
Bessara menatap tajam ke arah Luna yang tampak tersenyum smirk ke arahnya tepat setelah dia menerima panggilan dari Kim, asistennya.
"Hahahah sepertinya kami sudah ketahuan," batin Luna tertawa di dalam hati.
“Sial... beraninya kau mengancamku dengan menggunakan anak anakku perempuan bangsat, sial... bisa bisanya aku tertipu dengan gambar palsu itu, arrgghhhh tunggu kau, aku akan membunuhmu dengan kedua tanganku sendiri,” batin Bessara yang nafasnya mulai naik turun setelah mendengar laporan Kim tadi.
Kedua putrinya baik baik saja dan masih di tempat yang aman, foto yang dikirim Luna semalam adalah hasil editan.
Tuan Nicholas masuk ke dalam ruangan dengan seluruh pesonanya yang membuat orang orang penasaran.
Pesta besar itu ditonton oleh seluruh dunia.
Acara pun dimulai dengan pidato dari beberapa perwakilan perusahaan dan dimulai dengan pidato pembukaan dari Gamaliel Park pemimpin J. B grup diikuti pengusaha besar lainnya dan diakhiri oleh tuan Nicholas yang tersohor.
“Selamat menikmati acara ini, saya sangat menantikan menjalin kerja sama dengan kalian semua,” kata penutup dari pidato Tuan Nicholas.
Diandra bahkan menyaksikan Suaminya berpidato di atas podium dengan jas yang dia pilihkan, namun wajahnya merengut kesal saat melihat pria yang naik ke atas podium itu.
“Ck... tidak cocok dengannya,” gumam Diandra dengan wajah kesal.
“heh kau kenapa nyonya menir?” ejek otniel yang memperhatikan wajah kesal diandra.
“Mau berperang lagi?” ucap Otniel yang memulai perdebatan.
“Diam kau dokter gadungan, urus saja pasienmu, kau tidak tau apa apa soal ini,” balas Diandra dengan nada ketus.
“Ck dasar mak lampir, jangan sampai keponakanku tertular virus mak lampir mu itu,” ejek Otniel.
“Cihhh siapa kau dasar dokter gadungan, mana ada virus mak Lampir,” balas Diandra, wanita itu tampaknya sudah dalam kondisi yang sangat baik sehingga bisa berdebat dengan si dokter gadungan itu.
Reva dan Joy saling menatap , telinga mereka berdua sudah benar benar panas mendengar perdebatan kedua manusia berbeda jenis kelamin itu, tapi apa boleh buat keduanya tak bisa berkutik.
Sementara itu di Jerman, Bessara mulai menjalankan aksinya, dia meminta Helen untuk mengalihkan perhatian Brandon sedangkan Bella sudah ditariknya dan berjalan mendekati tuan Nicholas yang tampak sedang berbicara dengan beberapa kolega bisnis yang juga hadir di acara besar itu.
“Ahhh tuan Nicholas, sungguh senang bertemu dengan pebisnis ulung seperti anda,” ucap Bessara sambil menarik Bella ke sampingnya.
“Beraktinglah yang benar,” bisik Bessara sambil memegang lengan gadis itu dengan kuat.
__ADS_1
Tangan Bella gemetaran, dia sudah berjanji pada William tidak akan melakukan hal seperti itu lagi, tetapi adiknya Diandra akan dalam bahaya jika dia tidak menurut.
“Dia gemetar,” batin pria bertopeng itu, dia memperhatikan Bella yang tampak ketakutan, bagi orang seperti mereka akan sangat cepat melihat perilaku seseorang entah itu ketakutan, tulus maupun licik.
“Sa... salam kenal tuan, saya Bella Bessara,” ucap Bella sambil mengulurkan tangannya berusaha untuk berakting dengan mumpuni.
Tuan Nicholas memulai aktingnya dia menerima jabatan tangan Bella sambil tersenyum,” Wah nona yang sangat cantik, “ ucap pria itu yang langsung menarik Bella dari tuan Bessara dan memeluk Bella dengan sedikit sensual.
Bessara tersenyum, “ Ini akan berhasil dengan baik,” batin Bessara.
“Dia putri saya tuan, dia ekhmmm... dia gadis yang penurut,” ucap Bessara seraya berbisik di telinga tuan Nicholas yang terlihat lebih tinggi dari Bessara.
