Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Cukup Menerimaku


__ADS_3


Sang Surya kembali berkuasa di cakrawala, nyanyian pagi hari kembali disenandungkan, aroma pagi menyeruak memenuhi bumi, penduduk bumi memulai aktivitasnya menandakan hari baru telah dimulai.


" Huweekkk.... Huweeekkk...." Diandra sudah nangkring di toilet dalam ruang perawatan. Wajahnya sedikit pucat, punggungnya terasa kram dan perutnya mual.


David menemani sang istri, dia memijit tengkuk Diandra dan mengusap punggung wanita itu memberi ketenangan bagi Diandra. Raut wajah David mengatakan segalanya kalau dia khawatir dengan kondisi istrinya saat ini padahal hal seperti itu adalah gejala umum yang dirasakan oleh ibu hamil.


"Apa kepalamu sakit?" tanya David yang dibalas anggukan kepala oleh Diandra.


Tangan David langsung mengusap kepala Istrinya dan memperbaiki rambut wanita itu.


David membasuh wajah istrinya dengan air hangat setelah dirasa Diandra sudah selesai dengan mualnya.


" Masih mual?" tanya David.


"Nggak lagi yang," jawab Diandra sambil menggelengkan kepalanya.


Hap...


Dalam sekali hentak David menggendong istrinya dan membawanya kembali ke atas tempat tidur.


" Aku berat loh," ucap Diandra.


" Nggak tuh, kalau angkat kalian aku masih kuat sayang," ucap David sambil meletakkan istrinya dengan lembut.


Otniel dan Joy serta Vasko datang membawa sarapan pagi untuk mereka semua.


Otniel membawa makanan untuk si ibu hamil lengkap dengan Snack dan juga susu ibu hamil serta obat anti mual.


" Dian makan dulu," ucap Otniel sambil meletakkan semua menu makanan di meja kecil yang diletakkan di atas tempat tidur Diandra.


" Uwahhh.... terimakasih kak!" seru Diandra dengan mata berbinar-binar, senyum mengembang di wajah cantik wanita hamil itu.


" Thanks bro," ucap David seraya menepuk bahu Otniel.


" Edward belum bangun?" tanya David.


" Belum, dia masih tidur, demamnya tinggi semalam, aku kasihan, gak tega bangunin dia,"ucap Otniel.


" Daddyyy.... hiks hiks hiks... Daddy... Daddy.... " Suara Edward yang menangis tiba tiba memenuhi ruangan itu membuat mereka semua terperanjat kaget.


Mendengar suara tangisan putranya, sontak Otniel berlari menuju Edward yang terbangun dari tidurnya.


Otniel menatap Edward yang tampak meringkuk ketakutan disana, dia mendekati bocah itu," Daddy disini nak, jangan takut ada apa?" tanya Otniel dengan lembut, sedih hatinya melihat Edward dalam kondisi itu.

__ADS_1


" Daddy... hiks hiks hiks..." Edward menghamburkan pelukannya pada Otniel, dia memeluk Daddynya dengan sangat erat, bisa Otniel rasakan kalau tubuh Edward gemetaran, bahkan berkeringat.


" Daddy disini, Hushh... tenang sayang, tenang nak, Daddy disini, Edward tenang..." ucap Otniel sambil menepuk punggung bocah kecil itu.


" Edward mimpi buruk?" tanya Otniel sambil menatap wajah putranya.


Edward kecil mengangguk pelan," Ada mosntel becal, hiks hiks... ada monster becal mau ambil Edward dari Daddy, huaaaa.... Edward gak mau Daddy, Edward gak mau hiks hiks hiks...." racau bocah kecil itu.


Otniel terkejut mendengar racauan Edward," Heii putra Daddy itu cuma mimpi sayang, jangan takut, jangan nangis," ucap Otniel sambil memeluk putranya dengan erat.


" Hisk hiks hiks.... huaaa... Edward takut Daddy " pekik Edward.


" Ada apa dengannya kak?" Diandra datang menghampiri Otniel yang tampak kesulitan menenangkan putra nya.


" Mimpi buruk Dian, dia sampai teriak teriak, aku kasihan," ucap Otniel yang masih memeluk putranya.


Diandra mendekati Edward, David juga ikut disana sambil membawa makanan Diandra.


" Edward sini sama Onty sayang, ada apa hmm?" tanya Diandra dengan lembut seraya mengusap punggung bocah kecil itu.


Edward menoleh dengan mata berkaca-kaca ke arah Diandra, dia menghamburkan pelukannya pada Diandra, pelukan hangat seperti pelukan seorang ibu yang bisa Edward rasakan.


" Onty... hiks hiks hiks... huaaa...." Edward menangis tersedu-sedu.


Diandra memeluk Edward dengan penuh kasih, dia dengan sabar menepuk nepuk punggung Edward dan mengusap kepala Edward dengan sangat lembut.


