Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Pembalasan


__ADS_3

Mata Bessara, Brandon dan Helen terbelalak saat melihat wajah di balik topeng itu, wajah buruk rupa yang mereka temui di waktu waktu sebelumnya. Bingung, heran, terkejut dan tentu saja kehilangan kata kata saat melihat wajah pria itu, mereka merasa seperti sedang dipermainkan oleh keadaan.


“Ke... kenapa pria buruk rupa itu disana? Kenapa dia disana,” ucap Tuan Brandon dengan mata terbelalak sambil menatap David yang dengan santainya berbicara di atas podium.


“Ja... jadi dia adalah tuan Nicholas yang sebenarnya? Bagaimana bisa seperti ini... ti... tidak... kita hancur, kita sudah hancur...” ucap Helen.


Mereka benar benar panik, apalagi melihat wajah itu bear benar ada disana, sungguh sebuah hal yang tidak pernah mereka bayangkan akan terjadi di aula pesta itu.


“Bagiamana bisa kita sampai kecolongan seperti ini, jika aku tau pria yang tidur dengan Diandra waktu itu adalah dia... arhhhh seharusnya sudah bisa kumanfaatkan ahhhhh siaaallll....” geram Bessara sambil mengepalkan kedua tangannya.


Beberapa orang di dalam ruangan itu tentu pernah melihat wajah si balik topeng itu, wajah dengan bekas luka bakar di wajah bagian kirinya, tak ada yang menyangka kalau wajah yang sering mereka lihat di restoran, hotel dan beberapa tempat lainnya adalah tuan Nicholas yang asli.


Semuanya benar benar tiba tiba, siapa pun pasti akan kaget saat melihat orang yang dianggap bukan siapa siapa bahkan menganggap dia remeh justru adalah orang penting pemilik kerajaan bisnis Moto.Tech.


“Heiii... kenapa semuanya tiba tiba terdiam?” ucap David sambil tersenyum tipis sambil menatap sepasang suami istri yang juga tampak kehilangan kata kata mereka saat melihat David berdiri di depan mereka.


Orang itu adalah Joan Montana dan Reni Montana pasangan yang pernah menghina David dahulu saat dia bekerja di hotel miliknya sendiri.


Wanita yang merupakan mantan kekasih David yang malah mengkhianatinya dengan orang lain karena menganggap kau dirinya hanya orang miskin tak berguna dan menganggap kalau David adalah seorang monster justru terbujur kaku di tempatnya saat ini.


Reni melepas tangannya dari Joan suaminya, dia benar benar tak bisa berkata apa apa, bahkan Joan pun sama dan mereka sekarang menyadari bahwa bisnis mereka pasti akan berada dalam bahaya karena telah berani menyinggung sang tuan Nicholas yang terhormat.


“Apa aku tidak salah lihat? Dia dia David yang kukenal, pelayan restoran yang kutinggalkan dulu... ti... tidak bagaimana ini bisa terjadi, aku... aku meninggalkan berlian hanya untuk seonggok perak ,” batin Reni dengan mata membulat tak percaya.


“Ekhmmm.... Mungkin ada beberapa orang yang sudah sering melihat saya di hotel, restoran dan tempat tempat lainnya, maaf kalau saya menipu kalian tapi ekspresi kalian semua benar benar lucu hahahah,” David malah tertawa dan menikmati ekspresi para tamu undangan itu.

__ADS_1


“Kalau begitu siapa gerangan istri anda tuan? Kenapa tidak di bawa kesini?” tanya salah satu pengunjung acara itu.


Mendengar seseorang memotong perkataannya tidak lagi membuat David marah dia tersenyum, “Istri saya? Penasaran ya hahah, dia adalah seorang wanita yang berhati baik tetapi sangat cerewet dan pemberani, dia tidak disini saat ini, tetapi aku yakin Diandra kesayanganku sedang menyaksikan suaminya yang tampan ini berbicara di atas podium , iya kan sayang,” ucap David sambil menatap ke arah Kamera.


