
Diandra berdiri dengan tangan yang gemetaran, dia menatap David dengan tatapan tak percaya, barusan pria itu berbicara lembut dengan orang lain bahkan sampai memanggil sayang.
David tersenyum jahil melihat Ekspresi Diandra yang benar benar terkejut, tampak sedikit sorot kekecewaan di dalam mata wanita itu dan David menyadarinya.
"Iya aku punya," ucap David sambil menatap Diandra menunggu reaksi wanita itu.
"Haa...? Pu...punya? Kakak punya kekasih," ucap Diandra pelan.
"Hmm.... Begitulah," ucap David.
"Ke..kenapa kakak tidak bilang padaku waktu itu, ke...kenapa kakak tidak bilang kalau kakak punya kekasih, ini seperti aku menjadi Perebut lelaki orang..." Ucapnya sambil duduk di atas kursi.
Kakinya gemetar, suaranya terdengar lirih, ia tak lagi menatap David, Dian hanya menunduk dan tampak Shock dengan semua yang baru di ketahuinya itu.
David menatap Diandra, benar benar tak tega membiarkan istrinya lemah seperti itu.
"Untuk apa ku bilang?" Tanya David.
"A..ku.. aku pasti tidak akan menerima pernikahan ini kalau tau kakak punya seorang kekasih, di..dia Pasti sedih, inilah sebabnya aku mengatakan kalau aku tak meminta pertanggung jawaban, " ucap Dian pelan.
"Dia selalu memikirkan orang lain sebelum dirinya, dasar Diandra, " batin David.
David berdiri di dapan Diandra, " Tapi aku mau bertanggung jawab," ucap David.
"Lalu dia bagaimana kak? A.. apa kakak memang cuma ingin memastikan aku akan hamil atau tidak? Setelah itu mengambil anakku lalu kakak membuangku juga? A..aku... Hiks hiks hiks... Aku..." Diandra menangis,dia benar Benar menangis kali ini.
Di depan David pertahanannya runtuh," kenapa kalian semua jahat? Kenapa tak ada yang memikirkan perasaanku? Aku... Hiks hiks aku..."
"Apa kakak pikir aku mau menikah dengan cara ini? Tidak kak, kalau dari awal di hati kakak sudah ada wanita lain, jangan biarkan aku masuk dalam kehidupanmu kak, aku... Aku terlanjur menikmati peranku sebagai seorang istri," ucap wanita itu yang kini menangis tersedu-sedu.
Bahunya bergetar, tangannya menutup wajahnya, suara tangisannya begitu menyayat hati membuat David sendiri menjadi ikutan sedih.
David tanpa bicara apa apa langsung memeluk Diandra untuk pertama kalinya dalam keadaan sama sama sadar.
David memeluk wanita itu dan menepuk nepuk punggung Diandra yang menangis. Diandra bahkan sampai terkejut dan tidak menyangka kalau David akan melakukan hal itu.
"Apa benar kau menyukai peranmu sebagai seorang istri?" Tanya David dengan lembut.
"A...aku... Aku menyukainya," cicit Diandra yang masih menangis dalam pelukan David.
"Kau menyukainya? Atau menyukaiku hmmm?" Tanya David yang kini mengarahkan wajah Diandra ke hadapan nya, kini mereka saling bertatapan, mata pria itu menatap dalam mata istrinya.
__ADS_1
"Eh... I...itu.. aku.. Ekhmm..."Diandra jadi salah tingkah karena David tiba tiba begitu dekat dengan wajahnya, bisa dengan jelas David melihat wajah wanita itu merona, dia bahkan tak berani menatap David.
"Ekhmmm... Ka..kau kan punya ke..kekasih, ma..mana be..." Diandra terdiam saat David menyambar bibirnya dan memberikan kecupan lembut di bibir itu.
Cup
Diandra terkejut buka main, jantungnya berdegup kencang tak karuan saat ini, tubuhnya bahkan memanas,ada desiran aneh di dalam diri Diandra saat dia mendapatkan kecupan itu.
"Katakan apa kau menyukaiku?" Tanya David sekali lagi sambil menatap mata Diandra.
Dian menganggukkan kepalanya pelan, lalu dia menunduk, air matanya mengalir kembali saat dia sudah mengakui perasaannya di depan suaminya.
"Ma..maaf, aku tidak seharusnya, aku membuatmu terbeban... Ma..maaf, kekasihmu pasti marah, maaf hiks hiks hiks " Diandra menangis, Cinta membuatnya sedikit bodoh.
David tersenyum dia kembali memeluk Diandra, "apa kau mau bertemu kekasihku dan berbicara padanya? dia sangat cengeng," Ucap David .
Diandra mendongakkan kepalanya, dia menatap David, "Kak apa kau sudah tidak waras memintaku menemui kekasihmu itu? Dia pasti marah nanti!!" Ucap Diandra tak habis pikir dengan usul suaminya.