Tuan Nicholas menggerakkan tangannya seolah meminta yang lain pergi dan memberi mereka privasi, dia mulai menyukai percakapan ini.
“Ahhh benarkah?” ucap pria itu sambil mengangkat jarinya seraya mengelus wajah Bella dengan sensual sedangkan tangannya yang lain ada di pinggang ramping gadis cantik dan seksi itu.
“Dia tidak menyentuhku,” batin Bella saat melihat tangan itu hanya bergerak di depan wajahnya meskipun jika dari sudut pandang tuan Bessara terlihat seperti menyentuh nyatanya tuan Nicholas hanya menggerakkan jarinya.
“Tentu tuan, kita bisa membicarakan masalah kerja sama jika tuan berminat padanya, terutama untuk membersihkan rumor itu,” ucap Bessara sambil mengambil sampanye yang di bawa pelayan.
“Bagaimana tuan?” tanya Bessara sambil memberikan satu gelas sampanye untuk tuan Nicholas.
“Saya tidak..” Bella terdiam saat Bessara menatapnya.
“Terimakasih ,” ucap Bella pasrah, dia tidak mau meminum alkohol karena pasti dia akan mabuk.
“Bersulang untuk kerja sama kita,” ucap Bessara sambil tersenyum dengan gelas Sampanye nya.
“Cheers...” Tring... tring
Dentingan gelas terdengar, mereka bertiga meminum sampanye mereka sampai habis.
“Astaga si dodol ini, kenapa meminum semuanya, ya ampun kenapa kau malah terbawa suasana,” batin Vasko menatap tuan Nicholas dengan wajah kesal.
“Wah.. enak, begini rasanya jadi bos besar hahahahah,” batin tuan Nicholas.
“Ehh pusing... mampus aku... ya ampun aku meminum semuanya, panas mampuslah... Vasko akan menghukumku nanti,” batin Tuan Nicholas itu.
__ADS_1
“Kenapa disini terasa gerah?” gumam Bella, dia merasa tubuhnya terasa panas.
Tuan Nicholas menoleh ke arah Bella dan Bessara bergantian, matanya mulai berkunang kunang,” Sial aku terjebak.... arhhhkkkk” gerutu pria itu.
“Ikut denganku,” ucapnya sambil menarik lengan Bella keluar dari ruangan pesta itu.
“Aku akan bersenang senang dahulu, aku akan mengumumkan kerja sama kita nanti,” ucap Tuan Nicholas menarik tangan Bella.
Bessara hanya membungkuk dengan senyum kemenangan karena rencananya berjalan dengan mulus.
“Sial si bodoh itu...” geram Vasko sambil mengikuti tuan Nicholas dan Bella dari belakang.
Tuan Nicholas berjalan dengan cepat menuju ke kamar hotel yang sudah mereka persiapkan.
“Sial.... aku terkena jebakannya, Bella apa... ahhh dia sepertinya juga terkena efeknya, sialan pasti pria sesat bau tanah itu menaruh obat disana, haissshhhh jadi ini rasanya terkena obat perangsang,” gerutu pria itu sambil melepaskan dasinya, dia merasa kepanasan.
Dia berjalan dengan cepat sebab obat itu mulai bereaksi membangunkan pedang samurai yang tak seharusnya bangun saat ini.
Dia menatap ke arah Bella yang tampak panik ,” Oh Tuhan ampunilah hamba-Mu ini, otak sesatku mulai meronta ronta, ini belum waktunya oiiii.... kau belum menikah ngapain bangun sekarang kunyuk, sarang mu belum ada kampret arrhhh siaaaalll....” pria itu mengumpati benda pusakanya sendiri yang mulai terasa sesak di bawah sana.
Pletakkk...
“Goblok... kenapa kau meminum semuanya, bukannya kita sudah membicarakan itu?” seseorang memukul kepala nya dari belakang.
“Awhhhh sakit kampret, aku lupa, sampanyenya terasa sangat enak, kau juga kenapa tidak mengingatkanku, ini sudah bangun apa yang harus ku lakukan , pikiranku mulai sesat kampret,” balas pria itu sambil mengumpat dan menunjuk sesuatu yang mulai menggembung di bawah sana.
Vasko memijit pelipisnya, ingin dia menghajar pria itu saat ini juga.
Pria itu melepas topengnya dan....
Jreng... jreng... jrenggg......
.
.
.
__ADS_1
Like, Vote dan Komen