
Dada Nayra langsung membusung saat tangan kanan Rainer bergerak semakin nakal di sana. Ingin rasanya Nayra mengeluarkan suara lenguhan untuk menggambarkan apa yang dirasakannya. Namun, bibirnya yang sudah dibungkam oleh Rainer, tak mampu lagi mengeluarkan suara.
Hingga sebuah suara petir, mengagetkan aktivitas keduanya. Rainer langsung mengangkat wajahnya menjauh dari wajah Nayra. Napas keduanya tampak memburu. Namun, Rainer masih tidak memindahkan tangan kanannya dari 'bakpao jumbo' tersebut.
Meg meg, uyel uyel, meg meg, uyel uyel.
Hal itu terus dilakukan Rainer hingga membuat Nayra kembali mupeng. Dia menggigit bibir bawahnya lebih kuat agar tidak bersuara. Jangan lupakan dadanya langsung membusung otomatis seolah menunjukkan seberapa ukuran bakpao nya.
"Ga-gantian yang kanan." Entah sadar atau tidak, Nayra mengucapkan hal itu dengan mata terpejam dan bibir yang mengatup rapat.
Rainer yang melihat ekspresi mupeng Nayra, merasa tidak tahan lagi. Bukannya menuruti kemauan Nayra, Rainer justru melakukan hal yang lebih dari apa yang dibayangkan oleh Nayra.
Seketika Nayra langsung melenguh hebat saat lidaah Rainer sudah bermain-main pada tombol alami Nayra.
"Aahhhhh. Ma-maasshhhh." Nayra hanya bisa mereemas ujung bantal dan menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan. Dia benar-benar tidak kuasa menahan apa yang baru pertama kali dirasakannya.
__ADS_1
Kali ini, Rainer tidak tinggal diam. Dia berpindah-pindah dari bakpao kanan ke bakpao kiri. Begitu seterusnya hingga bakpao tersebut terasa lumer. 🙄
Rupanya, bukan hanya Nayra yang terpengaruh dengan aktivitas mereka. Rainer pun juga merasakan hal yang sama. Tonggak kehidupannya pun sudah mulai beraksi. Bahkan, dia sudah mulai pilek dan ingin sekali bersin. 🤧
Namun, seketika Rainer teringat ucapan sang mama. 'Jika kamu mau memberikan pernikahan yang berkesan kepada Nayra, lakukan semua proses dengan benar. Mulai dari lamaran, hingga resepsi pernikahan. Dan ingat, berikan malam pertama juga yang berkesan bagi Nayra. Jangan gegabah dan jangan meninggalkan kesan tidak mengenakkan bagi Nayra karena hal itu akan dikenangnya seumur hidup'.
Rainer yang mengingat pesan mamanya itu, mendadak mengurungkan niatnya yang ingin icip-icip 'kue lempit alami' Nayra. Dia berpikir, jika apa yang dikatakan oleh sang mama ada benarnya.
Perlahan-lahan, Rainer menghentikan aktivitasnya. Dia beranjak menegakkan tubuh, hingga kini tatapan matanya bersirobok dengan netra Nayra.
"Ke-kenapa berhenti?" tanya Nayra. Entah apa maksud pertanyaannya saat itu. Apa mungkin Nayra sudah menyiapkan diri untuk adegan lanjutan? 🤔
"Mama." Satu kata yang diucapkan oleh Rainer, mampu menyadarkan Nayra. Dia langsung bisa mengerti mengapa Rainer berhenti.
"Ah, iya."
__ADS_1
Mendadak Nayra merasa malu saat menyadari posisi tubuhnya yang sangat kacau. Apalagi, bagian depan tubuhnya sudah terekspos dengan sempurna.
"Minggu depan, kita akan menggelar resepsi pernikahan," ucap Rainer saat melihat Nayra hendak duduk.
Nayra langsung mendongakkan kepala dan menatap Rainer dengan tatapan bingung.
"Minggu depan? Kenapa mendadak sekali? Bukannya minggu depan kita akan mengadakan acara lamaran seperti yang diminta mama?"
"Kelamaan," jawab Rainer sambil tidak mengalihkan pandangannya pada 'bakpao jumbo' tersebut.
"Hah? Maksudnya?" Nayra menghentikan aktivitasnya yang hendak mengancingkan baju tidurnya dan mendongakkan kepala ke arah Rainer.
"Aku ingin segera berbuka puasa."
•••
__ADS_1
Jangan lupa sisakan satu vote buat babang hujan ya, lanjutannya masih ngetik. Kasih vote dan kirim hadiah banyak-banyak. Biar othor tambah semangat.