
"Hah? Kok bibi kamu begitu sih, Lin?" ucap Nayra setelah Linda menyelesaikan ceritanya.
"Aku sih nggak tahu juga, Nay. Orang tuaku sih nyantai-nyantai saja awalnya. Tapi, setelah acara di rumah bibi kemarin, mereka mulai ngomong-ngomong tentang pernikahan."
"Awalnya, aku hanya menganggapnya biasa saja. Tapi, lama kelamaan kok semakin jelas saja jika mereka sengaja memancing-mancingku. Ya, bukannya aku nggak mau menuruti permintaan orang tua ya, Nay. Tapi, mau bagaimana lagi. Jangankan calon suami, pacar saja juga lepas, tuh." Linda langsung mencebikkan bibir.
Nayra mengangguk-anggukkan kepala mengerti. Sejak awal, memang mereka sudah saling terbuka tentang segala sesuatunya. Nayra juga tahu jika sejak awal orang tua Linda memintanya untuk segera menikah.
Sebenarnya, bukan karena apa-apa. Orang tua Linda hanya khawatir jika anak gadisnya tinggal di kota besar sendiri tanpa ada sanak keluarga di Jakarta. Apalagi, orang tua Linda termasuk orang tua yang cenderung berpikir tentang adat dan kebiasaan di daerah mereka. Bahwa, anak gadis yang sudah cukup usia untuk menikah, harus segera dinikahkan agar tidak menjadi perawan tua.
Bibi Linda yang baru saja menggelar acara pernikahan putri mereka yang berumur dua puluh tahun, langsung mempengaruhi orang tua Linda untuk segera menikahkan putri mereka tersebut.
Sebenarnya, bukan tanpa alasan bibi Linda melakukan hal itu. Bibi Linda mendapat sebuah tawaran tentang pernikahan untuk Linda dari salah seorang putra kepala desa. Linda memang sudah cukup mengenal laki-laki yang merupakan anak kedua kepala desa tersebut. Namun, dia sama sekali tidak berniat untuk menjalin hubungan, apalagi menikah dengan laki-laki itu.
Lho, kenapa? Hal itu disebabkan karena Linda tahu jika Reno, anak kepala desa tersebut, tidak seperti laki-laki kebanyakan. Dia agak sedikit, ehm, itu. Ya, begitulah pokoknya. Dan, Linda mencari pendamping atau suami yang 'laki'. Bacanya sambil mengepalkan tangan dan sedikit berteriak ya, 'laki'.
"Lalu, apa yang mau kamu lakukan, Lin?" tanya Nayra.
__ADS_1
"Entahlah. Tapi, aku sudah ngomong jika aku nggak mau nikah sama si Reno." Londa masih asyik mengunyah kuaci yang baru diambilnya dari kulkas.
"Orang tua kamu bisa menerima alasan kamu?"
Linda mendesahkan napas berat sebelum menjawab pertanyaan Nayra.
"Entahlah, Nay. Tapi yang jelas, mereka tidak lagi membicarakan tentang pernikahan dan tidak memintaku untuk mengenal lebih dekat si Reno itu," ucap Linda.
"Kok bisa semudah itu?" tanya Nayra penasaran.
Nayra hanya bisa mencebikkan bibir. Dia bisa melihat jika Linda memang sesantai itu orangnya. Namun, ada kalanya Linda juga butuh teman cerita hanya untuk mengurai beban yang dirasakannya.
Hingga beberapa saat kemudian, giliran Linda yang bertanya kepada Nayra.
"Nay, kok tumben pak Rain nggak ngajak weekend an? Nggak biasanya juga dia pergi sendirian. Biasanya, dia pasti akan ngajak keluar, atau paling tidak ngerem di rumah," ucap Linda.
Diingatkan tentang Rainer, seketika mood Nayra mendadak buruk. Entah mengapa rasa kesalnya mendadak muncul lagi setelah mengingat suaminya itu.
__ADS_1
"Tau, tuh." Nayra menjawab acuh.
Linda mengerutkan kening bingung dengan jawaban Nayra. Tidak biasanya Nayra acuh seperti itu.
"Ada apa, Nay? Kamu ada masalah beneran dengan Pak Rain?"
Nayra mengedikkan bahu. Sebenarnya, dia sendiri juga bingung ada masalah apa antara dirinya dan Rainer. Hanya karena ucapan sepele, kenapa jadi sebesar ini? batin Nayra.
"Entahlah, Lin. Aku hanya merasa beda saja. Semenjak menikah, kami sama sekali belum saling mengungkapkan perasaan. Tidak ada ucapan-ucapan romantis atau apa yang bisa membuat aku jadi terharu. Yang ada, justru setiap hari aku lebih sering kesal dengan tingkah anehnya," ucap Nayra.
Lagi-lagi kening Linda berkerut. Dia sama sekali tidak menyangka jika di rumah dan di kantor Rainer akan menjadi orang yang sama-sama kerasnya.
"Jika pak Rain tidak mengungkapkan perasaannya lebih dulu, kenapa tidak kamu saja yang mulai, Nay? Kamu sudah jatuh cinta kan kepada pak Rain?"
Hayo, dijawab apa sama Nayra kira-kira?
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, yang banyak. 🤗
__ADS_1