
Joel dan David mencari dimana gerangan Diandra berada. Wanita itu kalau sudah ngambek, membujuknya sangat susah, berjuang harus seperti bertahan tanpa air di Padang gurun.
" Dimana dia?" tanya David pada Joel.
"Heh mana ku tau pret, aku juga sedang mencarinya, akhir akhir ini permintaannya makin aneh," ucap Joel.
"Hmmm kau benar, aku malah khawatir sama perutnya loh, dia bisa diare kalau makan sembarangan," ucap David seraya memijit pelipisnya.
"Itu juga bawaan anak kalian, pantes anaknya minta yang aneh aneh, bapaknya aja aneh kayak elu!" ledek Joel.
David merotasikan kedua bola matanya," Heh bibit ku unggul ya, yang terbaik, makanya minta nya agak aneh, karena yang keluar nanti yang unik," David membela Dirinya.
"Heleh... jangan sampai nurunin sifat petakilanmu itu, bisa bahaya dunia persilatan," celetuk Joel.
"Tau ah,"
Mereka mencari Diandra hingga tiba di taman depan rumah besar Park, mereka melihat Diandra sedang duduk di pinggir kolam ikan sambil memandangi ikan ikan disana dengan makanan ikan di tangannya.
"Ikan, mereka gak paham ihhkk.... Aku cuma minta yang di gambar tapi malah dilarang, emang dasar gak peka,"
"Kak David lagi, biasanya langsung paham, eh ini kok malah gak ngerti, ck.... apa aku banyak minta ya hiks hiks hiks... arhhhh.... tuh kan masih pengen," wajah wanita itu cemberut, air matanya keluar, dia menangis sambil memandangi ikan ikan itu.
" Eghh... kesal kesal kesal.... " wanita itu bangkit berdiri sambil menggerutu.
"Baby maaf ya sayang, kita gak boleh minum dari itu katanya, huh... pengen banget... eh..." Diandra terkejut saat seseorang memeluknya dari belakang .
"Maaf ya sayang, aku udah paham kok, ya udah ayo kita cari yok," ucap David yang memeluk Diandra dan menaruh kepalanya di ceruk leher jenjang istrinya.
"Turutin aja dah, bumil mah ada ada wae mintanya, demi baby Bubu sama emaknya dan demi jatah biar gak dipotong lagi, semangat David!" batin pria itu.
Diandra terkejut, dia berbalik dan menatap suaminya, di belakang David juga ada Joel yang tersenyum sambil mengambil beberapa foto mereka menggunakan kamera ponsel karena menurutnya sangat cocok jika diabadikan dalam bentuk foto
"Beneran boleh?" Mata Diandra mengerjap erjap sambil menatap suami dan Kakaknya Joel bergantian.
" Boleh, yuk kita cari, " ucap David seraya mengusap pucuk kepala Istrinya.
"Kami paham maksud kamu, ayo kakak yang nyetir," ucap Joel.
Diandra tersenyum, dia mengusap air matanya, dia meletakkan makanan ikan disana dan menggandeng suami dan Kakaknya Joel dengan senyum sumringah.
" Terimakasih, aku sayang kalian ummahh ummah," celetuk Diandra sambil mengecup pipi mereka berdua.
Joel yang pertama kali diperlakukan begitu seketika itu terkejut, namun dia tau Diandra memang menganggapnya sebagai seorang kakak.
Joel tersenyum, begitu pun dengan David mereka sangat bahagia melihat wanita itu bisa tertawa.
Ketiganya berjalan menuju mobil mereka,
"Woi tunggu dah, kami berdua ikut, mau beli jajan hahahha," Otniel berlari ke arah mereka sambil menggendong Edward.
"Hah... hah... hahh... capek, kita ikut okkay!" ucap Otniel sambil mengangkat jempolnya.
__ADS_1
"Baiklah lebih banyak lebih baik, eh kak Vasko dimana?" tanya Diandra.
"Entah, gak tau dah, tu orang bucinnya udah tingkat dewa, liatin foto Joy terus sambil senyum senyum, bener bener aneh," ucap Otniel.
"Ya udah, masuk yuk," ajak David.
Mereka berjalan menuju mobil Van yang biasa mereka naik, saat di dekat mobil mereka terkejut melihat Vasko sudah standby disana sambil menatap mereka.
" Ayo cepat, aku yang menyetir!" teriak Vasko.
Mereka semua tersenyum, dikira Vasko akan terus tergila gila dengan Joy, tau taunya dia cukup peka untuk mengikuti keinginan si Ibu hamil.
"Wahh kupikir kau akan ngamar terus, tau taunya udah stanby disini," Celetuk Joel seraya melemparkan tatapan menggoda pada Vasko.
"Apa pun akan kulakukan demi adikku," jawab Vasko.
