Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Joy aneh


__ADS_3

Otniel berlari menghampiri mereka dengan senyuman sumringah di wajahnya. Dia benar benar bahagia dengan kenyataan kalau Sahabatnya kembali ke Indonesia dan akan tinggal disana bersama mereka seperti dulu lagi.


“huaaaa.. akhirnya aku melihat wajah konyol mirip kambing di belakang rumah sakit ini ahahahah...kau pulang juga hahahahha...” pria itu melonjak kegirangan seperti seorang anak kecil yang bertemu dengan sahabat nya yang lama pergi.


“Astaga kau semakin hari semain aneh saja.... dasar anak domba...” celetuk joel.


“hahaha aku merindukanmu bro, kau semakin hebat saja ya, dan...” Otniel menatap Joel dari bawah sampai ke atas.


“kau semain tua hahahhahahaa...” celetuk Otniel.


Joel menatap kesal pada Otniel, ketuaan adalah hal yang sensitif bagi pria itu.


“Grrhrhh kemari kau dasar dokter gila, psikopat anjayyyy.... kemari kau sialaaaaannn....” geram Joel yang kini mengejar Otniel yang mengejeknya tua padahal wajahnya tidak setua yang dikatakan oleh Otniel.


“Kemari kau arhhhhh Nieeelll kampreettt...” teriak Joel sambil terus mengejar Otniel.


“Mulai lagi kan, haihhh mereka memang tak bisa disatukan,” ucap David sambil geleng gelang kepala.


“Hmmm kau benar, astaga apalagi kalau gabung sama si Mama gorila bisa mampus kita satu rumah, ricuh, riuh, ruweh heboh bersatu menjadi perpaduan paling amburadul hadeehhh...” Vasko menepuk kepalanya sendiri membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka sudah tiba di rumah nanti.


“Mereka masih sama saja ya hahahah.... selalu saja heboh,” ucap Ara yang menertawakan suaminya dan Otniel.


“Kau baik baik saja kan? Diandra akan sangat senang dengan berita ini, aku belum bilang apa apa pada mereka, hanya Vasko dan Niel yang kuberitahu,” ucap David sambil mengambil alih barang barang bawaan mereka.


“Aku baik baik saja, hanya sedikit mual, itu biasa dan aku masih bisa tahan kak,” jawab Ara dengan lembut.


“Apa kau sudah sembuh dari luka masa lalumu?” tanya Vasko to the point.


“Vasko, kenapa kau menanyakan itu sekarang?” tanya David dia khawatir Ara akan mengingat kejadian buruk dulu.


Ara tersenyum,” terimakasih telah menanyakan hal itu kak, aku sudah sangat baik sekarang, dia benar benar membuatku tenang dan nyaman, dia yang membuatku sampai sejauh ini,” ucap Ara sambil menatap suaminya yang masih berlarian mengejar Otniel di tempat itu.


“Baguslah, ahhh aku ada berita baik,” ucap David.


“Otniel akan menikah dan bayimu akan punya teman seusianya, Diandra sedang mengandung , sudah 2 bulan,” ucap David.


“Wahhh benarkah? Ini berita besar, wahhhh Kak Niel bisa menikah juga? Apa ada wanita yang mau padanya dan Diandra hamil lagi?wahhh ini benar benar hebat...” seru Ara.


“Hahhaha tentu ada yang mau pada pria itu, aku punya feeling kalau gadis itu sama gilanya dengan Otniel, dia hanya belum menunjukkan seluruh dirinya hahaha..” celetuk Vasko.

__ADS_1


“Ya kau benar baskom, dia pasti sama gilanya dengan calon suaminya itu, kau tidak lihat bagaimana dia menatap kedua orangtuanya dan Monika saat di rumah mereka waktu itu? Ughhh dia hanya lugu di luar, dia belum menemukan jati dirinya, tatapannya waktu itu benar benar menunjukkan kalau dia siap menghabisi mereka,” celetuk David.


“hmm kau kau benar, hanya saja apa gunanya kalau hanya menatap seperti itu, dia harus bertindak,” balas Vasko.


Ara menatap para pria yang malah sibuk dengan urusan mereka masing masing.


“Hufftthhhh dasar mereka ini, yang disana main kejar kejaran, yang disini malah bergosip ria, hadehhh ...”


Ara dan keempat pria heboh dan si kecil Ella akhirnya berangkat dari bandara menuju rumah besar keluarga Park, tempat dimana pertemuan selalu dilakukan.


Sepanjang perjalanan keempat pria itu saling bercerita di dalam van besar yang merkea bawa untuk menjemput Joel, Ara dan Ella. Semuanya heboh, bahkan celetukan celetukan dari si kecil Ella membuat mereka turut tertawa.


