Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Apa Yang Dikuras?


__ADS_3

Setelah mendengar cerita sang mama mertua, Nayra langsung membulatkan kedua bola matanya. Dia mendadak kaget dan blank seketika.


"Hah? Istrinya Pak Rain?" tanya Nayra dengan ekspresi cengo. Dia masih tidak sadar dengan apa yang ditanyakannya.


Mama Rainer mengulas senyuman dan menggelengkan kepala dengan lembut. Beliau meraih tangan Nayra dan mengusapnya dengan lembut.


"Kamu ini ngomong apa sih, Nay? Kamu pikir siapa lagi istri Rainer, hhmmm? Tentu saja kamu," ucap Mama Rainer sambil masih mengulas senyumannya.


Mendengar ucapan mama Rainer, sontak saja wajah Nayra bersemu merah. Dia terlihat salah tingkah karena malu.


"Ah, ehm i-ituโ€ฆ," Nayra bahkan bingung harus menjawab apa.


Mama Rainer berusaha memahami Nayra jika dia masih belum terbiasa dengan status barunya tersebut.


"Tidak apa-apa, Sayang. Mama tahu kamu juga masih belum terbiasa dengan status baru kamu. Tapi, Mama berharap kamu bisa secepatnya membiasakan diri dengan status kamu sebagai istri Rainer."ย 

__ADS_1


Nayra yang masih merasa maly, hanta bisa menganggukkan kepala sambil mengulas senyuman. Tentu saja dia harus membiasakan diri dengan semua hal yang berhubungan dengan Rainer. Tak terkecuali masa lalunya tersebut.


"Iya, Ma. Doakan aku bisa melakukannya. Selama ini, hubungan kami hanya sebatas atasan dan sekretaris di kantor. Tidak lebih. Tapi setelah menikah, aku harus terus berusaha untuk meyakinkan diri jika kami sudah menikah. Untuk itu, aku minta doa dan dukungan dari Mama dan Papa."


Mama Rainer masih mengulas senyuman. Dia benar-benar bahagia mendengar jawaban dari Nayra.


"Tentu saja, Sayang. Mama dan Papa pasti akan terus mendukung kamu. Kamu jangan khawatirkan hal itu. Satu hal yang harus kamu pikirkan, adalah bagaimana cara membuat Rainer benar-benar melupakan Regina dan hanya mengingat kamu seorang."


"Iya, Ma. Aku akan berusaha," jawab Nayra sambil mengangguk.


Setelah obrolan panjang tersebut, Nayra dan mama Rainer langsung bergegas untuk menemui penanggung jawab WO untuk acara resepsi pernikahan nanti.ย 


Menjelang makan siang, Nayra dan mama Rainer sudah sampai di tempat mereka bertemu. Sambil menyantap makan siang, mereka mengobrol tentang banyak hal. Mulai dari konsep, dekorasi, hingga jumlah tamu undangan.


Untuk tamu undangan, orang tua Rainer hanya mengundang sekitar lima ratus tamu. Dan, acaranya pun private tidak terbuka untuk umum. Sebenarnya, Mama Rainer ingin mengadakan acara besar-besaran untuk resepsi pernikahan putra semata wayangnya. Namun, karena masih ada beberapa hal yang harus mereka lakukan, papa Rainer memutuskan untuk membatasi tamu undangan yang hadir.

__ADS_1


Siang itu juga, Nayra dan sang mama mertua langsung menuju ke sebuah butik yang sudah menjadi langganan mama Rainer. Mereka akan memesan gaun pengantin yang bisa di pakai untuk acara resepsi pernikahan tersebut.ย 


Dan, tentu saja hal itu termasuk pesanan super kilat. Jangan ditanya berapa biaya yang akan dikeluarkan oleh mama Rainer. Nayra yang mengetahui hal itu sudah merasa mulas. Dia benar-benar sayang jika mertuanya menghambur-hamburkan uang sebanyak itu.


"Ma, apa tidak sebaiknya kita memakai gaun yang sudah ada saja? I-ini mahal sekali, Ma," ucap Nayra merasa tidak enak.


Mama Rainer langsung menoleh ke arah Naura dan mengulas senyumannya.


"Tidak apa-apa, Nay. Jangan memikirkan masalah biaya. Untuk biaya, serahkan saja semuanya kepada Rainer. Tugas kamu menguras semua uangnya. Kalau perlu, kuras saja semua apa yang ada pada diri Rainer." Mama langsung mengedipkan sebelah matanya ke arah Nayra.


Mendengar ucapan sang mertua, sontak saja otak Nayra langsung 'ngeslong'.


"Hah? A-apa yang mau di kuras, Ma? Ca-cairan kental itu?"


๐Ÿ™„๐Ÿ™„๐Ÿ™„

__ADS_1


__ADS_2