Mereka semua masuk ke dalam mobil Van besar itu. Edward kecil yang baru pertama kali menaiki mobil itu memasang wajah berbinar binar, dia menatap mobil itu dengan senyuman sumringah di wajahnya.
"Uwahhhh.... mobilnya keren!"
"Uwahhh... kaca mobilnya becal jadi bisa liat cemua,"
"Uwahhh... kulsinya empuk,"
"uwah halum banget Daddy,"
"Umaahhh ada tv-nya juga , mobilnya Kelen!" celetuk Edward mengabsen setiap sudut mobil itu dengan mata berbinar binar.
"Kita naik bum bum becal yeyeyeye... hahhaah,"
Otniel mengusap pucuk kepala putranya, dia tersenyum melihat Edward bahagia dan nyaman bersama mereka.
tuk... tuk... tuk...
Saat mereka akan berangkat tiba tiba kaca mobil di ketuk, tampak Luna dan Mikha berdiri di dekat mobil itu.
"Ada apa Ma?" tanya Otniel sambil membukakan pintu mobil.
"Cucu Nenek mana? ini cemilan buat cucu Nenek, " ucap Luna sambil mengangkat kotak bekal yang baru saja dibuatnya secepat kilat.
"Wahhh Edward dapat cemilan dari Nenek, " ucap Otniel sambil mengambil bekal itu.
"Wahhh.... kotak makan Superman, telimakacih nenek Una ummah!" ucap Bocah kecil itu sambil menghampiri Luna dan mengecup pipi Wanita itu dengan lembut.
Hati Luna seketika menghangat, dia benar benar jatuh hati pada bocah kecil yang diangkat oleh putranya sebagai anak.
"Aduh meleleh hati nenek sayang, kamu gemesin banget sih, makin sayang nenek sama kamu," ucap Luna.
"Nenek Mikha gak dapat nih?" tanya Mikha sambil menyentuh pipinya.
Ummah...
__ADS_1
"Dapat juga dong, telimakacih nenek Mikha," ucap Edward.
"Sama sama Sayang," ucap mereka berdua.
Melihat Luna dan Mikha begitu menyayangi Edward, membuat Diandra bahagia, seketika dia menyentuh perutnya, dia senang karena dia tinggal bersama orang orang yang penuh dengan kasih sayang.
"Nak Dian, ini cemilan kamu, Mami siapin tadi, kamu pasti lapar nanti, dimakan ya sayang, biar kamu dan Baby Bubu sehat sehat terus," ucap Mikha memberikan bekal milik menantunya.
Mendengar itu membuat Diandra menekuk bibirnya, dia terharu, matanya sampai berkaca-kaca menatap kotak bekal itu.
" Terimakasih Mami, kalian baik sekali, maaf jadi merepotkan," ucap Diandra sambil menerima kotak bekal itu dengan hati bahagia.
"Anything for you sayang, ya udah kalian berangkat gih," ucap Mikha.
"Punya kita mana?" ucap yang lain serentak, mereka juga tentu mau diperhatikan seperti itu.
"Beli sendiri hahahahah .." Ucap Mikha dan Luna yang beranjak meninggalkan mobil itu.
Mereka pun berangkat, semuanya begitu riang hari ini.
Joel menatap ke Jalanan, dia merasa bahagia bersama keluarga besarnya saat ini, tempat dimana dia diterima, tempat dimana dia bahagia.
Mata pria itu menatap jalanan, mereka berhenti di lampu merah, seketika matanya menangkap sosok seorang gadis yang sedang membawa Vespa berwarna kuning.
Gadis itu tampak sesenggukan di balik helm besar yang dipakai di kepalanya, bahkan bahunya naik turun, tampaknya dia sedang menangis.
"Aneh, nangis kok di motor, dinangisin orang karena naik motor tau rasa situ, mau cari mati kali ya, ck..ck..ck," Joel bergumam sambil menatap gadis itu, dia melihat jelas wajah sembab yang menangis di atas sepeda motor itu.
"Liatin apa bro?" tanya Vasko.
"Liatin orang nangis, kayaknya baru diselingkuhin pacarnya, hadehh dunia percintaan memang merepotkan," ucap Joel yang matanya masih terus menatap gadis itu.
Vasko tersenyum jahil dia membuka kaca jendela mobil secara tiba tiba membuat Joel dan gadis yang kebetulan sedang menoleh ke arah mobil itu bersitatap satu sama lain.
Sebentar waktu seperti sedang berhenti, mereka saling menatap dan sedetik kemudian Joel mengalihkan pandangannya pada Vasko.
Pletak!
"Goblok, Napa di buka pret!" ketus Joel dengan wajah kesal.
"Hahahahah.... ya maaf, udaranya panas, hahahha" Vasko tertawa.
Cepat cepat Joel menutup jendela mobil itu tanpa melihat gadis itu lagi.
Gadis tadi malah terkejut melihat Joel memukul kepala Vasko.
"Orang aneh," gumam gadis itu.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😊