" Ehh si kampret udah bucin aja," gumam Otniel sambil geleng-geleng kepala menatap David yang senyum senyum sendiri menatap istrinya.


" Udah nangisnya hmm?" tanya Diandra.


" He... em..." ucap bocah kecil itu sambil mengucek kedua matanya.


Tangan Diandra terulur mengusap pucuk kepala Edward, dia mengusap air mata Edward dengan kedua tangannya dan menatap Edward dengan tatapan yang sangat lembut sambil tersenyum.


" Anak tampan boleh menangis tapi setelah itu kembali seperti semula jadi jagoannya Daddy, Onty sama uncle okey?" ucap Diandra seraya menirukan gaya super Hero.


" Edward jangan takut sama monster, itu cuma mimpi buruk, kalau Edward mimpi, Edward cubit saja tangan Edward supaya bangun dari mimpi buruknya, setelah itu Monsternya mati semua," seru Diandra.


" Apa bisa sepelti itu Onty?" tanya Edward dengan serius.


" He... em... tentu saja bisa sayang, Edward kan hebat, gak kalah sama monster jahat, Edward akan jadi pelindung yang kuat, " ucap Diandra sambil tersenyum.


" Monster jahat takut sama anak pemberani, dia nggak akan berani menyakiti Daddy, Onty dan Uncle karena ada Super Hero kita yang tampan ini," seru Diandra seraya mencolek hidung Edward.


" Jadi Edward.." Diandra meletakkan tangan Edward di dada anak kecil itu.

__ADS_1


" Harus yakin pada Diri Edward, kalahkan semua orang jahat dan jadi anak hebat, oke?" seru Diandra pada Edward.


" He... em..." Edward menghapus air matanya dengan semangat dia berdiri dan meletakkan tangannya di dada.


" Edward jadi supelhilonya Daddy, Onty, Uncle dan Baby Bubu, Edward nggak akan kalah sama monster jahat!" ucapnya dengan percaya diri.


" Hahahahhaha..... Hebat kamu nak!" mereka semua tertawa melihat tingkah bocah kecil itu. Edward memang sangat penurut pada Diandra karena kasih sayang Diandra benar benar nyata bagi Edward.


" Hehehe tentu saja , Edward kan pahlawannya," celetuk Bocah kecil itu.


" Kalau gitu pahlawan kita makan pagi dulu yuk, supaya kuat menghadapi monster jahat," seru Joy yang menghampiri mereka bersama Vasko sambil membawa makanan yang sudah dia buatkan untuk Edward.


"Baik Onty Joy!" seru Edward sambil tertawa kecil.


" hahahhahaha..... " mereka tertawa, sungguh bahagia keluarga itu.


Sementara itu di balik tirai yang lain, Ara dan Joel masih sama sama terlelap.


Mendengar suara tawa di ruangan perawatan nya, Ara membuka matanya perlahan lahan, dia merasakan seseorang menggenggam tangannya, dan sebuah benda berat terletak di atas perutnya.


Ara membuka matanya, lagi lagi dia gemetaran setiap membuka mata setelah bangun tidur, namun sedetik kemudian dia tenang karena melihat Joel tidur di sampingnya.


" Apa dia menjagaku sepanjang malam dengan posisi itu? pasti badannya sakit,"gumam Ara sambil menatap Joel.


Ara terharu melihat bagaimana cara Joel memperlakukan dirinya, bagaimana cara Joel Membuatnya merasa dihargai sebagai seorang wanita, cara Joel menghormati dirinya dan memperlakukan Ara sebagai seorang perempuan yang benar benar istimewa dan berharga.


Tangan Ara terulur, dia duduk di atas brankar dan menatap wajah Joel. Jelas Ara lihat kalau wajah pria itu sembab bahkan terlihat jelas bekas air mata yang mengering di wajah Joel.


" Dia menangis?" gumam Ara sambil mengusap kepala Joel dengan lembut.


"Kau berjuang sebesar itu untukku, apa yang bisa kulakukan untukmu, aku hanya seorang perempuan yang tidak punya apa apa, tapi kau membuatku sangat berharga ," ucap Ara.


"Apa yang bisa kulakukan untuk semua kebaikanmu Joel," ucap nya sambil menitikkan air mata.


" Kau cukup menerimaku saja Ra, jika sudah saatnya nanti kau bisa membalas perasaanku kapanpun kau mau, asal jangan minta aku pergi, itu saja," ucap Joel yang sudah terbangun dari tidur dan dia mendengar semua ucapan Ara.


.


.


.


like, vote dan komen 😊😉


up lambat akhir tahun gaess...

__ADS_1


BTW selamat menjelang tahun baru ya😉😉😉 update berikutnya tahun depan hahhahaha 🤣🤣🤣


__ADS_2