
Semuanya terdiam, karir mereka berhenti disini, tak ada yang bisa dilakukan , bahkan akibat perbuatan buruknya, mereka malah dituntut oleh rumah sakit sesuai dengan perjanjian yang mereka tanda tangani saat masuk ke rumah sakit itu.
Varrel sudah mempersiapkan hal ini jauh jauh hari, agar tidak mempengaruhi manajemen rumah sakit, dan dia sudah menyaring karyawan baru yang sudah siap ditempatkan di rumah sakit itu, dan semuanya adalah kandidat terbaik dari rumah sakit di luar negeri.
“Untuk tim yang akan mengoperasi Otniel, sudah kami putuskan, akan dipimpin oleh Dokter Chelsea,” ucap Varrel tanpa meminta persetujuan apa pun dari merkea semua.
Semua orang tercengang mendengar keputusan Varrel, ini pertanda kalau tidak ada kesempatan bagi orang orang itu.
“Tapi pak, kenapa kami tak punya kesempatan? Ka... kami senior disini, kami sudah mengabdikan diri kami di rumah sakit ini,” ucap Aris dengan nada tidak setuju, dia tidak rela karir yang dia bangun selama ini hancur begitu saja hanya karena kesalahan yang menurutnya sepele.
“Katakan sebenarnya apa salah kami pak? Apa tidak ada pengecualian? Maksudku apa kami tidak diberi kesempatan, apa aku juga masih kurang pak,” tanya Aris yang benar benar tak setuju dengan keputusan ini.
“kurang apa aku selama ini pak? Bahkan kurasa kemapuan ku jauh diantara mereka semua, memimpin rumah sakit ini pun aku bisa,” ucapnya dengan nada angkuh.
“Heiii kau sudah berlebihan,” tegur salah seorang yang tidak terkena kejahilan Diandra dan dua kurcaci.
“Diam kau, ini urusanku,” ucap Aris dengan marah.
Varrel mengepalkan kedua tangannya, dia menarik nafas dalam dalam agar tidak mengamuk di ruangan itu saat ini.
“Tenang Varrel, kita selesaikan baik baik,” gumam pria itu. Jessika menggenggam tangan suaminya, dia tau Varrel sedang marah saat ini.
“ aku baik baik saja,” ucap Varrel yang ditanggapi dengan senyuman lembut oleh sang istri.
Varrel menatap Aris, semua orang terdiam, “ Kau akan dituntut atas pelecehan seksual pada lima pasien rumah sakit ini, persiapkan dirimu pak Aris, kau bukan lagi dokter dari rumah sakit ini,” ucap Varrel.
“Silahkan masuk, tangkap dia,” ucap Varrel yang sudah melaporkan Aris pada pihak kepolisian.
Semua orang tercengang, tak ada yang menyangka akan terjadi masalah lebih besar, seolah seluruh kegiatan mereka semua diawasi di rumah sakit itu. Semuanya diam gemetar ketakutan.
“Tidak.. jangan... jangan lakukan ini, apa ini... ini semua salah kalian. Kau ...Chelseaaa.. aku akan membunuhmu sialan, sejak kau bergabung kau selalu membawa sial padaku ...” ucap Aris yang meronta ronta saat dibawa oleh pihak kepolisian.
“Diamlah, kau merusak telingaku,”
Aris dibawa, semuanya diam tak berkutik.
“Apa masih ada yang ingin beradu argumen denganku?” tanya Varrel dengan nada dingin.
__ADS_1
Tak ada yang menjawab, semuanya diam sambil menundukkan kepala.
“Untuk nama nama berikut, kalian tetap tinggal dan masih diberi kesempatan kedua, dan perbaiki tata krama kalian, jangan sampai kalian sama seperti orang orang sialan ini,” ucap Varrel.
Dia membacakan lima nama yang dianggap masih bisa diperbaiki karakternya, dan memiliki potensi untuk berkembang.
“Baiklah karena sudah diputuskan, maka dokter Chelsea akan mengambil alih operasiku,” ucap Otniel seraya menatap Chelsea.
Chelsea hanya bisa menerima, dia tak bisa menolak,tak ada lagi alasan dia meminta orang lain yang menggantikannya apalagi saat direktur rumah sakit sudah membuat keputusan dan itu adalah mutlak.
“Wahhh kau hebat Chel, kau akan merawat dokter terhebat sepanjang sejarah itu,” goda Jerry seraya menyenggol lengan Chelsea.
“Ck... aku gugup Jer, aku takut akan membuat kekacauan,” bisik Chelsea.
“hahaha tenang saja, dokter Otniel akan mengajarimu,” ucap Andre.
Chelsea pasrah, dia berdiri ,” terimakasih atas kepercayaannya, saya akan melakukan yang terbaik,” ucap Chelsea sambil membungkuk hormat.
