Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Adik Mantan


__ADS_3

David menatap tajam pada wanita bernama Nani yang merupakan adik kandung dari mantan kekasihnya yang mengkhianati dirinya dengan seorang pebisnis yang tak ada apa apanya dibandingkan dengan dirinya.


" Hey kau tak mengingatku ? aku Nani, lama tidak bertemu denganmu, kulihat kau semakin sukses saja kak heheh," ucap gadis itu seraya memegang tangan David.


Ptass...


David langsung menepis tangan gadis itu, Nani adalah gadis yang terobsesi pada nya dulu, padahal jelas jelas dulu dia menjalin hubungan dengan Reni tetapi Nani selalu berusaha mendapatkan hati David.


Mereka semua menatap tajam pada perempuan itu bahkan Ara juga terkejut melihat Nani yang sok kenal dan sok akrab denagn suami si Bumil yang kalau udah marah gak akan ada obatnya.


Lain halnya dengan Diandra dia diam saja di posisinya sambil mencari cari pakaian yang tepat untuk Ara kenakan di haari pernikahan mantannya itu.


“Coba saja dekati suamiku, kalau kau berhasil mendapatkannya bawa buktinya dan aku akan menjadi janda kaya raya,” celetuk Diandra yang membuat mereka semua menoleh ke arah ibu hamil yang malah terkesan cuek bagi orang yang tidak kenal pada dirinya tetapi bagi ketiga pria itu Diandra jelas jelas dalam mode mengamuk saat ini.


“Mampus Mama Gorilla mengamuk,” batin Otniel dengan wajah panik sama halnya dengan Joel dan David.


“Onty jelek jangan dekat dekat Uncle,” ketus Edward yang langsung tidak menyukai Nani padahal baru bertemu.


Joel, Otniel dan David menatap bocah kecil yang tampak marah menatap Nani yang sok kenal pada David.


" Bahkan anak anak saja tau kalau dia ulat menjijikkan!" umpat Diandra.


“Cih... anak kampung,” ejek Nani pelan.


“Uncle ayo pelgi sama Onty cantik!,” Edward menarik tangan David dan membawa pria itu mendekati Diandra.


“Kak David, tunggu aku ingin bicara,” ucap gadis itu menahan tangan David.


“Tak ada yang perlu kita bicarakan, kau bukan orang penting yang harus kuladeni,” ucap David engan nada datar dan dingin.


“Pftthhh...” Joel, Otniel dan Diandra bahkan Ara tekikik mendengar ucapan David.


Nani benar benar malu namun dia tetap bersikukuh untuk mendekati David.


“Kak, aku ingin bicara sesuatu tentang kak Reni, dia butuh bantuanmu sekarang, lagi pula kalian kan dulu saling mencintai, “ ucap Nani tanpa tahu malu padahal jelas jelas dia tau kalau David sudah menikah.


“Lepaskan aku!” bentak David.


“aku tak ada hubungannya lagi dengan wanita itu!” ketus David yang selalu kesal jika sudha mendnegar nama mantan kekasihnya itu.


“Ck... aku tau kau masih mencintainya kak, kumohon tolong bantu dia....


Bughhh.... Brukkk


Seseorang memukul dada Nani hingga membuatnya terjatuh ke lantai. Orang itu tak lain adalah Diandra yang sudah dalam mode marah. Bahkan ketiga pria itu saja sampai ketakutan melihat Diandra mengamuk.

__ADS_1


Ara yang pertama kali melihat Diandra seperti ini benar benar tak menyangka dengan dua sifat berbanding terbalik yang dia saksikan saat ini.


“Apa itu benar Diandra? Dia berbeda,” gumam Ara.


“Dia Diandra tetapi versi Mak lampir, makanya nurut kalau gak mau diamuk oleh si Bumil,” bisik Joel.


“Apa yang kau lakukan wanita sialan!!” pekik Nani dengan wajah memrah karena marah, bagaimana tidak marah, dia dijatuhkan oleh seorang ibu hamil di tengah umum, benar benar sebuah hal yang memalukan.


“Aduh maaf nyonya, saya pikir nyonya tua ini tadi patung karena sedari tadi nempel aja deket suami saya, kan risih lihatnya, entar anak anakmu ngambek lagi, suami saya udah bilang gak mau jadi jangan di dekati ya, “ ucap diandra sambil menatap tajam wanita itu.


Nani bangkit berdiri dengan wajah kesal.


“Beraninya kau mendorongku, kau bukan siapa siapa kau hanya wanita yang datang setelah David putus dengan kak Reni, harusnya aku yang mendampinginya bukan dirimu dasar wanita hamil sialan!” umpat Nani.


Terlalu naif wanita itu mengklaim kalau dirinya yang harusnya mendampingi David, Cinta sih boleh tapi bego jangan di bawa bawa dan harus pakai logika.


Sebenarnya, Nani kembali mengejar David karena dia tau kalau David adalah orang kaya dan tersohor, dia mengingat bagaimana dulu David begitu mencintai kakaknya, namun bodohnya kakaknya malah berselingkuh dengan pengusaha murahan yang tak ada apa apanya jika dibandingkan dengan David.


