampai mata kaki, terlihat sangat cantik dengan perpaduan flat Shoes yang terlihat nyaman di kaki wanita itu.


“Aduhh maaf sayangku hahahha... aku merindukan negara ini hahahha... sumpeknya masih sama tapi ngangenin hahahhah... “ Joel tertawa terbahak bahak padahal disana banyak orang yang memperhatikan mereka.


“Uncle bantuin dong, haishhh Ella kasih tau Daddy tau rasa...” gerutu seorang gadis kecil yang usianya sama dengan Emily yang sebentar lagi akan beranjak 6 tahun.


Rambut pirang bergelombang dengan bola mata berwarna cokelat terang berjalan sambil menarik koper kecil dan sebuah paper bag berisi kotak kotak yang dibungkus denagn kertas kado. Tampak sangat menggemaskan dengan gaun berwarna biru muda dengan pita cantik di kedua kepangan rambutnya.


Berjalan sambil menggerutu, dia sebenarnya gadis yang mandiri tapi barang barang itu terlalu besar untuk dirinya.


“Ya ampun Ella sayang, maafin Uncle, bentar bentar biar Uncle yang bawain, jangan bilang bilang Daddy nanti uncle digoreng sama Daddy kamu hahahha..” celetuk Joel sambil mengambil barang barang yang dibawa oleh gadis kecil itu.


“Ini sebabnya kita harus bawa beberapa pengawal, kamu sih ngeyel dibilangin, jadi repot gini kan, mana barang kamu paling banyak dasar,” ketus Ara sambil duduk di sebuah kursi panjang dalam tempat tunggu penumpang itu, dia mengusap perutnya yang mulai membuncit di kehamilannya yang menginjak usia tiga bulan.


“huffththh capek aku...” ucap Ara sambil duduk bersandar di kursi panjang itu.


Joel tersenyum, dia duduk di dekat kaki istrinya lalu memijit lembut kaki Ara yang sering membengkak sejak dia dinyatakan hamil anak pertama mereka.


Ella si gadis cantik itu, adalah anak Bella dan William yang juga tinggal di Jerman, dia ikut dengan Aunty dan unclenya karena merindukan Indonesia serta teman teman kecilnya yang hanay bisa dia temui via panggilan video.


Dia duduk di samping Ara dan ikut memijit lengan wanita itu,”aunty harus sehat, jangan capek capek, nanti Babynya juga ikutan sakit, “ celetuk anak perempuan itu.


“Terimakasih Ella sayang, “ ucap Ara.


“Sayang kamu jangan duduk disitu ahh, gak enak aku, kaki aku gak apa apa kok,” ucap Ara sambil mengehentikan tangan suaminya yang begitu lihai memijit kakinya.


“Nggak apa apa sayang, kamu capek pasti, biar aku melakukan tugasku sebagai seorang suami hehehha, “ ucap joel sambil tersenyum dan menepuk kepala istrinya.


“Udah duduk tenang kamu tarik nafas dulu, penerbangan kita cukup lama kamu pasti capek,” ucap Joel.


“Kamu yang capek, aku capek darimananya coba, sepanjang perjalanan kamu gak tidur dan Cuma mastiin aku nyaman, kamu pasti kelelahan,” ucap Ara.

__ADS_1


“aku menikmatinya sayang, kamu yang paling capek karena harus mengandung anak kita, gak semua orang kuat sayang, udah jangan bawel ya, kamu diem aja dan nikmati servis dadakan suami kamu yang tampan dan mempesona ini hahahhha..” celetuk Joel.


Mata Ara berkaca kaca, suaminya itu selalu saja bersikap manis padanya bahkan kasih sayangnya semakin bertambah tambah setiap hari.


“Aunty kok jadi nangis? Haihshhh... uncle gimana sih aunty jadi nangis kan,” ketus Ella sambil mengusap air mata Ara.


“lah kok nangis si Mommy sayang hmmm hahahha apa kamu segitu terharunya sama suami tampanmu ini hnmmmm ?” celetuk Joel yang kini duduk di samping istrinya.


“He.. em aku bersyukur punya kamu,” ucap Ara.


“cup... cup cupp udah mau jadi Mommy kok cengeng sih , nanti yang di dalam ikutan cengeng loh,” seloroh Joel.


“Hehhehhh karena kamu..” balas Ara.


“ hahahah sudahlah jangan buang buang air matamu yang berharga itu sayangku, cintaku hahhaha..” celetuk Joel.


