
Mama Rainer masih menatap wajah Nayra yang terlihat khawatir. Mama bisa melihat dengan jelas kerutan yang ada di antara kedua alis Nayra. Dan, mama Rainer merasa sangat bersyukur putranya menikahi perempuan yang ternyata sangat peduli dengannya.
"Apa maksud kamu, Nay? Kamu tidak berpikir jika Rainer akan meninggalkan kamu secepat ini, kan?" Mama Rainer menggelengkan kepala sambil mengulas senyuman.
Nayra mendadak salah tingkah saat ternyata mertuanya tersebut bisa menebak apa yang dipikirkannya. Nayra hanya bisa mengulas senyuman dan menggaruk pelipisnya karena malu.
"Ehm, i-itu…," belum sempat Nayra menyelesaikan ucapannya, mama Rainer langsung menyahut.
"Rainer baik-baik saja, Nay. Alhamdulillah. Rainer tidak mempunyai keluhan tentang kesehatannya. Jadi, kamu jangan khawatir tentang hal itu."
Nayra menghembuskan napas lega. Dia bisa merasa cukup tenang sekarang setelah mendengar jawaban mertuanya. Nayra berharap, mama Rainer tersebut tidak mengetahui perihal kecelakaan yang sempat dialami Rainer beberapa waktu yang lalu. Nayra tidak ingin kedua mertuanya tersebut merasa khawatir. Beruntung kecelakaan tersebut tidak menimbulkan cedera yang berarti.
Setelahnya, mama Rainer mengubah posisi duduknya hingga menghadap ke arah Nayra. Hari itu, mama Rainer ingin menceritakan sesuatu kepada Nayra. Beliau berharap Nayra bisa menjaga Rainer dengan baik setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Nay, Mama ingin menceritakan sesuatu. Dan, Mama berharap, setelah kamu mengetahui cerita ini, kamu bisa mengawasi Rainer, dan juga menjaganya. Mama tidak mau Rainer mengalami hal yang tidak mengenakkan kembali."
Kening Nayra berkerut. Dia masih belum bisa mencerna maksud ucapan sang mertua. Namun, Nayra hanya bisa mengangguk untuk menyetujui permintaan tersebut. Walau bagaimanapun juga, Nayra sudah menjadi menantu di keluarga tersebut sekarang.
"Iya, Ma. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk melakukan hal itu."
"Terima kasih, Sayang. Mama yakin kamu pasti bisa menjaga Rainer dan membuatnya tidak berpaling ke perempuan lain."
"Dulu, saat Mama dan Papa menjalin hubungan, kami memiliki banyak pertentangan. Mungkin, karena saat itu keluarga besar Mama mengira jika Papa adalah berkewarganegaraan asing. Keluarga Mama, masih sulit untuk menerima hal itu. Mereka khawatir jika Mama akan di bawa pergi jauh dari keluarga, dan tidak akan membiarkan Mama datang menjenguk keluarga besar."
"Namun, hal itu lambat laun berubah setelah keluarga besar Mama semakin mengenal Papa, akhirnya keluarga besar merestui hubungan Mama dan Papa, hingga kami menikah."
Nayra mengerutkan kening. Dia tidak menyangka jika papa mertuanya ternyata berkewarganegaraan Indonesia asli.
__ADS_1
"Papa, asli berkewarganegaraan Indonesia, Ma?"
"Iya, Sayang. Papanya Rainer asli berkewarganegaraan Indonesia. Papi, asli orang Indonesia, tapi Mami asli Australia. Papi dan Mami menikah dan hanya mempunyai seorang anak. Saat usia Papanya Rainer delapan tahun, Maminya meninggal dunia."
"Ketika papanya Rainer masuk SMP, papi menikah lagi dengan seorang janda yang mempunyai seorang anak perempuan. Mami barunya tersebut sangat baik dan sangat menyayangi papanya Rainer. Dan, Papanya Rainer yang tidak mempunyai adik pun, sangat menyayangi adik tirinya tersebut."
"Dari tahun ke tahun, hubungan kekeluargaan mereka berjalan sangat harmonis. Hampir tidak ada perbedaan mana yang anak tiri, mana yang saudara tiri. Semuanya sudah saling menganggap keluarga."
"Hingga saat saudara tiri papanya Rainer masih duduk di bangku kuliah, terjadi sebuah kecelakaan yang dialami oleh orang tuanya. Dan, kecelakaan itu merenggut nyawa orang tua yang sangat mereka sayangi. Sejak saat itu, papanya Rainer hidup berdua dengan adik tirinya, Narita."
•••
Belum selesai ya, masih mau selesaikan masak. 🙏
__ADS_1