Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Perdebatan


__ADS_3

Setelah kepergian Regina, Nayra langsung bergegas menuju ruangannya. Hari itu, Nayra mengerjakan beberapa pekerjaan yang Rainer tinggalkan. Dengan bantuan Resta, Nayra bekerja dengan giat. Hingga menjelang jam makan siang, pekerjaan Nayra harus terhenti. Nayra harus beristirahat untuk mengisi perutnya siang itu. 


Setelah membuat menghubungi Linda, Nayra segera membereskan ruang kerjanya. Dia juga segera meletakkan beberapa berkas yang diperlukan di meja kerja Rainer. Nanti setelah makan siang, Rainer akan ke kantor sebentar.


Ketika sedang berjalan hendak menuju lift, Nayra bertemu dengan Resta.


"Mau makan siang dimana, Ta?" tanya Nayra setelah Resta berdiri di sampingnya menunggu pintu lift terbuka.


"Di kantin saja, Mbak. Nggak ada temen mau makan di luar," ucap Resta dengan wajah ditekuk.


Nayra menoleh ke arah Resta dan mengamati ekspresi wajah laki-laki tersebut.


"Mau makan siang bareng? Aku janjian makan di luar bareng Linda," Nayra menawarkan.


Wajah Resta langsung terlihat sumringah. Secepat kilat dia menganggukkan kepala. 


"Mau, Mbak. Kalau tidak mengganggu, aku mau ikut sekalian," jawab Resta dengan senyum mengembang.


Setelahnya, Nayra dan Resta langsung memasuki lift karena pintu lift sudah terbuka. Linda sudah menunggu Nayra di lobi kantor. Wajahnya langsung ditekuk saat melihat Resta berjalan di samping Nayra.

__ADS_1


"Ngapain nih brondong ikut, Nay?" Linda tampak menatap sengit ke arah Resta.


"Dia mau ikut makan siang bareng kita, Lind. Nggak apa-apa, ya?" ucap Nayra.


"Eh, serius dia mau ikut? Nay, kq dibolehin ikut sih? Kita kan mau ghibah ala-ala perempuan, laki nggak diajak," ucap Linda sambil melirik kesal ke arah Resta.


Mendapati penolakan dari Linda, Resta tidak mau merusak suasana. Apalagi, jika sampai mood Nayra memburuk dan berakibat dengan memburuknya urusan dengan sang atasan, bisa-bisa Resta akan kena dampaknya.


Resta memilih untuk mengurungkan niatnya bergabung dengan para wanita tersebut.


"Ehm, aku nggak jadi ikut saja, Mbak Nay. Aku akan makan siang di kantin kantor saja," ucap Resta sambil menoleh ke arah Nayra.


"Halah, kantin segede gitu masa nggak ada temen, Nay. Ya kali makan di kuburan sepi," ucap Linda sewot. Entah mengapa Linda terlihat kesal kepada Resta.


Nayra yang mendengar ucapan Linda, langsung mencebikkan bibir. Dia sudah biasa mendengar mulut ceplas ceplos Linda. Nayra hanya khawatir jika Resta yang masih tergolong baru bekerja di perusahaan tersebut, akan merasa tersinggung dengan ucapan Linda.


"Sudah, sudah. Kalian berdua, jika tidak mau ikut makan siang denganku, silahkan saja makan sendiri-sendiri. Biar aku saja yang menikmati makan siang 'paket gold' gratis dari GC Restaurant."


"Hah?" 

__ADS_1


Sontak Resta dan Linda langsung melongo. Bagaimana tidak, paket tersebut memang paket terbatas yang disediakan oleh GC Restaurant. Tidak sembarang orang bisa menikmati paket tersebut dengan mudah.


Resta dan Linda langsung diam setelah Nayra mengatakan hal itu. Tentu saja mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menikmati paket makan siang di restoran mewah tersebut.


Nayra yang melihat Linda dan Resta langsung diam, hanya bisa terkekeh geli. Rupanya, kedua orang tersebut bisa langsung diam saat mendapatkan tawaran menggiurkan.


"Jadi bagaimana? Jadi ikut nggak?" tanya Nayra sambil menatap ke arah Linda dan Resta.


"Jadi, ikut."


"Ikut."


Jawah keduanya hampir bersamaan. Nayra hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum saat mendengar jawaban Linda dan Resta.


"Baiklah. Kalau begitu, kita ambil mobil dulu."


Keduanya kompak menganggukkan kepala. Setelah itu, Linda dan Resta segera mengekori Nayra yang berjalan menuju ke tempat mobilnya terparkir.


Sudah ada jatah vote, sisakan satu buat Nayra dan Rainer ya, 🤗

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2