
Rainer mengambil ponsel Nayra dan mematikannya setelah dering ponsel tersebut terhenti. Setelah itu, dia mendudukkan diri di sofa single yang ada di samping Nayra yang menghadap ke arah pintu balkon. Hal itu membuat Nayra sedikit bergeser untuk menghadap ke arah Rainer.
"Aku akan menceritakan masa laluku dengan Bass, atau kamu lebih mengenalnya dengan nama Aaron," ucap Rainer sambil meletakkan ponsel Nayra ke atas meja.
Nayra hanya mengangguk sambil berusaha mengatur ekspresinya agar tidak terlalu penasaran.
"Dulu, Bass adalah adik kelas dua tingkat di bawahku saat sekolah. Awalnya, aku tidak mengenal dia. Namun, saat dia masuk OSIS, aku lumayan sering bertemu dengannya. Kebetulan, saat itu masa peralihan kepengurusan OSIS, jadi kami banyak berinteraksi saat pertemuan."
"Satu, dua bulan, Bass masih terlihat biasa saja. Namun, saat tengah semester, tiba-tiba dia berubah. Dia sering menyindir dan menatap tajam ke arahku saat kebetulan bertemu di kantin."
__ADS_1
"Awalnya, aku tidak mengetahui apa motifnya melakukan hal itu. Tapi, sekitar dua minggu kemudian, aku baru mengetahui alasannya. Dan, itu semua karena seorang perempuan."
"Felicia Hera. Dia siswi satu tingkat di bawahku, yang berarti kakak kelas Bass. Cia, perempuan itu biasa dipanggil, merupakan salah satu siswi yang cukup menonjol di sekolah. Ya, selain karena dia cantik, pintar, dia juga cukup ramah dan ceria."
"Aku cukup mengenal baik Cia, karena dia juga masuk dalam organisasi OSIS. Bahkan, sejak Cia berada di tahun pertama, aku sudah mengenalnya. Kami lumayan dekat karena sering berinteraksi dalam organisasi. Bahkan, entah mengapa kami berdua sering menghandle bagian yang sama saat ada event."
"Dan ternyata, hal itu membuat Cia memiliki perasaan yang lebih kepadaku. Awalnya, aku tidak mengetahui hal itu sampai dia mengungkapkannya sendiri. Saat itu, tentu saja aku kaget. Aku bahkan tidak menyangka jika Cia akan memiliki perasaan lebih kepadaku."
"Apa aku menurutinya? Dan, tentu saja jawabannya adalah tidak. Aku benar-benar tidak mempunyai perasaan yang sama seperti apa yang dirasakan oleh Cia."
__ADS_1
"Selanjutnya, aku mendengar kenyataan baru jika sebenarnya Cia sudah dijodohkan oleh keluarganya dengan Bastian. Keluarga mereka sama-sama mempunyai kepentingan bisnis hingga berniat untuk menjodohkan putra dan putri mereka. Namun yang aku dengar, Cia menolak perjodohan itu."
"Penolakan Cia itu tidak diterima oleh Bass. Sejak saat itu, dia mulai memusuhiku. Dan, puncaknya adalah setelah acara kelulusanku. Cia kembali mengutarakan perasaannya kepadaku. Saat itu, aku dan Felix yang berjalan ke arah tempat parkir, langsung berhenti saat mendengar pertengkaran Cia dan Bass dari samping ruang kesenian."
"Kami bisa mendengar dengan jelas jika Cia menolak perjodohan itu karena tidak menyukai Bass. Cia bilang jika dia sudah menyukai orang lain dan akan memperjuangkannya sampai mati. Dan saat itu, entah mengapa aku bisa yakin jika orang yang Cia maksud adalah aku."
"Saat itu, aku dan Felix mendengar jika Bass mulai mengalah. Dia akan membiarkan Cia memilih pilihannya sendiri. Dan, Bass sendiri yang akan memberitahukan kepada keluarganya jika perjodohan mereka batal."
"Setelah Bass mengatakan hal itu, aku dan Felix bisa mendengar teriakan kebahagiaan dari Cia."
__ADS_1
•••
Sabar ya. Othor usahakan bs segera up lagi.