Sementara itu di rumah besar keluarga park, mereka semua sudah bersiap menyambut kedatangan Ara dan Joel. Yang mereka tau hanya Ara dan Joel yang akan datang, mereka tidak tau kabar tentang kehamilan Ara dan Ella yang ikut serta bersama mereka tanpa Bella dan William yang sebenarnya akan segera menyusul ke Indonesia setelah urusan mereka selesai.


“Joy aku sudah cantik belum? Make upnya sudah keren belum? Sudah pas atau ada yang kurang? Rambutku gimana? Lipstick? Blush on, eyelinernya udah pas belum hmmm? Gimana gimana gimana?” Diandra bertanya pada Joy bahkan sampai membuat wanita itu bejalan mundur karena Diandra terus mendesaknya, sejak tadi dia bertanya tentang hal yang sama pada Joy.


“Hayuuuhhhh kak Diandra, kau sudah sangat sangat sangat sangat dan sangat cantik, mau ditambahin apa lagi coba, dasar kau ini, itu sudah cukup,sekarang duduk tenang dan habiskan makananmu dan jangan lupa makan vitaminmu, kau sedang hamil jangan pecicilan,” ucap Joy sambil menarik Diandra ke kursi dalam ruang santai, lucunya wanita itu menurut saja dengan apa yang dilakukan Joy padanya.


“Heheh baiklah kakak ipar yang cantik, aku akan menurut, aku hanya tidak sabar bertemu kak Joel dan kak Ara, hahhh akhirnya kita semua berkumpul lagi..” seru Diandra yang mulai menikmati makanannya.


“Aku juga , akan sangat menyenangkan berkumpul kembali bersama mereka, rumah akan lebih ramai lagi,” ucap Joy sambil menyeruput minumannya di samping Diandra. Meski dia tersenyum namun matanya mengatakan kalau dia sedang bersedih dan tak bersemangat.


Diandra menggelengkan kepalanya,” ada apa?” Diandra bertanya balik pada Joy.


“Apa ada sesuatu yang menganggumu? Sepertinya kau sering murung akhir akhir ini, apa ada masalah? Kau juga terlihat tidak bersemangat, apa kau sedang sakit?” Diandra menatap wanita itu dengan serius.


Joy membalas tatapan Diandra dia berusaha tersenyum,” nggak apa apa kok,” ucapnya sambil memaksa senyumnya.


“jangan tersenyum seperti itu,” ketus Diandra dengan wajah kesal.


“Apa ada yang salah dengan senyumanku?” tanya Joy.


“Cihhh kau tersenyum tapi matamu melengkung ke bawah, kau terlihat menyeramkan seperti Joker saja, bibirmu senyum tapi matamu menangis,” celetuk Diandra.


Joy terkejut dengan kata kata Diandra, benarkah dia terlihat semuram itu saat ini?


“mungkin karena kelelahan, aku tak apa kok,” jawaban lagi yang berusaha tersenyum lebih baik lagi.


“iya iya terserah, tapi jangan tersenyum seperti itu ke arah ku kau sangat menyeramkan ,”: ucap Diandra,

__ADS_1


Joy diam saja, dia lagi lagi hanya mengangguk dan tersenyum. Sebuah senyuman pura pura yang bisa disadari oleh si bumil di sampingnya itu.


“Apa yang terjadi? Kenapa Joy jadi murung akhir akhir ini?” batin Diandra sambil sesekali melirik Joy yang tiba tiba menjadi kalem tidak seperti biasanya.


“Mom? “ suara Jacob kecil terdengar mendekati Joy dan diandra.


Joy tampak melamun sehingga dia tidak memperhatikan panggilan putranya.


“Mommy?” panggil Jacob lagi namun tak dihiraukan oleh Joy, hal ini justru membuat Diandra khawatir.


“Jacob panggil lagi mommy,” bisik Diandra.


“mommy?” panggil Jacob lagi namun tak juga digubris.


“ada apa dengan Mommymu nak?” bisik Diandra.


“Jacob gak tau aunty, tapi Mom kelihatan sedih seperti malam sebelum sebelumnya,” ucap Jacob pelan.


Diandra sedikit terkejut, sebenarnya apa yang terjadi pada Joy?


“ada apa? Kenapa dia tiba tiba murung seperti ini? Apa Kak Vasko tidak memperlakukan Joy dengan baik?” batin Diandra.


“Kakak ipar, Jacob memanggilmu,” ucap diandra sambil menepuk bahu joy.


“Ehh .. sejak kapan, aduh maaf aku melamun, “ Joy tersentak dan sadar dari lamunannya yang tak berujung itu.


“Sejak lebaran monyet, kenapa sih kak?” tanya Diandra heran.


“eh aku tidak kenapa,” ucap Joy sambil menggendong Jacob.


“cihhh....” Diandra hanya berdecih kesal karena joy tak terbuka padanya dia memilih melanjutkan makannya daripada harus menunggu penjelasan wanita itu.


“perasaan sebelumnya baik baik saja deh, aneh, ini benar benar mencurigakan,” batin Diandra.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2