Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Tangisan Finn


__ADS_3

Felix kebingungan saat melihat Citra masih menangis sesenggukan. Belum lagi putranya juga ikut menangis. Finn yang masih bayi, belum bisa menyampaikan apa yang tidak nyaman baginya. Felix yang melihat dua orang tengah menangis tersebut, benar-benar bingung harus melakukan apa. 


"I-ini bagaimana, Om? Kenapa Finn nggak mau diam? Dia juga nggak mau mimi. Hiks hiks." Citra terlihat sangat frustasi.


Belum sempat Felix menjawab, tiba-tiba seorang perawat datang sambil membawa beberapa keperluan untuk mengganti infus Finn.


"Permisi, saya ganti infusnya dulu ya, Pak, Bu. Ini sudah waktunya diganti," ucap seorang perawat. 


Felix dan Citra mempersilahkan perawat tersebut untuk melakukan tugasnya. Saat semua tugas perawat tersebut selesai, Citra buru-buru bertanya apa yang harus dilakukannya agar Finn tidak menangis lagi.


"Sus, ini kenapa nangis terus dan nggak mau mimi, ya? Aku sudah mencoba memberinya asi sejak tadi tapi tetap tidak mau," jelas Citra. Tangisnya sudah hampir meledak lagi.


Perawat menatap Finn dan Citra bergantian. Dia bisa mengetahui jika Finn pasti merasa tidak nyaman. Apalagi, kamar rumah sakit tersebut merupakan tempat yang asing baginya.

__ADS_1


"Mungkin putra ibu masih tidak nyaman berada ditempat yang baru, Bu. Jadi, pelan-pelan saja memberinya asi. Papanya bisa menggendongnya pelan-pelan dan di ajak ke dekat jendela agar terkena udara. Siapa tahu dengan begitu putra anda akan merasa mengantuk dan mau menyusu lagi."


Felix dan Citra tampak setuju dengan ucapan perawat tersebut. Segera setelah perawat tersebut keluar dari ruang perawatan Finn, Felix menggendong Finn pelan-pelan dan berjalan menuju jendela ruang perawatan tersebut.


Semilir angin sore itu berhasil membuat Finn tenan meskipun dia beberapa kali bergerak-gerak gelisah karena tidak nyaman. Felix menoleh ke arah pintu saat mendengar ketukan.


"Siapa, Om?" tanya Citra yang masih berdiri di belakang Felix.


"Coba kamu lihat dulu. Aku tadi memesan sesuatu. Siapa tahu pesananku sudah datang," ucap Felix.


Setelah mengucapkan terima kasih, Citra membawa masuk semua barang-barang pesanan Felix tersebut. Dia meletakkan barang-barang itu di sofa yang ada di dekat televisi.


"Sudah datang ternyata," ucap Felix sambil menoleh sekilas.

__ADS_1


"Ini apa, Om?"


"Ehm, itu baju ganti untuk kita. Tadi kita berangkat ke rumah sakit buru-buru dan tidak membawa apa-apa. Dan, tidak mungkin juga kita pulang dan mengambil barang-barang itu. Jadi, aku memutuskan untuk memesan saja," jawab Felix.


Citra hendak protes. Namun, dia seperti tidak punya tenaga untuk mendebat Felix.


"Segera mandi dan gantilah baju. Siapa tahu dengan badan yang segar, Finn jadi mau menyusu seperti sebelumnya. Nanti setelah ini, kamu bisa mengelap tubuh Finn seperti yang diajarkan perawat tadi," lanjut Felix.


Citra menatap Finn yang tampak anteng digendongan Felix. Dia menyetujui usul Felix dan segera beranjak ke kamar mandi sambil membawa barang-barang keperluannya. Hingga tak sampai lima belas menit kemudian, Citra sudah selesai. Dia juga sudah berganti baju dengan dress busui sederhana. 


Entah dapat informasi dari mana Felix bisa mendapat ide membelikan Citra baju seperti itu. Citra sempat bertanya-tanya dalam hati bagaimana Felix bisa mengetahui seluruh ukuran tubuhnya. Atau jangan-jangan, Felix sudah pernah mengintipnya sehingga bisa mengetahui ukuran yang pas seperti ini? Batin Citra.


Waahh, Felix kok tau aja ukurannya Citra? 🤔

__ADS_1


Komen, like dan vote yang banyak dong, biar othor semangat up lagi. 🤭


__ADS_2