Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Monika


__ADS_3

Otniel menatap seorang wanita dengan rambut panjang sebahu berwarna hitam, tubuh tidak terlalu tinggi dan terlihat cantik dengan pakaian formal tampak jelas kalau dia seorang pekerja kantoran.


"mau apa wanita ini? dia kan guru di sekolah Edward?" batin Otniel saat melihat wanita yang dulu pernah dia dekati namun segera dia jauhi saat tau masa lalu wanita itu bagaimana.


Memang wanita bernama Monika itu terlihat dekat dengan putranya hanya saja Otniel mengurungkan niatnya sebab dia tau masa lalu wanita itu.


"Halo Pak Otniel, apa kabar," sapa Monika dengan ramah layaknya seorang guru yang menyapa orangtua siswa dan siswanya.


"Baik," jawab Otniel dengan nada dingin, benar benar datar dan terlihat jelas kalau dia tak ingin diganggu.


" boleh Miss Monika duduk disini kan Edward," ucapnya sambil mengambil posisi di samping Edward.


Edward diam saja, dia tak menunjukkan ekspresi apa pun, entah merasa terganggu atau tidak yang pasti dia diam saja disana dengan tenang.


Otniel merasa ada yang aneh dengan putranya, dia diam dan mengamati saja.


"Ahh Pak Park, senang bertemu dengan anda di tempat ini, Edward juga, Miss gak nyangka kita ketemu disini," ucap Monika yang berusaha untuk akrab dengan mereka berdua.


Namun tak ada satu pun dari kedua pria itu yang menyahuti Monika dan hal itu membuat Monika jadi kehilangan muka di hadapan mereka berdua.


"Ck.. kenapa anak bapak ini sama saja, sama sama dingin, anak ini juga kenapa tiba tiba diam? kan malu aku, harus dikasih pelajaran ini anak!" batin wanita itu.


"Ekhmm, Ahh Pak Park tau tidak Edward membuat masalah di sekolah beberapa hari lalu, apa dia sudah menyampaikan pada Anda?" tanya Monika.


Otniel Terkejut saat mendengar kalau putranya berbuat masalah di sekolah, hal yang tak pernah sama sekali Niel dengar selama ini, sebab dia tau jelas kepribadian putranya.


"Masalah apa? apa benar nak?" tanya Otniel dengan mata terbelalak.


"Sudah Edward bilang itu bukan salah Edward!!!" teriak bocah kecil itu, dia marah dan berteriak sambil menatap Monika dengan tatapan benar benar marah.


"Sayang?" panggil Otniel namun Edward tak kunjung disahut oleh Edward. Nafas anak itu naik turun, dia benar benar marah saat ini.


"Astaga nak, apa guru pernah mengajari kami bicara seperti ini?" ucap Monika.


"Maaf ya pak, sebenarnya Edward sering bicara kasar pada anak anak di sekolahan, dia bahkan sering mengerjai teman temannya, saya pikir ini adalah perilaku anak yang tidak mendapat didikan dari ibunya, " Tukas Monika sambil memandang rendah Edward.


Mendengar hal itu membuat Otniel benar benar marah. Edward diam, tiap disinggung masalah ibu dia hanya bisa diam, dia tak mau mengadu dan membiarkan dirinya dihina Karena tidak punya ibu.


Plakkk...

__ADS_1


Sebuah pukulan keras mendarat di pipi kir wanita itu. Edward di tarik dari sana, Otniel belum sempat berbuat apa apa tapi, seseorang sudah mendahului nya.


"Jaga mulutmu Monika!!!" bentak seseorang yang tak lain adalah Chelsea.


"Chelsea?" gumam Otniel.


Beberapa saat lalu dia mendengar percakapan mereka, dan Chelsea tau siapa wanita yang duduk di dekat Edward dan Otniel itu, dia adalah sepupu dekat Chelsea dari saudara Papanya.


Mata Monika terbelalak saat melihat Chelsea ada disana.


"kenapa kau memukulku, akan kuadukan pada Paman dan Bibi!!!" pekik Monika sambil mengusap pipinya yang sakit.


"Diam!!! pergi kau dari sini sialan!!!" teriak Chelsea, dia benar benar marah saat ini,tampak jelas bagaimana dia menyembunyikan Edward dalam peluka seperti seekor singa betina yang melindungi anaknya dari musuh.


"Beraninya kau datang ke tempatku bekerja, mau apa kau disuruh si tua Bangka sialan itu hah!!!" teriak Chelsea lagi.


