
Otniel memijit pelipisnya, dia benar benar dibuat kesal oleh dokter dokter yang didiknya.
" Ck... apa mereka tidak memikirkan nyawa orang? kenapa juga tidak ada yang melapor padaku, dasar anak anak kampret akan kuhajar kalian!!" kesal Otniel sambil keluar dari dalam ruangannya, dia akan melakukan Bypass jantung untuk penderita penyempitan jantung dengan riwayat penyakit gula.
" Seharusnya diberitahu, bukan malah di diamkan, dasar, bikin kesal saja!" gerutu pria itu, mulutnya tak berhenti mengomel bahkan saat dia membersihkan dirinya dia terus mengomel tanpa henti.
" Ada apa Niel?" tanya salah seorang rekannya.
" Kudengar kau mengusir anak didikmu lagi, apa yang terjadi?" tanya Rekan kerja Otniel.
" Ck... Ardi, dia bukan dokter sungguhan, dia hanya seorang dokter yang dikuasai oleh uang, uang dan uang, benar benar membuat jengkel, dengan gamblang dia berkata kalau anak kecil tak berdosa itu hanya akan merepotkan bagian jantung, dasar si bodoh itu!!!" Otniel menggerutu dengan wajah kesal.
Dokter Ardi tersenyum, dia tau maksud Otniel.
" Yang sabar Niel, mereka masih seusia denganmu dan masih menjadi dokter fellow yang harus kau tangani dan ajar dengan baik," ucap Ardi.
" Ckk... aku bukan seseorang yang penyabar seperti dirimu Ardi, aku tak tahan melihat orang lemot dan otak udang, " ketus Otniel.
" Hmm terserahlah, sekarang kita fokus pada operasi besar ini, keluarga pasien menunggu di luar jangan buat mereka kecewa," ucap Dokter Ardi.
" Ya tentu saja, kita akan melakukan yang terbaik," ucap Otniel.
" Baik lah, tapi apa anak didikmu tidak ada yang ikut satu pun? mereka perlu mempelajari ini bukan?" tanya Ardi sambil masuk ke dalam ruangan operasi.
" Tidak, mereka sedang dihukum, Friska harus belajar etika dan tata Krama menjadi seorang dokter,Jerry dan Ander kusuruh melacak keberadaan anak malang yang lemah jantung itu, aku takut dia akan mengalami gagal jantung dan justru tidak dapat diselamatkan," ucap Otniel.
" Wahh kau kejam sekali, apa kau tidak terlalu keras pada mereka?" tanya Ardi.
" Tidak Ardi, jika tidak begitu, mereka tidak akan paham betapa pentingnya nyawa seseorang, mere hanya akan mengacaukan ruangan operasiku, dan aku membenci hal itu!" ketus Otniel.
"Haihhh... terserah padamu lah, kita lakukan ini dengan baik, kau siap?" ucap Ardi yang sudah mengambil posisi, mereka ditemani oleh kepala perawat dan beberapa perawat serta dokter yang ada di bawah didikan dokter Ardi.
" Baik kita mulai!" ucap Otniel dengan penuh semangat, dia memutar pergelangan tangannya meregangkan sendi sendi tangannya untuk memulai operasi besar.
" Jelaskan kondisi pasien!" ucap Otniel.
__ADS_1
" Pasien seorang pria berusia 40 tahun dengan diagnosa ateroklerosis atau penyempitan pembuluh darah, pasien memiliki pembuluh darah yang lemah dan memiliki riwayat penyakit gula, kadar gula saat ini berada pada angka 180 setelah penggunaan insulin," jelas kepala perawat.
" Baiklah, tadinya pasien akan melakukan prosedur Angioplasti Koroner, yaitu proses membuka aliran darah dengan melakukan kateterisasi jantung, namun melihat risiko yang lebih besar dibandingkan dengan hasil yang diharapkan maka kita akan melakukan Bypass jantung, dan mencangkok pembuluh darah dari bagian paha pasien ke jantung, ini akan lebih aman untuk pasien dan menurunkan risiko gagal jantung," jelas Otniel.
Mereka semua mengangguk paham, prosedur operasi dilakukan. Otniel mengarahkan dan dibantu oleh Ardi menunjukkan pada dokter dokter fellow bagaimana cara yang benar untuk melakukan hal itu.
tiga jam mereka bergelut di ruangan itu, Otniel tak kenal lelah, dia melakukan segala cara untuk menyelamatkan nyawa pasien.