"Ohh ayolah, kau bisa menjelaskannya padanya, dia akan mengerti, " ucap David dengan suara memohon.
"Aku jadi merasa seperti perusak hubungan orang kak, aku... Aku malah membuatmu dalam masalah," lirih Diandra.
"Makanya bicaralah dengan kekasihku," ucap David yang tersenyum jahil sambil melirik Diandra yang masih menangis.
"Kapan kita bertemu dengannya?" Tanya Diandra sambil mengusap air matanya, dia merasa begitu menyedihkan saat menanyakan hal seperti ini.
Dia tak pernah memikirkan kalau dia menjadi duri dalam hubungan orang lain,entah apa yang akan dikatakannya pada kekasih David itu nanti.
Lain dengan David, dia hampir saja tertawa terbahak bahak melihat wajah sedih Diandra tetapi dia melihat satu kepribadian Diandra yang tak pernah hilang.
Rasa pedulinya yang begitu besar, rasa simpati terhadap orang lain dan hatinya yang lembut itu tak pernah meninggalkan dirinya.
"Biar kutunjukkan siapa kekasihku," ucap David sambil memutar tubuh Diandra menghadap Cermin, wanita itu duduk menghadap cermin dengan David di belakangnya sambil memegang bahu wanita itu.
"Ini kekasih ku," ucap David sambil tersenyum lembut dan menatap Diandra melalui cermin.
Dian yang masih belum mengerti malah mengerutkan keningnya, dia benar benar bingung apa maksud David saat ini.
"Kak maksudnya bagaimana? Jangan bermain-main mana ada kekasih kakak disini, mana dia? Ayolah kak, aku tak ingin jadi perusak hubungan orang lain," ucap Diandra menggerutu.
" Ck... Lihat ke depan, lihat dengan jelas, dia adalah kekasihku yang cengeng dan cerewet tapi masakannya enak,dia juga perhatian, lihat ke depan dengan benar kau akan melihatnya," ucap David sambil memperbaiki posisi Diandra.
__ADS_1
Lama Dian menatap cermin itu, yang dia lihat hanya dirinya sendiri dan David yang masih memegang bahunya dengan lembut.
Wanita itu menggaruk garuk kepalanya, dia benar benar tidak mengerti, bodoh atau mungkin tidak ingin berekspektasi terlalu tinggi, ya begitulah Diandra.
"Astaga Dian kapan kamu akan menyadarinya? Polos sekali kamu ini," batin David sambil senyum senyum sendiri melihat tingkah Diandra yang belum juga mengerti apa maksud David.
Akhirnya Diandra mengerti, matanya membulat, dia segera mendongakkan kepalanya menatap David dengan mata berkaca-kaca, dia mudah sekali menangis kalau di depan David.
"Ja..jadi Maksud kakak itu, kakak pacaran sama Cermin? Hiks hiks hiks kak David ternyata gak normal huaaaaa" Ucap Diandra dengan polosnya sambil menangis Bombay.
David menepuk kepalanya sendiri, dipikir Dian sudah paham eh tau taunya malah melenceng dari perkiraan.
"Ahahahhahahaha..... Astaga Diandra, kau ini ada ada saja? Apa kau masih belum paham hmmm?? Kau ini ya kali aku pacaran sama Cermin aku masih waras Dian" ucap David yang malah tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Diandra.
"Ishh... Kak... Makanya bicara yang jelas, di cermin cuma kita yang kelihatan, Dian gak mau berpikir kalau itu Dian, Dian takut kecewa dan kakak malah ngejek Dian " ucap wanita itu sambil mengerucutkan bibirnya, air matanya masih saja mengalir.
"Bwahahhahahaha...... Ada ada saja kamu, " ucap David sambil Tertawa.
Melihat David tertawa lepas seperti itu, membuat Diandra benar benar bahagia, padahal hanya melihat wajah David yang tertawa saja dia sudah bahagia.
David menatap Diandra dengan lembut, " Dengar ya yang aku telpon tadi itu salah satu teman baikku, aku sengaja mengatakannya untuk melihat reaksimu, tau taunya kamu malah cengeng begini," jelas David.
"Lalu siapa kekasih kakak ? " Tanya Diandra.
"Kekasihku? Mau tau yaaaa..... Hahhaha" Goda David sambil mencolek hidung Diandra dengan jahil.
"Ck... Ahhh kak David beneran nih," ucap Diandra dengan wajah di tekuk.
"Cieee yang penasaran nieee.... Hhahahha," ucap David lagi.
"Haisshhh.... Kalau gak mau kasih tau ya udah," ketus Diandra memasang wajah kesal.
David memeluknya dari belakang sambil mengecup pucuk kepala Diandra.
"Itu kamu Dian, aku gak punya hubungan apa pun dengan wanita lain, jadi kamu itu kekasih sekaligus istri bagiku, jangan sedih lagi ya " ucap David lembut sambil menepuk pucuk kepala Diandra.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 😉😉😊