“cihh dasar kamu ini,”


Joel memeluk istrinya dia begitu mencintai Ara yang memberikan banyak warna bagi hidupnya, membawa Ara kembali ke Indonesia adalah salah satu keinginannya sebab dia ingin anak anaknya tumbuh dan besar di negara ini bersama saudara saudaranya yang lain.


Ara juga tidak akan sendirian sebab ada si bawel mama Gorilla dan Joy yang akan menemaninya di Indonesia.


“Hai Ella...” sapa mereka berdua sambil berjongkok menyambut gadi kecil itu dengan kedua tangan terbuka lebar.


Namun ada yang aneh, mereka berdua pakai kacamata hitam dan topi tapi Ella masih bisa mengenalinya dengan Jelas.


Ella menghamburkan pelukannya pada kedua pria itu,” Sudah lama tidak jumpa, i miss you so much..” ucap Ella dengan aksen Jermannya.


“We miss you too girl,” ucap mereka berdua.


“hei hei hei... kenapa kalian berdua lama sekali, kalian tidak tau kami sudah menunggu sampai jamuran disini,” seloroh Joel sambil menunjuk mereka berdua dan memasang wajah kesal.


David dan Vasko berdiri tegak sambil berkancah pinggang menatap sahabat tengil mereka itu. “ kau mau mati kunyuk...” ketus mereka berdua sambil menatap Joel dari balik kacamata hitam mereka.


“Hahahah... tentu tidak, aku merindukan kalian sahabat sahabatku yang hebat hahahahah.. sudah lama sekali..” ucap Joel sambil menghampiri David dan Vasko lalau memeluk kedua pria itu.


“Cihh dasar, kau yang memilih memisahkan diri, kami juga merindukanmu pirang,” celetuk David seraya menepuk bahu temannya.


“Hmmm kami sedikit merindukanmu,” ucap Vasko.

__ADS_1


“Hahahaha... ayolah, jangan begitu, dimana yang lain?” tanya Joel sambil melepaskan pelukannya.


“Mereka menunggu kalian di rumah, hanya kami yang jemput, Otniel ....” David melihat ke belakang mereka.


“Entah kemana si bodoh itu pergi, tadi dia ikut tapi katanya tiba tiba mau BAB, kau tau kan kebiasaan si psikopat itu,” tambah David.


“Ternyata kalian tidak banyak berubah ya,” Ucap Joel.


“Tentu saja tidak,” ucap mereka berdua.


“Hai Ara bagaimana keadaanmu? Kandunganmu sehat kan? Dia tidak menyusahkanmu kan? “ tanya David.


“aku baik kak, kandunganku juga baik,” jawab Ara dengan senyuman lembut di wajahnya.


“tunggu dulu, kau hamil ? sejak kapan? Sudah berapa usianya? Kenapa tidak bilang pada kami, Joel jelaskan apa yang terjadi kenapa kau tidak bilang apa apa?” tanya Vasko yang langsung heboh dengan keadaan ini.


“wahhh sejak kapan pria ini jadi cerewet seperti Diandra, wahh darah memang lebih kental dari air ya,” celetuk Joel yang terheran heran dnegan perubahan sikap Vasko.


“Ck.. jangan bahas itu, jawab saja pertanyaanku,” ketus Vasko.


“baiklah baik, dasar tidak sabaran,” ketus Joel.


“kami baru tau kalau Ara mengandung sebulan yang lalu, sekarang usia kandungannya sudah jalan tiga bulan lebih, kami tidak bilang karena ada rencana kembali ke Indonesia jadi akan menjadi kejutan saat kami pulang, yah dan seterusnya begitulah yang terjadi,” ucap Joel.


“Kenapa tidak bilang bilang, kau pasti habis dimarahi Diandra, seharusnya kalian bawa pengawal, ini kehamilan pertama Ara, kenapa kau teledor sih, kalau terjadi apa apa bagaimana, dasar bodoh,” ketus Vasko .


“Ya ampun aku benar benar melihat Diandra versi pria disini,” ucap Joel yang melongo melihat perubahan perilaku Vasko yang begitu mencolok.


“Tapi tunggu dulu, kenapa kalian berdua pakai kacamata dan topi? Tidak seperti biasanya, aku curiga...” ucap Joel sambil menatap mereka berdua dengan memicingkan matanya.


“ekhmmm,.... tii.. tidak ada apa apa..”


“Joeeeellll.......” Suara teriakan seseorang menggelegar di dalam gedung itu.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2