Tampaknya ada masalah pelik yang terjadi diantara mereka dan diantara keluarga Chelsea.


"Cihh... sialan, aku akan membalasmu, lihat saja akan kuadukan kau pada mereka, kau tak akan hidup tenang, aku datang kesini untuk memanggilmu karena Paman mencarimu, tapi kau melakukan ini padaku, lihat apa yang terjadi padamu nanti, sialan!!"


Monika pergi dengan wajah kesal dan marah,


"Chelsea jaga bicaramu, ada anak anak disini!!" ketus Otniel yang merasa tak suka dengan cara bicara Chelsea yang ceplas-ceplos.


"ma..maaf dok, saya kelepasan," ucapnya.


"Nak kamu gak apa apa? sayang, Edward?" panggil Chelsea yang langsung melihat keadaan Edward.


dia memposisikan dirinya agar sejajar dengan Edward yang saat ini sudah setinggi lehernya padahal baru kelas 3 SD.


Edward menatap Chelsea dengan mata berkaca-kaca, langsung saja dia memeluk gadis itu sambil menangis tersedu-sedu.


"Abang takut Mom El hiks hiks hiks.." Edward menangis tersedu-sedu sambil memeluk Chelsea dengan erat.


"Loh, Edward, ada apa, hey.. Apa yang terjadi? astaga, apa dia mengatakan hal hal mengesalkan lagi?" gumam Chelsea.


"husshh sudah sayang tak apa, tak usah dengar kata kata monster laut jelek bau amis itu jangan sedih, kita basmi nanti, tenang aja, ada Mom El disini," ucap Chelsea sambil menenangkan Edward.


Otniel benar benar terkejut dengan putranya yang justru terlihat lebih dekat dengan Chelsea dibanding dengan dirinya dan hal itu membuatnya cemburu.

__ADS_1


"Chelsea apa kau kenal wanita tadi?" tanya Otniel.


"Saya kenal dok, nanti saja kita bicarakan, Edward harus tenang dulu, ada yang harus saya sampaikan pada anda, ini terkait Edward dan perempuan kurang ajar itu," ucap Chelsea yang masih memeluk Edward dengan erat.


"Nak duduk dulu sini, kita bicara sayang," panggil Otniel.


"Nak dipanggil Daddy tuh," bisik Chelsea.


Edward melepaskan pelukannya sambil berbalik dan menatap Daddy. Dia mengusap air matanya.


"kemari, sini Peluk Daddy," ucap Otniel sambil merentangkan kedua tangannya, dia tau kalau putranya pasti memikirkan kata kata kejam yang keluar dari mulut wanita tadi.


Edward memeluk Daddynya, dia takut dan sedih, dan pasti ada yang mengganggunya pikirannya selama beberapa hari ini apalagi Otniel selama be hari di rawat di rumah sakit begitupun dengan Diandra sehingga tak terlalu jelas perubahan pada anak kecil itu.


"Tenang ,ada Daddy," ucapnya sambil menepuk nepuk punggung Edward.


"Chelsea duduk, jelaskan padaku semuanya!" ucap Otniel dengan tegas.


"Sebenarnya wanita tadi adalah sepupu saya Dok," ucap Chelsea sambil duduk di samping Edward.


"Beberapa hari lalu saya bertemu dengan dia di sekolah saat menjemput anak teman saya, dan kebetulan saya juga ketemu dengan Edward," jelas Chelsea.


" Dan saya mendengar semua kata kata buruk keluar dari mulutnya, mungkin hal itu yang membuat Edward drop seperti saat ini, saya pikir Edward menyampaikan pada Anda ternyata Anda tak tau apa apa tentang hal ini," jelas Chelsea.


"Lalu kenapa dia datang lagi kesini dan mengganggu putraku?" ketus Otniel.


"Apa itu hanya akal akalan kalian karena tau keadaan keluarga kami?" tukas Otniel.


Chelsea sedikit merasa sakit hati dengan kata kata Otniel, seolah dia ingin memanfaatkan Edward padahal nyatanya dia punya masalah pribadi dengan wanita tadi.


"Tentu tidak dok, saya saja tidak berhubungan baik dengan keluarga saya, saya sudah keluar dari rumah dan dia datang untuk memanggil saya pulang ke rumah, entah untuk apa tapi yang pasti untuk kepentingan keuangan mereka," jelas Chelsea, terlihat raut tidak senang di wajah gadis itu saat membicarakan tentang keluarganya.


.


.


.


like, vote dan komen 😊😊

__ADS_1


gantung!!!!🤣🤣


__ADS_2