
Nayra memberanikan diri bertanya kepada Rainer.
"Pak, i-ini kita ma…eemmphh hhmmmm."
Entah apa yang dipikirkan Rainer saat itu. Ketika mendengar pertanyaan Nayra, dia langsung menarik pinggang Nayra dan menempelkan tubuhnya pada dinding. Secepat kilat Rainer langsung membungkam bibir Nayra dengan bibirnya.
Kalau ditanya apa yang dia lakukan? Tentu saja Rainer akan menjawab tidak tahu. Dia sendiri merasa bingung dengan apa yang sedang terjadi.
Nayra langsung terkejut saat Rainer tiba-tiba menciumnya. Apakah itu ciuman pertamanya selama dua puluh lima tahun? Dan, jawabannya adalah iya. Alih-alih mendapatkan ciuman pertama dari suaminya kelak, Nayra justru tidak menyangka jika dia akan melepas ciuman pertamanya dengan atasan di kantor yang sangat menyebalkan.
Pun demikian dengan Rainer. Selama tiga puluh tahun usianya, dia juga belum pernah merasakan bagaimana rasanya berciiuman. Selama ini, Rainer terlalu larut dengan bayang-bayang seseorang hingga melupakan kehidupan pribadinya.
Jantung Rainer dan Nayra langsung berdegup sangat cepat. Posisi tubuh mereka yang saling menempel erat, dapat membuat mereka bisa merasakan degup jantung cepat satu sama lain.
Saking terkejutnya, Nayra hanya bisa mencengkeram jas yang dipakai oleh Rainer dengan kedua tangannya. Sementara Rainer, dia merengkuh pinggang Nayra dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya menopang kepala Nayra agar tidak terbentur dinding.
Tidak lama, adu mulut Rainer dan Nayra hanya berlangsung sekitar lima detik. Hingga Rainer menjauhkan wajahnya dari wajah Nayra. Tatapan mata keduanya bertemu.
__ADS_1
Nayra yang masih terkejut, hanya bisa membulatkan kedua matanya menatap wajah Rainer yang sangat dekat tersebut.
"Pa-Pakk.. eemmpphhh."
Nayra hendak bersuara. Namun, lagi-lagi Rainer membungkam bibir Nayra dengan bibirnya. Kali ini, Rainer sedikit menggerakkan bibirnya. Entah dia belajar dari mana, mungkin dari kiriman video Felix yang selalu merekomendasikan film pendek yang berisi konten plus-plus. Saking banyak plusnya, layar ponsel Rainer langsung berubah jadi biru semua. 🙄
Lagi-lagi Rainer melepaskan bibirnya dan menjauhkan wajah. Napasnya dan Nayra cukup memburu meskipun tidak sedang lomba lari.
Nayra hendak protes, karena sudah dua kali Rainer mencuri ciiuman bibirnya. Jika sampai ada yang ketiga kali, Nayra tentu saja tidak akan tinggal diam. Lagi-lagi, Nayra hendak protes kepada Rainer. Dia sudah bersiap-siap membuka mulutnya melayangkan protes.
Tuh, kan. Lagi-lagi Rainer langsung menyerang. Tak lagi tinggal diam, tangan Nayra yang semula mencengkeram erat jas yang dipakai Rainer, kini berpindah posisi. Nayra melepaskan cengkraman tangannya. Kini, kedua tangan Nayra bergerak menyusuri bahu Rainer hingga keatas.
Nayra menyusupkan jari-jari kedua tangannya pada rambut bagian belakang kepala Rainer dan mencengkeramnya dengan lembut. Jangan kira Nayra akan diam saja saat bibir Rainer lagi-lagi bermain di bibirnya. Kali ini, Nayra ikut membalas permainan Rainer.
Hhmmmppphhhh. Eemmmppphhhhh.
Suara pertemuan benda kenyalntersebut semakin terdengar. Entah Nayra dan Rainer mendapat kursus kilat dari mana. Keduanya langsung secara otomatis saling membuka bibirnya. Tak ayal, pertukaran saliva pun semakin gencar dilakukan. Bahkan, kini tangan kiri Rainer pun sudah turun hingga menyentuh bagian book ong Nayra dan mereemasnya dengan gemas.
__ADS_1
Tentu saja Nayra langsung bereaksi dengan tindakan yang dilakukan oleh Rainer tersebut.
"Euugghhmmpphhh."
Nayra langsung mendeesah dan semakin menempelkan tubuhnya pada tubuh Rainer. Sontak saja tindakannya tersebut membuat bagian depan tubuh Nayra menempel dengan erat pada tubuh Rainer. Tanpa disadari Nayra, ada yang sudah mulai baper di bagian bawah sana.
Ketika keduanya sedang larut dalam aktivitas adu mulut, tiba-tiba terdengar sebuah teriakan.
"Ka-kalian?"
\=\=\=
Bantu promosi ya, masih sepi nih.
Othor jadi mengsyedih.
Jangan lupa tinggalkan jejak yang banyak. Like, komen dan vote juga. Nanti othor balik lagi jika sudah mulai rame. 🤗
__ADS_1