“ Diandra sayang, aku mencintaimu dengan segenap hatiku, kau adalah hidupku sekarang bersama dengan buah hati kita, aku mencintai baik kekurangan mau pun kelebihanmu, kau adalah cinta pertamaku sayang, setelah lama dipisahkan oleh waktu , kau kembali dari kematian, aku mencintai wanita baik, bijak dan berhati lembut, kau satu satunya wanita yang akan menemani diri ini sampai hayat memisahkan kita, dan akan kupastikan kau bahagia,” ucap David dengan tatapan yang benar benar tulus.


Para tamu undangan dibuat terharu dengan pesan David pada sang istri, benar benar seorang suami idaman, sudah kaya, lembut pula dengan wanita benar benar idaman semua wanita.


Di Indonesia, Diandra menangis terharu menonton pidato suaminya, rasa rindunya semakin menjadi jadi, dia benar benar ingin memeluk suaminya saat ini tapi apa daya, jarak memisahkan mereka.


“Hiks... hiks... hiks... aku juga mencintaimu kak, cepat pulang aku rindu... huaaaa.....” Diandra menangis seperti anak kecil.


Reva dan Joy menepuk nepuk punggung wanita hamil itu sambil membersihkan air mata Diandra dengan lembut.


“Sudah kak jangan menangis, kakak adalah wanita paling bahagia saat ini, kak David benar benar mencintai kakak,” ucap Reva yang juga turut bahagia saat mendengar ungkapan hati kakak iparnya.


“Huaaa... aku menangis karena bahagia dasar kalian berdua, ini air matanya gak mau berhenti huaaaaa.... Kak Daviddd... mereka melarangku menangis...” teriak wanita itu, air matanya sudah seperti air terjun mengalir deras dari kedua pelupuk matanya.


Joy dan Reva saling menatap, lagi lagi mereka salah langkah, keduanya hanya bisa diam tanpa harus menyinggung Diandra lagi.


Otniel hanya geleng geleng kepala melihat aksi Diandra, lucu dan menggemaskan tapi kasihan juga kalau terus terusan menangis.


Kembali ke Jerman,


Setelah menyampaikan pidatonya, David turun dari podium diakhiri dengan tepuk tangan meriah dari seluruh penonton.

__ADS_1


Tuan Bessara dan Nyonya Helen tak lagi ada di dalam ruangan itu, entah kemana kedua mahkluk jadi jadian itu pergi.


Tuan Brandon tampak tak bisa berkata apa apa lagi, dia benar benar memutar otaknya untuk mencari cara agar bisa memanfaatkan situasi saat ini demi keuntungan perusahaannya.


“Apa yang harus kulakukan, aku tak bisa diam seperti ini saat melihat ada kesempatan emas, aku harus memanfaatkan keadaan ini, bukankah dia menikah dengan Diandra jadi otomatis dia adalah menantuku,” batin tuan Brandon yang tidak memilik rasa malu sedikitpun.


David berjalan diiringi oleh pengawal yang merupakan kombinasi anak buah Vasko, Sean dan Joel, dia benar benar di kawal dengan ketat.


David menghampiri para tamu undangan, dia bukan orang yang sombong hanya saja sangat dingin dan menyeramkan jika sudah membicarakan tentang bisnis.


Brandon mendapatkan ide cemerlang, dia berjalan menghampiri David yang berdiri diantara para tamu undangan.


“Aku akan memastikan kau bisa kukendalikan, jangan sebut aku brandon Aniston jika tak bisa mengatasi masalah kecil seperti ini, kau harus tunduk di bawah perintahku,” batin Brandon yang benar benar ingin memanfaatkan seluruh keadaan saat ini.


Dengan kebodohan dan kenaifannya, Tuan Brandon berjalan dengan cepat sambil mengepalkan kedua tangannya seolah olah dia sedang marah.


Awalnya dia tampak biasa saja sehingga para pengawal tak curiga namun nyatanya perbuatannya selanjutnya menunjukkan kalau dia sedang menyerahkan nyawanya pada David.


Bughhh...


Satu bogeman mentah mendarat di wajah bagian kiri David hingga membuat topeng keloid David terkelupas karena pukulan itu cukup keras.


.


.

__ADS_1


.


Like, Vote dan komen


__ADS_2