Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Jepang


__ADS_3

Di sebuah negara yang terkenal dengan bunga sakuranya, seorang wanita dengan wajah khas Eropa tengah duduk di tengah ruangan minimalis sambil menatap layar komputernya, mengawasi orang orang dari sana.


Sesekali tampak senyuman sinis dari wanita berparas cantik itu saat melihat aksi lawannya di layar komputer.


“Permainanmu masih terlalu lambat bodoh, kau pikir bisa mengalahkanku dengan senjata seperti itu, tidak akan bisa,” ucap wanita yang jika dilihat mungkin usianya sekita 30 tahunan tapi siapa sangka kalau usia wanita itu sudah lewat setengah abad.


“Grrhhhh... berani sekai kau mengancamku bajingan, awas kau kalau sampai ketemu denganku, ku habisi kau dengan tanganku sendiri!!!!"


Wanita itu begitu konsentrasi menatap layar komputernya, matanya mengikuti arah objek yang sedang diawasinya.


“Ma.... kenapa main game terus ini sudah larut malam, apa kau tidak akan tidur?” terdengar suara melengking seorang gadis yang baru tiba di rumah itu, dia memakai jas hujan sebab di negeri itu sedang musim hujan.


“Mama...... kenapa main game terus sih?” gerutu gadis yang tak lain adalah Reva.


Dua minggu yang lalu setelah mengundurkan diri dari perusahaan keluarga Aniston dia kembali ke negara kelahirannya meski bukan negara asalnya.


Gadis berparas cantik itu masuk ke dalam rumah diikuti oleh Sean, pria yang menjemput Reva di hari dia mengundurkan diri.


“Hehehehe... ini sebentar lagi sayang, Mama lagi fokus nih,” kekeh wanita yang terlihat sangat sehat itu.


“Ck... jangan nakal deh Ma, nanti kram lagi Reva gak mau pijatin ya, dasar udah tua juga tapi hobinya main game terus,” gerutu reva sambil melepaskan jas hujannya dan menggantungnya di gantungan jas.


“Kak Sean makanannya tolong dihangatin dulu ya, Reva mau bantuin mama dulu,” ucap Gadis itu yang di balas anggukan kepala oleh pria sangar bernama Sean itu.


Reva berjalan mendekati Mamanya yang duduk dengan konsentrasi tinggi di depan komputernya, di atas meja itu ada beberapa dokumen, sebuah komputer dan lima figura foto.


Satu berisi foto dengan sepasang orangtua dan sepasang anak, persisi seperti foto milik Vasko dan Diandra jika disatukan, ya foto itu adalah foto keluarga milik Vasko.


Satu lainnya berisi foto wanita itu bersama Reva dan Sean dan dua yang lainnya berisi foto Diandra saat usianya 14 tahun dan yang satu lagi berisi foto Vasko berusia 20 tahun bersama Sir Justin ayahnya, dan foto terakhir adalah foto pernikahan Sean.


Cup


Reva mengecup kepala Mamanya dengan sayang, “Ma udah main gamenya ya kita makan malam dulu, “ ucap gadis itu membujuk Mamanya yang tergila gila dengan game.

__ADS_1


“Haishhh.... iya iya Mama makan nih, kamu kok ngelarang Mama terus sih,” gerutu wanita yang biasa disapa Nyonya Alena itu.


“Heheh itu biar nyonya Alena yang cantik ini tidak sakit, sebentar lagi kita akan bertemu Papa, dan kakak kakakku, Reva gak mau Mama sakit , Mama harus dalam kondisi yang prima,” bujuk Reva.


“Haishhhh.... iya iya baiklah Mama ngikut,” ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.


Wanita itu memutar kursinya yang ternyata adalah kursi roda,Nyonya Alena mengalami kelumpuhan saat mengalami kecelakaan satu tahun lalu, dan dokter mengatakan kalau dia tak akan bisa berjalan selama sisa umurnya.


Nyonya Alena Belezia Hares adalah istri dari Justin Brooke Hares, keluarga yang terikat dengan komplotan mafia namun berakhir berantakan karena serangan mendadak dari aliansi yang menyebabkan mereka semua harus hidup terpisah dan menjalani hidup yang menyedihkan.


Reva adalah anak ketiga di keluarga besar Hares, saat kebakaran besar puluhan tahun silam, Nyonya Alena memisahkan diri dari suami dan anak laki lakinya, dia membawa Diandra bersamanya, dan ternyata saat itu dia tengah mengandung Reva anak ketiganya yang pada masa itu baru berusia 3 bulan di kandungannya.


Nyonya Alena menyelamatkan putrinya Diandra dan berharap agar suami dan putranya Vasko tetap selamat dan aman, jalan satu satunya agar mereka semua tetap aman selama Black Rose masih belum dihancurkan adalah dengan cara berpencar ke luar negeri.


Nyonya Alena kala itu berjuang sendiri, dia lari dan terbang ke Jepang bertemu dengan saudari perempuannya yakni mama angkat Diandra, Katherine.


