
Citra masih diam. Entah mengapa dia merasa malu untuk menjawab pertanyaan Felix. Dan, tentu saja diamnya Citra itu membuat Felix bisa menebak jika apa yang ditanyakannya tadi memang benar adanya.
Felix mendesahkan napas beratnya sebelum kembali bersuara. Dan, kali ini dia memberanikan diri berbalik untuk menatap Citra. Felix ingin menjelaskan kesalahpahaman itu dengan jelas agar Citra tidak lagi memiliki pikiran jelek tentangnya.
"Cit, apa yang kamu pikirkan itu tidak benar. Maaf jika tadi aku salah ngomong. Tapi, maksud tawaranku tadi tidak seperti itu."
"Memang benar jika aku ingin memberikan keluarga yang lengkap untuk Finn. Aku ingin memberikan mama yang baik untuk putraku. Tapi, tidak hanya itu. Aku juga butuh seorang istri. Aku butuh teman untuk menjalani hidup ini. Butuh teman untuk berbagi kebahagiaan, suka, duka, bahkan berbagi beban."
"Aku juga laki-laki normal, Cit. Tidak munafik jika aku juga butuh seorang istri untuk membantuku melepaskan 'itu'. Jangan kamu kira aku nggak capek menelurkan album solo terus. Jika aku punya istri, aku kan bisa duet maut, kan?" ucap Felix mencoba mengurai kecanggungan diantara mereka.
__ADS_1
Dan, rupanya usaha Felix tersebut cukup berhasil. Citra yang tadi masih sibuk membenahi selimut Finn agar menutupi tindakannya dari mata Felix, langsung merona begitu memahami maksud ucapan Felix tersebut.
"Apaan sih, Om." Citra langsung menoleh ke sembarang arah karena merasa malu.
Namun, Felix masih tetap ingin meyakinkan Citra jika dia serius ingin menjadikan Citra sebagai istri sekaligus mama Finn.
"Cit, aku serius dengan ucapanku. Aku ingin menikahimu bukan hanya karena ingin memberikan mama untuk Finn, tapi untukku juga. Aku butuh kamu sebagai istri. Partner dalam menjalani hidup," ucap Felis dengan ekspresi serius.
"Ehm, i-ini om Felix serius?" Citra bertanya lirih.
__ADS_1
"Tentu saja. Kamu bisa lihat wajahku sudah serius begini, Cit." Felix sedikit mengerucutkan bibir karena kesal.
"Ma-maksudku, om Felix serius ingin menikah? Denganku? Kenapa?" Citra memberanikan diri bertanya.
Sebelum menjawab pertanyaan Citra, Felix kembali merebahkan punggungnya. Kini, posisi Felix sedang tidur terlentang di samping Finn yang masih asik mengenyot sumber nutrisi alaminya itu. Entah mengapa Finn tidak lekas tidur. Mungkin, dia ingin memastikan jawaban apa yang akan diberikan oleh Citra kepada papanya.
"Seperti yang aku bilang tadi, Cit. Aku bukan laki-laki lajang yang bisa bebas memilih siapa saja pendamping hidupku nanti. Aku sudah punya Finn di hidupku. Finn butuh sosok mama untuk menemani tumbuh kembangnya nanti. Dia juga butuh kasih sayang dan perhatian selayaknya ibu kandung bagi Finn. Dan, sebagai ayah, aku bisa melihat semua kebutuhan Finn tentang sosok ibu, ada di kamu."
"Aku tidak mungkin memberikan mama yang lain untuk Finn selain kamu, Cit. Belum tentu nanti pasanganku akan bisa memberikan semua perhatian dan kasih sayang kepada Finn seperti kamu. Aku tidak bisa mengambil resiko sebesar itu untuk putraku. Sedangkan kamu, semua paket komplit yang dibutuhkan oleh Finn, ada di kamu, Cit. Jadi, aku hanya bisa berharap jika kamu mempertimbangkan tawaranku ini."
__ADS_1
"Selain itu, aku secara pribadi juga butuh kamu, Cit. Sepertinya, a-aku suka sama kamu, Cit," ucap Felix sambil menoleh ke arah Citra.
Yang masih punya jatah vote, bagi satu buat bang Felix ya, biar semangat membujuk Citranya ðŸ¤