Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Wisata Masa Depan


__ADS_3

Mendengar ucapan Felix, jangan ditanya bagaimana malunya Citra. Wajahnya sudah sangat merah seperti kepiting rebus. Apalagi, saat beberapa orang disana langsung tergelak setelah mendengar ucapan Felix. Sepertinya, Citra sudah tidak bisa menyelamatkan diri dengan status seorang ibu sekaligus istri.


Felix sempat melirik ke arah Citra yang malu-malu sambil menyembunyikan diri di belakangnya. Jangan lupakan tingkah Citra yang mencengkram bagian belakang kaos Felix seolah sebagai pegangan agar dia tidak ditinggal. Benar-benar seperti anak kecil yang takut kehilangan orang tua.


"Jangan digoda lagi, Sus. Kasihan mamanya Finn nanti jika semakin malu," ucap Felix sambil tergelak kembali.


Setelah semuanya selesai, Felix dan Citra langsung kembali ke ruang perawatan Finn. Mereka akan melanjutkan beberes semua barang-barang yang akan dibawa pulang.


"Om apaan sih tadi ngomongnya begitu? Malu tau, Om." Citra langsung melayangkan protes saat sudah berada di dalam kamar perawatan.


Felix yang saat itu masih menggendong Finn, hanya menoleh sekilas ke arah Citra sambil mengedikkan bahu.


"Memang yang buat mau yang bagian mananya? Aku kan ngomong apa adanya, Cit."


"Apa adanya yang mana? Semua yang Om Felix bilang tadi sama sekali nggak ada yang benar. Nanti jika ada yang percaya jika aku mamanya Finn bagaimana?" Citra langsung mendengus kesal.


Felix yang saat itu hendak menurunkan Finn, langsung berdiri kembali saat Finn menolak diturunkan di atas brankar.

__ADS_1


"Justru orang tidak akan ada yang percaya jika kamu bilang kamu bukan mamanya Finn, Cit. Orang kamu yang merawat, menjaga, bahkan menyusui Finn. Ya kali mereka akan berpikir kamu ibu susunya Finn. Mereka pasti tidak akan berpikir sejauh itu kali."


Lagi-lagi Citra hanya bisa mendengus kesal saat mendengar jawaban Felix. Dia tentu saja juga akan berpikir seperti itu. Mustahil bagi orang yang melihatnya akan berpikir jika Citra adalah ibu susu Finn. Alih-alih berpikir jika Citra ibu susu Finn, orang-orang pasti akan berpikir jika Citra adalah ibunya Finn.


"Terus bagaimana ini, Om? Masa iya reputasiku jadi jelek begini? Aku nggak mau tau ya, Om. Pokoknya, Om Felix harus bertanggung jawab." Citra masih mengerucutkan bibir kesal.


"Kamu tenang saja. Dengan senang hati aku pasti akan bertanggung jawab." Felix menjawab sambil senyum-senyum.


Citra melirik Felix kesal sebelum kembali membereskan barang-barang Finn. Hingga tak berapa lama kemudian, mereka bertiga sudah keluar dari rumah sakit. Finn lagi-lagi merengek untuk tetap menempel pada Felix. Namun, Felix berhasil meyakinkan Finn agar mau duduk bersama dengan Citra.


Dalam perjalanan, Felix juga sempat mampir untuk membeli makan malam untuknya dan Citra. Tidak mungkin dia meminta Citra untuk memasakkan makan malam untuk mereka malam itu.


"Nggak apa-apa. Siapa tahu kamu lapar nanti malam," jawab Felix dengan santai.


"Cckkk. Ya nggak sebanyak ini juga, Om. Emang aku sapi apa makan ngegayem sebanyak ini." Citra mendengus kesal.


"Ya, bukan begitu, Cit. Ini jika tidak habis bisa buat besok juga, kan. Mumpung weekend, aku bisa juga ikut begadang sampai malam nanti. Jadi, jangan khawatir jika makanannya tidak habis nanti malam."

__ADS_1


Citra hanya diam tidak menanggapi ucapan Felix. Dia kembali menepuk-nepuk punggung Finn yang sudah terlelap tersebut.


Sesampainya di apartemen, Citra langsung membawa Finn ke dalam kamar Felix dan menidurkannya di sana. Sementara Felix, dia sedang membereskan makan malam mereka dan memasukkan sebagian ke dalam kulkas.


Hingga tak berapa lama kemudian, Citra keluar. Keduanya langsung menyantap makan malam karena sudah cukup lapar. Tak berapa lama setelah mereka selesai makan malam, Finn kembali terbangun dan langsung merengek.


Citra yang hendak menyusui Finn pun ditolak mentah-mentah oleh bayi laki-laki tersebut. Finn memilih ikut Felix. Entah mengapa hari itu Finn benar-benar lengket sekali dengan Felix.


Citra mengambil kesempatan untuk membersihkan diri. Hingga dia selesai, Finn masih saja merengek.


"Kenapa masih nangis sih, Om? Sini aku kasih asi dulu biar tidur," ucap Citra.


Namun, saat Citra menidurkan Finn di atas tempat tidur untuk disusui, dia tetap tidak mau melepaskan tangan Felix. Tentu saja Citra merasa bingung harus melakukan apa.


"Om, ini bagaimana ceritanya aku bisa menyusui Finn? Masa iya om Felix akan nungguin di sini?" ucap Citra dengan tatapan horornya. 


Bagaimana tidak, saat ini Felix dan Citra tengah berbaring berhadapan. Finn berada di tengah-tengah mereka dan tangannya tidak melepaskan tangan Felix.

__ADS_1


"Ya nggak apa-apa, sih. Kamu susuin Finn saja. Nggak usah sungkan begitu. Hitung-hitung belajar wisata masa depan."


Jangan lupa tinggalkan jejak yang banyak, ya. 🤗


__ADS_2