“Yeeyyayyaya... wohooo. Akhirnyaaaa...” seru Diandra, Edward dan Emily yang benar benar senang dengan keputusan itu, inilah yang akan terjadi ketika orang orang sefrekuensi disatukan, suasana yang tadinya menegangkan seketika menjadi ramai karena ulah ketiga orang itu.
“astaga Diandra, kau benar benar seperti anak kecil sepertinya ada yang salah dengannya,” bisik Otniel pada David.
“Hahahha.. biarkan sajalah, yang penting dia menikmatinya,” ucap Vasko.
Mereka semau tertawa melihat tingkah Diandra yang malah melompat lompat kegirangan bersama kedua bocah kecil itu , bersenang senang bersama.
Diandra , Edward dan Emily berjalan mendekati Chelsea, mereka datang ke dekat gadis cantik itu dengan senyuman bahagia. Melihat kedatangan mereka, sontak Jerry dan rekan rekannya menghindar dan memberi ruang.
“heheheheh.. aunty gak bisa nolak lagi kan? Udah Edward bilang kalau harus aunty yang merawat Daddy dan itu kenyataan,” ucap Edward yang sudah duduk anteng di dekat Chelsea.
“Ehh.... hehehhe... aunty juga kan terpaksa,” ucapnya sambil menggaruk garuk kepalanya.
“Dasar kau ini,jangan ragu begitu, aku pasti bisa Chelsea, aku sudah menyaksikan bagaimana kau beraksi di ruang operasi dan itu sangat keren, kita hanya tinggal meningkatkan kepercayaan dirimu, kau yang terbaik dan direktur dan wakilnya mengakui itu,” bisik Diandra.
“Be... benarkah? “ tanya chelsea terbelalak, bagaimana bisa orang biasa seperti dirinya diakui oleh direktur dan wakil direktur rumah sakit itu.
“tentu saja, mereka mengakui kemampuanmu dan juga rekan rekanmu itu,” ucap Diandra seraya melirik Jerry dan yang lainnya.
__ADS_1
“Tapi aku takut,” ucap Chelsea.
“tenang saja, Kak Niel akan mengatasi rasa takutmu itu, aku tau kau menyukainya kan?” bisik Diandra yang membuat Chelsea seketika itu terkejut mendengar ucapan Diandra namun dia tak mengelak, wajahnya malah bersemu merah.
“Ba... bagaimana kau tau? Ehhh... upssss... “ Chelsea tanpa sadar mengatakan hal itu , dia menutup mulutnya dengan spontan.
“Pffth... hahahahhahaha jadi benar? Aku hanya sembarang menebak loh hahahhaha... wah ini berita besar hahahah...” tawa Diandra terdengar menggelegar di dalam ruangan itu membuat semua orang menatap wanita itu.
“Ada apa lagi ini?” pikir David.
“Hahhahaha kak Niel aku dapat berita besar ahhahahahah...” Diandra tertawa terbahak bahak sambil memegang perutnya yang mulai kram karena kebanyakan tertawa.
“Astaga jangan bilang bilang,” bisik Chelsea yang jadi salah tingkah, dia bahkan tak berani menatap Otniel.
“pffthhh hahahahha.... bilang ahhhhh...” goda Diandra.
“pleasee jangan dibilang, aku malu...” ucap Chelsea seraya berbisik sambil memohon pada Diandra.
“hahahah iya iya gak bilang tenang aja kakak ipar hihihi..” kekeh Diandra yang benar benar senang menggoda orang lain.
Sementara itu, Varrel melanjutkan perbincangan mereka, “ untuk kalian yang sudah tidak berkepentingan disini, silahkan keluar, kalian tidak akan mendapat kesempatan lagi, dan kuharap kedepan kalian bisa mengubah sifat kelian itu,” ucap Varrel.
Dokter dokter yang berada dalam daftar hitam itu keluar dengan wajah lesu, selain babak belur karena Diandra mereka juga hancur secara karir, benar benar apes.
“Baiklah, perhatian semuanya, berikut adalah dokter dokter yang akan menggantikan posisi mereka yang telah dipecat, silahkan masuk,” ucap Varrel.
Sekitar 10 orang dokter baru di departemen bedah saraf masuk ke dalam ruangan itu, mereka bersahaja dan lebih berkharisma dan tentunya mereka lebih baik dibandingkan dengan dokter yang diberhentikan itu.
Semuanya masuk ke dalam,ada tiga orang wanita dan sisanya adalah pria.
Mata Otniel menangkap sosok seorang wanita yang sangat familiar baginya,”Je... Jesslyn?” ucap Otniel yang membuat David dan Vasko menoleh pada Otniel.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen
BTW bagi yang mau info novel novel author silahkan follow Ig Author ya @harsie_alivent akun dengan username ini,