
Mereka semua menoleh ke arah sumber suara itu, seorang pria bertubuh tegap dan tinggi dengan tato di sebelah kiri persis seperti milik Vasko melenggang masuk ke dalam rumah itu diikuti oleh beberapa anak buahnya dengan penampilan yang sama menyeramkannya.
"Siapa kau!! Berani beraninya kau masuk tanpa ijin ke rumah ini!!" Teriak tuan Brandon sambil menunjuk pria itu dan melemparkan tatapan tajam.
Para pengawal yang melihat kedatangan anggota Black Rose merinding ketakutan, tak ada yang berani mengusik orang itu jika mereka berasal dari Black Rose.
"Tidak penting bagi Anda siapa saya, yang terpenting adalah keselamatan nona Reva," ucap Pria itu dengan nada tak kalah tajam dan pedas.
"Siapa mereka ini," bisik Nyonya Helen pada Bella.
Bella mengamati pria bertubuh besar itu, matanya terbelalak saat melihat tato yang persis sama dengan tato Milik pria yang menemani Diandra beberapa waktu lalu yang tak lain adalah Vasko.
"Ma... I...itu anggota Black Rose dan... Dan... Si anak pungut itu berhubungan dengan salah satu dari mereka!!" Ucap Bella sambil berbisik dia benar benar terkejut.
"Maksudmu Diandra?" Ucap Nyonya Helen yang dianggukkan oleh Bella.
"Bagaimana bisa? Ahhhh sial ini pasti ada hubungannya dengan wanita sialan itu!!!" Umpat nyonya Helen.
"Tuan dengan ini saya mengundurkan diri, terimakasih atas seluruh tugas yang sangat menyenangkan selama lima tahun ini," ucap Reva dengan nada menyindir.
Sebenarnya karena kemampuannya, Reva di peralat oleh tuan Brandon untuk mengendalikan perusahaan, bahkan tak jarang Reva di beri tugas yang tidak seharusnya dia lakukan.
Tugas yang bahkan pernah hampir merenggut kesuciannya di masa lalu.
Dia dibuat persis seperti babu di perusahaan itu, alasan utama Reva tetap bertahan di perusahaan itu adalah agar dia bisa mengawasi Diandra dari jarak dekat dan mengendalikan perusahaan milik almarhum Nyonya Katherine yang dialihnamakan menjadi milik tuan Brandon.
"Kau!! Beraninya kau mengkhianati aku, aku yang membuat hidupmu sukses seperti saat ini Reva!!" Teriak tuan Brandon.
"Cih... Hahahha sukses atau menderita Brandon Aniston sialan!" Umpat Reva dengan mata sinis, dia berjalan mendekati pria besar tadi meninggalkan Brandon di tempatnya.
"Arhhh beraninya kau!!!" Teriak tuan Brandon berusaha menghampiri Reva namun dihalangi oleh pria bertato itu.
"Katakan padaku siapa yang menawarkan pekerjaan padamu, aku yakin aku mendapatkan tawaran yang menarik!!" Teriak Brandon.
"Hahahahah kupikir kau hanya tau tidur dan bercocok tanam dengan j4l4ng Jal4ngmu itu ternyata kau cukup pintar juga hahahahah," Reva menyindir tidak tuan Brandon.
Nyonya Helen dan Bella terbelalak kaget dengan apa yang dikatakan oleh Reva.
__ADS_1
"ya aku ditawarkan pekerjaan langsung oleh Nona Joy asisten tuan Nicholas yang tersohor itu," ucap Joy sambil melirik Bella.
"Apa!!! Jadi kau menerima nya? Dasar penghianat kau Revaaa" teriak Bella marah.
Reva hanya menyeringai, dia keluar meninggalkan mansion besar itu, keputusannya sudah bulat dia akan bergabung dengan tuan Nicholas, perusahaan itu sebenarnya lebih menjanjikan untuk orang berbakat seperti Reva.
"Ahhh permainan disini sudah selesai tinggal menunggu pembalasan selanjutnya," ucap Reva sambil meregangkan otot otot tubuhnya.
"Apa rencana anda selanjutnya nona?" Tanya pria itu sambil membukakan pintu mobil untuk Reva.
Reva menatap pria itu sambil tersenyum.
"Kembali menjadi adik yang patuh heheheh,aku akan tinggal di sekitar kak Dian, hmmm mungkin tidak sekarang karena aku akan menemui Mama, kak Sean," ucap Reva.
"Apa perlu kami memperketat pengawasan Nona Diandra?" Tanya pria bernama Sean itu.
"Ya tentu, tapi jangan membuatnya terbebani, dan ingat jangan sampai pria itu tau," ucap Reva yang masuk ke dalam mobil.
