Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Menuju Halal


__ADS_3

Nayra langsung memukul wajah Rainer dengan bantal yang ada di depannya. Entah mengapa atasan yang sebentar lagi akan berubah status tersebut benar-benar menyebalkan.


"Itu otak isinya apa sih, Pak? Perasaan encum mulu dari kemarin," Nayra menggerutu kesal.


"Tentu saja isinya macam-macam. Kamu kira isinya apa memangnya?" Rainer beranjak berdiri.


Tanpa memperdulikan ucapan Rainer, Nayra langsung berjalan keluar kamar. Setelah itu, baru Rainer segera beranjak dan langsung menjalankan kewajibannya.


Sementara itu, Nayra segera bergegas untuk mandi dan mulai bersiap untuk di rias. Rainer yang sudah tahu jika MUA yang akan merias Nayra sudah datang, langsung menghubungi Felix dan beberapa orang yang membantunya. Rainer ingin memastikan semua berjalan dengan lancar.


Felix dan beberapa orang kepercayaannya akan datang dan menjadi saksi. Yang lainnya juga akan melakukan dokumentasi acara tersebut.


Menjelang pukul tujuh pagi, Rainer juga segera bersiap. Nayra pun juga hampir selesai. Nayra sempat bingung bagaimana Rainer bisa mendapatkan kebaya yang sangat sesuai dengan tubuhnya. Dan, saat Nayra bertanya apakah itu kebaya sewaan? Ternyata jawabannya adalah bukan. Rainer tidak mungkin menyiapkan kebaya sewaan.

__ADS_1


Semua pakaian yang akan dipakai Rainer dan Nayra adalah baru. Rainer memang meminta Felix untuk menyiapkan semuanya. Dan, tidak tanggung-tanggung Felix langsung menghubungi sahabat mereka yang kebetulan berprofesi sebagai seorang designer baju pengantin.


Alhasil, semuanya bisa beres dengan cepat. Memang Felix selalu bisa diandalkan oleh Rainer.


Nayra yang sudah selesai bersiap pun langsung keluar dari kamar. Hal yang sama juga dilakukan oleh Rainer. Tentu saja mereka sama-sama terkejut. Rainer yang melihat Nayra cukup pangling, dan hal yang sama juga dirasakan oleh Nayra.


Tak mau berlama-lama lagi, Rainer segera mengajak Nayra berangkat ke KUA. Felix dan yang lainnya sudah menunggu di sana.


"Pak, i-ini seriusan semuanya?" Nayra masih terlihat sulit mempercayai apa yang sedang dialaminya. Padahal, saat itu dia dan Rainer sudah memakai baju pengantin lengkap.


Dengan cepat Nayra menggelengkan kepala. "Ti-tidak. Bukan seperti itu, Pak. Saya hanya masih merasa ini tidak benar-benar nyata. Maafkan saya, Pak." Nayra menundukkan kepala tidak enak.


Rainer menghela napas dalam-dalam. Entah mengapa dia menjadi bisa ikut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Nayra. Sebenarnya, Rainer tidak bisa menyalahkan Nayra. Dia sendiri yang melakukan rencana ini dengan mendadak. Jadi, Rainer berusaha memaklumi keterkejutan Nayra.

__ADS_1


Tanpa diduga, tangan kiri Rainer menggenggam tangan Nayra. Dia menariknya dan membawanya ke depan wajah. Belum selesai keterkejutan Nayra, tiba-tiba Rainer sudah mengecup punggung tangan itu tanpa mengalihkan pandangannya ke depan.


"Aku tahu mungkin ini mendadak. Tapi, aku berjanji apapun yang terjadi setelah ini, tidak ada istilah dadakan atau terpaksa. Kamu bisa pegang ucapanku," ucap Rainer sambil menoleh sekilas ke arah Nayra.


Mendadak, hati Nayra mulai menghangat. Dia cukup yakin dengan apa yang diucapkan oleh Rainer. Laki-laki itu bukanlah tipe orang yang suka mengingkari janji.


Nayra balas menggenggam tangan Rainer. Sambil masih menoleh ke arah Rainer dan tersenyum, Nayra berkata, "Saya yakin Anda bukanlah orang yang mengingkari janji, Pak. Kita bisa berjuang bersama-sama."


Rainer mengangguk dan memberikan kecupan terakhir pada tangan Nayra sebelum membelokkan mobil ke area KUA. Rupanya, mobil yang dikemudikan Rainer sudah tiba ditempat tujuan.


Dan, Nayra yang menyadari hal itu menjadi semakin gugup. Pagi ini, kehidupannya akan berubah. Statusnya juga akan berganti dari lajang menjadi seorang istri.


•••

__ADS_1


Otewe halal nih, cuss siapkan hadiah dan vote juga buat mereka, ya. Kirim yang banyak biar rame.


__ADS_2