Kathetrine dan Brandon yang kala itu memang sudah didiagnosa oleh dokter tidak akan bisa memiliki keturunan sebab Brandon steril berniat membantu Alena untuk merawat Diandra alias Sharon Lily Hares yang diubah menjadi Sharon Lily Aniston dan terakhir mengalami perubahan nama menjadi Diandra Aniston.


Alena tidak punya apa apa kala itu dibantu oleh Katherine dalam segi keuangan, sebab Katherine adalah seorang pebisnis di negara Jepang.


Setelah mendapatkan hak asuh Diandra kecil , keluarga Aniston berpindah ke negara Jerman, tak lupa Alena menitipkan foto keluarga mereka yang harus di berikan pada Diandra jika sudah tiba saatnya dia tau tentang siapa dirinya.


Alena yang melahirkan Reva di negeri Jepang sendirian tanpa sanak saudara pada awalnya menjalani hidup yang menyedihkan, dia harus berjuang sekaligus memastikan kalau Diandra baik baik saja di kediaman Aniston.


Perjuangannya sebagai seorang Ibu benar benar mengerikan, namun perlahan lahan dia bisa bangkit dari semua masa lalunya, dia bekerja keras agar sukses dan memiliki uangnya sendiri, hingga suatu hari dia bertemu dengan Sean pria yang selalu mendampingi Reva bahkan berdiri di sekitar Diandra dan Vasko.


Alena mengangkat Sean anak yang dibuang orangtuanya saat usianya 13 tahun, dia diangkat menjadi anak Alena.


Kebangkitan mereka melalui proses yang sulit namun usahanya membuahkan hasil, mereka menjadi pengusaha besar di Asia, dia bahkan memiliki seorang sahabat yang benar benar menolongnya saat dia berada di titik terendah dalam hidupnya, seorang wanita yang juga pernah mengalami luka yang sama karena berpisah dengan putranya, namun naas putra wanita itu ditemukan meninggal di dalam sebuah gedung terbengkalai.


“Ma kak Dian sudah menikah dengan pria bernama David, wajahnya terbakar di bagian kiri tapi kakak baik baik saja, dia hidup bahagia bersama mereka, dan kak Vasko juga ada disekitar Diandra,” ucap Reva.


Mendengar itu nyonya Alena tersenyum bahagia, sebentar lagi dia akan berkumpul kembali bersama keluarganya, kerinduan selama puluhan tahun akhirnya akan terobati.

__ADS_1


“Jadi Sharon (nama asli Diandra dalam keluarga Hares) sudah menikah dengan anak Keluarga Maureer, ternyata rencanaku tidak sia sia membuat pria itu meminum obat di malam itu, ahhh syukurlah semua berjalan lancar,” ucap Nyonya Alena.


“Ya Mama benar, tapi kak Dian masih belum menemukan ingatannya Ma, apa yang harus kita lakukan? Kita tak akan bisa mengetahui penyebab kematian Bibi Kath kalau begini, Cuma Kak Dian yang tau siapa pelakunya,” ucap Reva.


Nyonya Alena menatap Reva,” Tenang sayang semua akan baik baik saja, kita lakukan saja perlahan lahan, dan tetap awasi dan jaga kedua kakakmu, banyak musuh yang mengintai mereka berdua, kita harus segera membasmi para hama itu,” ucap Nyonya Alena.


“Baik Ma,” ucap Reva.


Sean datang dengan membawa makanan yang merek Abel diluar tadi, setelah dihangatkan dia menyajikan makanan itu di atas meja.


“Silahkan dimakan,” ucap Sean dengan senyuman ramah berbeda dengan saat dia menjaga Reva.


“Terimakasih nak, bagaiman kabar cucu Mama, kapan kamu akan membawa mereka berkunjung lagi hmmm? Mama sudah kangen sama menantu dan cucu Mama,” ucap Alena.


“Sabar Ma, Niki sedang mengandung anak kedua kami, Sean gak mau dia terlalu lelah kasihan dia, nanti kalau sudah saatnya Sean akan bawa Niki dan anak anak Sean,” jelas Sean.


“Yahhh.... kakak kita udah kangen banget loh apalagi sama Haruto, ihhkk kakak mah pelit, “ gerutu Reva.


Sean tersenyum dia menepuk kepala gadis itu ,” Mereka juga merindukan kalian, Sean yang memaksa agar mereka tinggal di Australia, Sean gak mau Niki kecapean itu aja kok,” jelasnya lagi.


“Haisshhh.... tapi janji ya kalau udah boleh langsung dibawa ke sini, kalau tidak Mama akan sembunyikan anak dan istrimu,” ucap Nyonya Alena.


“Iya ma, Sean janji,” ucap pria itu.


Mereka menikmati makan malam mereka dengan senda gurau, bahkan Sean langsung menyambungkan panggilan ke Australia dimana istrinya berada, semangat nyonya Alena benar benar besar, dia sangat menantikan pertemuan kembali dengan anak anak dan suaminya.


.


.


.


Like, Vote dan Komen

__ADS_1


__ADS_2