"Baik nona," ucap Sean.
Mobil mereka melaju meninggalkan kediaman keluarga Aniston.
Setelah kepergian Reva, Tuan Brandon marah besar dia tak bisa apa apa, Reva yang selama ini dia andalkan mengundurkan diri dan tak bisa lagi dimanfaatkan pria itu untuk kepentingan bisnisnya.
Prangg.... Brukkk... Prangg...
Suara benda pecah terdengar nyaring di dalam ruangan itu, Tuan Brandon menghancurkan semua benda di dalam rumah itu.
"Papa!!" Pekik nyonya Helen yang kehabisan akal melihat kemarahan tuan Brandon.Nyonya Helen mendekati tuan Brandon dan menghentikan pria itu agar tidak menghancurkan seluruh isi rumah itu dan malah membuat mereka rugi.
“Papa tenang kenapa Papa sampai semarah ini,” ucap Nyonya Helen yang berusaha menenangkan pria itu.
“Bagaimana aku bisa tenang kalau Reva pergi Ma, dia yang mengurus perusahaan selama ini , arhhhh sialan,” umpat Tuan Brandon yang benar benar kesal dengan keputusan Reva saat ini.
“Apa Cuma Reva yang bisa Papa Andalkan ? kan ada Bella Pa?” ucap Nyonya Helen melirik anaknya, sekaligus mencari kesempatan agar tuan Brandon mengalihkan perusahaannya pada Bella.
“Bella? Hah yang benar saja kamu ma, Bella mana bisa mengatasi hal hal urgent di perusahaan, yang bisa hanya reva dan si anak pungut tidak tau diri itu, tapi sekarang mereka berdua malah tidak disini, benar benar sial,” umpat tuan Brandon.
__ADS_1
“Ohh ayolah Pa, Bella juga berbakat, iya kan nak?” ucap Nyonya Helen sambil menatap Bella yang malah asik chatingan dengan kekasihnya.
“Ck... dia tidak bisa Ma, Papa gak mau Bella anak kesayangan Papa diperalat oleh pebisnis pebisnis liar itu, makanya Papa selama ini tidak melibatkan Bella, untuk urusan tuan Nicholas itu pun karena kita terdesak,” jelas Tuan Brandon yang memang tidak berniat melibatkan Bella dalam bisnisnya.
“untuk sementara waktu Papa yang akan memimpin langsung, dan kamu Bella berusahalah mendekati tuan Nicholas, jangan sia sia kecantikanmu itu nak,” ucap Tuan Brandon dengan lembut namun menusuk.
“Tapi Pa, Bella punya pacar, masa iya Bella tinggalin pacar Bella?” rengek gadis manja itu.
“Ck... kau bisa bermain aman kan? Pakai sedikit otakmu itu, jangan Cuma pandai menghabiskan uang, jika tak dapat tuan Nicholas, kejar pebisnis lain, tentu kau tau siapa saja yang paling berpengaruh di dunia bisnis kan? Jangan bilang kau lupa wajah wajah orang penting di pesta beberapa waktu lalu,” ucap Tuan Brandon.
“Ehh... itu.. ekhmmm... baiklah Pa akan Bella usahakan, “ ucap Bella.
“Bagus itu baru anak Papa, Dan Mama cepat kamu cari tau dimana keberadaan Diandra, kita akan menggunakan anak sialan itu untuk rencana kita, dia harus membayar semua kerugian yang ku keluarkan selama mengurusnya sejak bayi,” ucap Tuan Brandon.
“papa Mau apa dengan anak itu? “ tanya Nyonya Helen.
“Aku akan menjualnya, dia akan jadi sasaran empuk bagi pebisnis liar, mereka akan menyukai wanita itu, keuangan perusahaan dipertaruhkan disini,” ucap tuan Brandon dengan seringai licik di wajahnya.
“Jadi Papa akan menjual gadis itu?” tanya Nyonya Helen.
“Ya, dan Mama harus pastikan menemukan keberadaannya, perusahaan sedang krisis Ma, setidaknya itu yang bisa mama lakukan,” ucap tuan Brandon.
“Kau benar benar gila Pa,” batin nyonya Helen.
Tuan Brandon tidak akan segan segan menggunakan segala cara agar bisa memenuhi keinginannya, pria jahat itu berubah menjadi iblis setelah kematian istrinya.
“Seluruh harta Aniston akan menjadi milikku,” batin tuan Brandon.
“Aku akan membantumu Pa, kau yang akan mengambil semua uang itu untuk ku, setelah itu aku akan membuangmu hahahah,” batin Nyonya Helen.
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1
udah belum ???hahahhah
makin penasaran🤭🤭