Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Vasko Uring-uringan


__ADS_3

David mengajak istrinya ke taman belakang, tempat bermainnya sejak kecil jika di rumah besar Park.


Taman belakang yang sudah lebih indah karena tangan kreatif Nyonya Park yang merawat bunga bunga di taman itu bahkan memadukannya dengan foto foto kenangan mereka disana.


Ada kolam kecil di sudut taman dan ada beberapa sarang burung peliharaan.


David dan Diandra duduk di atas tikar yang digelar di atas rumput taman itu, di depan mereka tersedia cobek batu, bahan bahan membuat bumbu rujak, mangga dan beberapa buah tambahan lainnya.


David dengan lihai mengolah semua bumbunya, Diandra mengupas buah buah itu sambil menyicipi semuanya satu persatu dengan wajah merekah, hanya melihat buah saja sudah membuat ibu hamil itu bahagia bukan main.


"Nyam... nyam nyam.... ini enak sekali hahhaha.... nyam nyam nyam...." Diandra mengunyah buah mangga muda yang dibeli oleh suaminya dnegan lahap, bagi orang normal itu sangat pedas, bagi Diandra itu sangat sedap.


"Kau suka sayang? tapi pakai ini dong, dikupas dulu terus kita campur sama bumbu rujaknya, lebih enak loh," ucap David.


"Heheheh maaf aku pengen banget soalnya yang," ucap Diandra sambil tersenyum dnegan mulut penuh.


"Ya sudah gak apa-apa untung aku belinya banyak, kamu bisa makan sepuasnya," ucap David sambil tersenyum.


"Sayang mau?" tanya Diandra sambil memberikan sepotong buah mangga pad David.


Pria itu menatap mulut Diandra yang penuh dengan buah, dia mendekat dan mengecup. bibir itu namun bukannya sebentar, dia malah ikut menekan buah yang ada di dalam mulut istrinya sampai habis.


"Ahhh ini yang paling enak hehehhehe," ucap David menelan buah dari mulut istrinya.


"Ihhh kamu kok makan yang itu, itu bekas mulut aku loh sayang, masa kamu makan lagi, jorok tau," gerutu Diandra dnegan wajah bersemu merah karena dibuat malu oleh suaminya.


"ahahahhahah gak apa apa sayang, lagi pula kita udah lebih dari itu, kita kan sudah berbagai itu, itu dan itu satu sama lain jadi gak ada salahnya, aku gak jijik hahahahah..." ucap David sambil menunjuk bagian bagian kesukaannya di tubuh Diandra.


"aihhh dasar bapak bapak mesum kamu, arhhh aku maluuu... kenapa kamu ngomong segamblang itu sihhh.... untung gak ada orang haisshhh..... " Diandra menggerutu, wajah merah padam karena terus terusan digoda oleh suaminya yang banyak akal itu.


"ahahahahah..... uhh imutnya istriku yang lagi hamil ini, hahahha..." David tertawa terbahak bahak melihat reaksi menggemaskan istrinya, hal yang selalu berhasil membuat dirinya semangat setiap kali melihat waja cantik itu.


"Dasar mesum," ketus Diandra


"Mesum tapi kamu suka kan sayang? nanti malam lagi ya, aku kangen sama baby," ucap David seraya mengedipkan sebelah matanya.


Diandra menunduk malau, David selalu berhasil membuat jantung nya berdegup kencang tak karuan.


"Ishhh itu mah mau kamu yang, " ucap Diandra.

__ADS_1


"Heheh... nanti kita bahas lagi, ini makan dulu, udah selesai bumbunya, ayo di coba," ucap David sambil menyodorkan sambal rujak yang sudah selesai dia buat.


mata Diandra berbinar-binar melihat bumbu yang begitu menggiurkan itu, perpaduan kacang, gula merah, cabai, Asam Jawa dan bumbu lainnya menghasilkan aroma menggiurkan yang membuat siapa pun ingin segera mencobanya.


David mengambil buah dengan garpu dan mencelupkannya ke bumbu rujak.


"Ini aaaa.... " ucap David memberikan buah mangga dengan bumbu rujak buatannya pada Diandra.


Wanita itu membuka mulutnya dan memakan buah yang diberikan oleh suaminya, matanya berbinar-binar saat merasakan bumbu yang kaya rasa memenuhi mulutnya..


"Enak!!" seru Diandra dnegan senyum sumringah, dia menatap suaminya dengan tatapan berbinar binar.


"ini enak sekali kak!!" seru Diandra dengan senyuman bahagia, rasa yang begitu pas di lidah, tidak terlalu pedas karena David menyesuaikan dengan Diandra.