Situasi yang benar benar menegangkan namun menyenangkan untuk ditonton. Otniel selalu melakukan pekerjaannya dengan sempurna tak ada Cacat dan dia memberikan yang terbaik pada pasien.
Hingga akhirnya dia selesai dengan seluruh proses operasi hingga akhir.
" Selesai!"
" Kerja bagus dokter!" ucap mereka sambil bertepuk tangan, Otniel mengangguk,.
" Kerja bagus Semua nya, tetap pertahankan kinerja baik ini, kalau begitu sisanya Kuserahkan pada kalian, ahh berikutnya Pasian ini akan dipantau oleh dokter Ardi," ucap Otniel.
Ardi hanya terkekeh, pria itu memang selalu begitu, jika operasinya sukses besar maka dia akan memberikan penanganan terakhir pada orang orang yang membantunya, membiarkan mereka mempelajari bagaimana proses penyembuhan pada pasien tersebut.
Tetapi jika risiko terlalu tinggi, dia akan menanganinya sendiri dan mengawasi pasien sampai benar benar sembuh dari penyakitnya.
Dia keluar dari dalam ruangan sambil memijit lehernya yang terasa pegal.
" Haihh baru sehari juga masuk setelah cuti langsung operasi besar," ucapnya sambil garuk garuk kepala.
" Halo dok," sapa seorang dokter wanita dari departemen bedah syaraf.
" Ahhh hai dokter Chelsea," sapa Otniel sambil tersenyum tipis namun terkesan cuek.
" Baru melalukan operasi besar?" tanya dokter itu sambil memberikan sebotol kopi hangat untuk Otniel.
" ahh terimakasih, ya baru saja, ini melelahkan, ada apa?" tanya Otniel sambil menyesap kopinya.
" Saya ingin menanyakan kondisi pasien wanita yang mengalami gagal jantung beberapa waktu lalu, pasien nomor 21 karena dia juga memiliki masalah saraf apa operasi jantung yang dia lalui beberapa waktu lalu berhasil dengan baik? " tanya Dokter wanita itu.
__ADS_1
Otniel berhenti, dia menatap dokter Chelsea," maksudnya bagaimana? menurut laporan operasi itu berjalan dengan baik, apa ada masalah dokter Chelsea?" tanya Otniel.
" Tangan wanita itu terus menerus mengalami Tremor, meski detak jantungnya stabil, dia masih mengalami Tremor di bagian tangan kanannya," jelas perempuan itu.
" Tremor? seharusnya itu tugas kalian bagian saraf kenapa tanya padaku dok? aneh, " celetuk Otniel.
" Aduh maksud saya itu, saya ingin tau apa terjadi kesalahan itu saja, lagi pula dokter juga kan hebat dalam bidang itu, apa bisa sedikit meringankan kebingungan kami?" ucap dokter Chelsea seraya memohon.
" Tidak!" ucap Otniel dengan tegas.
" Kalau aku yang memecahkan semua masalah kalian akan dipecat dari rumah sakit ini, jadi cari tau sendiri !" ketus Otniel sambil berjalan mendahului Dokter Chelsea.
Gadis yang kerap disapa El itu menatap kepergian Otniel.
" Dia benar benar tidak mengenaliku ya, tapi itu wajar sih mengingat penampilan ku dulu, sangat berbeda dengan sekarang, tapi sikap kasarnya itu benar benar tidak berubah huh bikin kesal saja!" ketus gadis cantik itu.
Ya Dokter Chelsea adalah orang yang sama dengan gadis cupu berkacama dengan rambut keriting yang sering di kepang dua.
Gadis yang sama dengan gadis yang diberi Buket bunga oleh Otniel beberapa tahun lalu saat Joel dan Ara menikah.
Gadis itu adalah mahasiswa kedokteran spesialis saraf yang memilih kerja sampingan sebagai seorang pelayan dan banyak pekerja lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Chelsea Shena Dea adalah seorang putri dari keluarga konglomerat di negara itu, namun dia memilih mengasingkan diri dari keluarganya yang hancur lebur Karena masalah harta.
Dia berhasil menjadi salah satu dokter spesialis saraf yang memiliki kemampuan mumpuni meskipun masih menjadi dokter fellow yang harus dibimbing oleh senior seniornya.
Dia memilih bekerja di rumah sakit tempat Otniel bekerja, karena rumah sakit itu yang terbaik.
Penampilan nya berubah 180 ° sehingga Otniel tidak mengenali wajah gadis itu.
" Haihh... sudahlah, memang sulit kalau mau bicara pada dokter Niel, pusing kepala Haihh..." Ucapnya sambil menghela nafas berat.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😉