
Linda cukup terkejut setelah mendengar ucapan Nayra. Dia bahkan harus menepuk-nepuk pipinya untuk memastikan jika dirinya tidak salah dengar.
Setelah dirasa cukup, Linda justru mengubah panggilan suara menjadi panggilan video. Linda ingin memastikan apa yang didengarnya dengan ekspresi Nayra. Linda sudah sangat hafal dengan ekspresi jujur ataupun bohong sahabatnya tersebut.
"A-apa kamu serius dengan ucapanmu, Nay?" tanya Linda kembali memastikan.
"Ehm, i-iya. Aku serius, Lind."
"Kok bisa? Ka-kalian tidak kebobolan, kan?"
Nayra mendengus kesal setelah mendengar ucapan sahabatnya tersebut. Tatapan matanya langsung menatap tajam sahabatnya tersebut.
"Cckkk. Tentu saja tidak. Enak saja kebobolan. Dikira aku perempuan apaan?"
"Lalu, bagaimana ceritanya kalian bisa menikah?"
Nayra mendesahkan napas berat. Mau tidak mau, dia harus menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada sahabatnya tersebut. Setidaknya, Nayra bisa berbagi cerita dengan sahabatnya itu.
"Aku akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, Lin. Tapi, aku mohon jangan sampai cerita ini tersebar. Cukup kamu saja yang tahu hal ini."
__ADS_1
Linda masih diam mendengarkan ucapan Nayra sebelum mengangguk mengiyakan ucapan sahabatnya tersebut.
"Baiklah. Aku tidak akan menceritakan apapun itu. Biarkan orang lain mengetahui jika kalian menikah karena saling cinta."
"Terima kasih, Lin," jawab Nayra.
Setelah itu, mulailah cerita mengalir dari Nayra. Dia mulai cerita dari awal mula kejadian di pesta dulu, hingga pernikahan dadakannya.
Linda masih diam mendengarkan cerita Nayra tanpa berani menyela. Dia masih cukup penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Hingga beberapa menit kemudian, cerita Nayra benar-benar sudah selesai.
"Seperti itu cerita sebenarnya, Lin. Kalau boleh jujur, aku juga tidak menyangka jika akan jadi seperti ini kisah hidupku. Tapi, mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi. Dan, aku masih bisa bersyukur karena keluarga besar mereka menerimaku."
Linda masih diam. Dia tampak mengangguk-anggukkan kepala dari seberang sana.
Nayra yang paham maksud pertanyaan Linda pun langsung mencebikkan bibirnya. "Apa-apaan itu? Memangnya kami mau melakukan apa?" Nayra masih malu saat membicarakan hal pribadi dengan sahabatnya itu.
"Cckkk. Nggak usah pura-pura tidak tahu. Aku yakin kamu sudah benar-benar mengerti pertanyaanku. Atau jangan-jangan, kalian baru saja melakukannya lagi? Eh, tunggu dulu. Ini kamu di hotel, kan? Kalian honeymoon?" Linda masih memberondong Nayra dengan pertanyaan yang terasa sulit dijawab.
"A-apaan itu? Tentu saja kami tidak honeymoon. Kamu kan tahu sendiri jika kami akan melangsungkan acara resepsi pernikahan akhir minggu ini," jawab Nayra yang terlihat salah tingkah.
__ADS_1
"Cckkk. Memangnya apa salahnya honeymoon sekarang? Kalian kan sudah menikah dengan sah baik secara hukum maupun agama. Tidak ada yang melarang untuk melakukan itu sekarang, kan?"
Nayra mengerucutkan bibir sambil menatap tajam ke arah sahabatnya tersebut.
"Kami mau melakukannya nanti setelah acara resepsi," ucap Nayra yang masih tampak kesal.
"Eh, serius kalian belum main 'jungkat jungkit'?" Linda tampak melongo.
"Aisshh, apaan sih, Lin. Ngomongnya jangan aneh-aneh, deh."
Linda langsung menggelengkan kepala sambil menatap tak percaya ke arah Nayra. Dia benar-benar tidak habis pikir jika sahabatnya itu akan melakukan seperti apa yang baru saja dikatakannya.
"Bukannya aneh-aneh, Nay. Aku sih hanya heran saja. Kalau melihat bagaimana Pak Rain, mustahil sekali rasanya jika kalian belum nyoba main 'jungkat-jungkit' padahal kalian sudah sah. Lagian, Pak Rain hebat juga bisa menahan sampai setelah resepsi pernikahan kalian. Ya, berdoa saja jangan sampai Pak Rain kelepasan main di luar."
"Eh, ma-maksudnya apa?" Nayra mendadak panik.
"Ya kali sudah sah nunggu selama itu. Orang juga biasanya sudah halal langsung coba terobos terus-terusan sampai pasangannya ampun-ampunan. Lha ini malah ditahan-tahan. Coba bayangkan bagaimana rasanya Pak Rain, Nay? Bisa-bisa cantengan itu si junior." Linda ngomong panjang lebar.
"Eh,"
__ADS_1
•••
Hhmmm, kira-kira si Linda berhasil nggak ya ngomporin Nayra?