Dulu dia memang mencintai David karena pria itu penuh perhatian dan segala yang didapatkan Reni selalu berhasil membuatnya iri.


Wajah mereka memang mirip, oleh karena itu, Nani berpikir kalau david pasti akan teprikat pada dirinya mengingat betapa David mencintai wanita itu dulu.


Mendengar ejekan nani pada Diandra membuat mereka semua naik pitam.


Satu tamparan telak mendarat di wajah Nani dan itu berasal dari Diandra. Si Bumil benar benar marah saat ini, dia tidak menyukai Nani sejak mendengar suara gadis itu.


“Jaga sopan santun anda kalau berbicara Nyonya tua yang bau tanah, aku samapi mual mencium bau badanmu, kau busuk penuh dengan kemunafikan, sialan... anak anakku jadi mendengar umpatan umpatan bodohmu itu,” ketus diandra, sambil menarik Edward ke belakang.


“Kau pikir David bisa kau goda? “ Diandra menaikkan alisnya.


“Aku tau siapa mantan kak David dan aku tau perangainya bagaimana, aku bahkan tau kalau kau sebenarnya sudah tergila gila pada suamiku sejak lama, kau pikir aku tidak mengawasimu?” ucap Diandra sambil melemparkan tatapan mengejek pada wanita itu.


“Reni ya? Cihh... hanya karena dia sedang kesulitan ekonomi kau mencari cari suamiku untuk membantunya, halahhh alasan !” ejek Diandra.


“Malu lah nyonya tua bau tanah, masa sesama perempuan saling menyakiti? Haduhhh pelakor jenis apa sih?” ejek Diandra yang malah membuat semua pengunjung yang menyaksikan mereka tergelak.


Baru kali ini ada bibit bibit pelakor yang langsung di basmi sampai akar akarnya, Diandra benar benar sesuatu.


“Beraninya kau,” geram Nani yang ingin menarik rambut Diandra.


“Eitss... kalian semua sejak tadi siaran langsung kan?” tanya Diandra pada beberapa anak buah yang tampak memasang kamera ponsel mereka merekam semua yang dilakukan Nani sejak tadi.


Diandra dengan cepat memberi kode pada para pengawal yang menjaga mereka sejak wanita itu tampak mendekati David.


“Tentu saja Nyonya,” ucap mereka serentak.

__ADS_1


Nani diam, dia benar benar terbelalak saat melihat keberanian dan ketangguhan ibu hamil itu. Sigap, cepat dan tanggap itu lah kata kata yang bisa menggambarkan Diandra saat ini.


“Anak jenius dilawan, cari mati sih,” gumam Otniel.


“Maksudnya gimana?” tanya Ara bingung.


“Diandra itu anak dengan gen genius, sama seperti saudaranya yang lain, Vasko dan juga saudari perempuannya mereka adalah gen gen jenius yang hampir diculik oleh mafia untuk dipakai sebagai alat mereka,” bisik Joel.


“Dan yang disebelah mu itu juga begitu, jangan main main sama mereka bertiga,” tambah Joel.


Ara mengangguk paham, setelah ini dia pasti akan penurut pada semua yang diminta oleh Diandra sebelum dia terkena amukan dari si mama gorila.


“Jangan salah Ara, kekasihmu itu juga sama seperti kami, dia bisa tiba tiba jadi monster kalau marah,” imbuh Otniel.


“Kalian semua misterius dan menyeramkan,” ucap Ara yang membuat mereka berdua tergelak.


Sementara itu Nani, memilih untuk pergi, kelakuannya sudah tersebar ke seluruh negeri bahkan tanpa disuruh anak buah David langsung menyebarkan berita alau Nani adalah jenis pelakor berkedok adik mantan yang harus dihindari oleh para istri.


“Huh... beres,” seru Diandra sambil menepuk nepuk tangannya.


Prokk.... prokkk... prokkkk


Para pengunjung bertepuk tangan melihat keberanian Diandra melawan pelakor jenis baru itu.


“Kau hebat sayang, aku bangga,” ucap David sambil menepuk pucuk kepala istrinya.


“tentu saja sayang, kalau butuh bantuan menghalau pelakor serahkan padaku heheh,” ucap Diandra.


“Terimakasih nyonya muda Maureer,” ucap David dengan senyuman tampannya berbeda dengan saat dia berbicara pada Nani.


“Hehehehe sama sama papa ganteng ummah,” ucap Diandra yang dengan sengaja mengecup David di depan umum.


“Lihat ini pakai mata kalian para pelakor, coba mendekati suamiku, ku kubuat malu kalian seantero negeri,” batin Diandra.


“Sial, aku tak bisa mendekati David selama wanita itu masih ada di dekatnya, haisshh ini semua gara gara dia, bagaimana bisa dalam waktu sekejap aku di cap sebagai pelakor oleh seluruh negeri,” batin Nani yang mengamati mereka dari jauh, terpaksa dia memakai penutup kepala dan kacamata agar tidak ketahuan.


Apes kan Lu hahahah.


.


.


.


Like, Vote dan komen.

__ADS_1


__ADS_2