"Syukurlah, ya sudah ayo dimakan!" ucap David sambil menepuk pucuk kepala istrinya.


Cup


Satu kecupan lembut mendarat di pipi pria itu membuatnya terkejut bukan main dnegan aksi Diandra yang begitu tiba tiba.


"Terimakasih sayang, aku menyukainya ini enak sekali heheheh," ucap Diandra sambil melanjutkan makannya dengan lahap.


Dia tersenyum dan ikut makan bersama istrinya, mereka saling melemparkan candaan satu sama lain, benar benar romantis membuat para jomblo yang berdiri berbaris di depan pintu masuk taman hanya bisa gigit jari melihat keromantisan mereka.


Otniel, Vasko, Joel dan Joy berbaris di depan pintu masuk taman. Mereka menatap Diandra dan David dengan tatapan iri, benar benar kedua orang itu sukses membuat iri keempatnya dengan keromantisan mereka.


Mereka berempat baru saja tiba dari Bandara setelah penerbangan dari Jerman, mereka langsung menyusul Dev setelah mendapatkan kabar kalau Dev pulang tanpa permisi, dan pemandangan di pagi hari saat mereka tiba adalah drama romansa dari pasangan manis itu.


"Joy.... sepertinya kita juga harus segera seperti itu, ahh aku iri dengan mereka," ucap Otniel seraya menggenggam tangan Joy.


Vasko yang panas langsung menarik Joy ke sisinya, " Joy ikut aku, ada beberapa hal yang harus kita urus, tak usah dengarkan bisikan setan itu, bukan kah kau menyukaiku jadi jangan ikuti dia!" ucap Vasko.


"Eh... eh apa apaan kau Vas bunga, aku mau sama Joy itu hak ku kenapa jadi kau yang melarang, memangnya kau siapa? pacar juga bukan iyakan Joy," ucap Otniel.


"Joy pernah mengatakan kalau dia menyukaiku jadi dua harus terus mengatakan itu!" ucap Vasko.


"Heh itu kan sudah lama, dan kau menolaknya waktu itu, aku mendengar nya dengan jelas Vas bunga!" ucap Otniel .


"Eh Oat meal, dia kan sudah bilang suka padaku jadi ya dia harus dekat denganku!" balas Vasko.

__ADS_1


"Heh kalian ini apa apaan sih, lepaskan aku!" ketus Joy sambil menarik tangannya dari Vasko dan Otniel.


"Shhhh kau menyakitiku Vasko!" ucap Joy dengan nada kesal dia bahkan langsung memanggil nama Vasko tidak seperti biasanya.


"Tuh dengar!" ucap Otniel.


"Jangan membahas masa lalu, aku bahkan tak ingat lagi apakah aku pernah menyukai pria kasar ini!" ucap Joy dengan wajah kesal.


"Ayo kak Niel, kita bergabung dengan yang lain," Joy menarik tangan Otniel mendekati Joel, David dan Diandra


Joel sejak tadi sudah nimbrung saja di dekat calon Papa dan Calon Mama itu menikmati rujak buatan Papa David yang sangat pas di lidah.


Vasko menatap Joy dengan tatapan kosong, rasanya sakit saat dia mendengar penolakan dari bibir Joy. Hati ya terasa sesak membuatnya kesal dan sakit kepala.


Vasko si leader Mafia galau hanya gara gara wanita, membuatnya tak berniat untuk bergabung dengan yang lain.


"Kak Vaskooo..." teriak Diandra dari taman.


Vasko menoleh, wajah berkeringat dan merah padam adiknya membuatnya gemas sendiri.


"Kemari kita makan rujaak.." seru Diandra dengan senyum bahagia sambil mengangkat buahnya.


Tak ingin menolak panggilan adiknya, membuat Vasko mau tak mau bergabung dnegan yang lain meski dia harus risih melihat Otniel dan Joy tampak sangat dekat bahkan saling suap suapan rujak itu, sungguh sesak hati Vasko melihat pemandangan itu.


"Sial!" Vasko hanya bisa mengumpat dalam hati.


"Apa dia gila? ada apa dengan ekpresinya itu?" batin Joy.


"Hahahahah mampus kau Vasko hahhahaha," Otniel tertawa jahil di dalam hatinya.


"Otniel, kau berhasil membuat Vasko uring-uringan hahhaha," Joel juga menikmati drama baru yang dimainkan Vasko itu.


.


.


.


LIKE, VOTE DAN KOMENTAR YA

__ADS_1


HAHAHAH BANG VASKO PANAS EUIII... PANAS SEKALIII.... HAHAHHA GENGSINYA TINGGI SIH, MAKANYA JANGAN NOLAK CEWEK BANG, HAHAHAH


__ADS_2